ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada anak yang ditandai dengan peningkatan frekuensi pernapasan akibat proses inflamasi pada paru sehingga menyebabkan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu memperbaiki pola napas adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB) melalui media pianika. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia setelah penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 6 tahun dengan diagnosis medis pneumonia dan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi berupa teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika diberikan selama tiga hari. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah intervensi serta mengamati perubahan kondisi klinis pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada kedua pasien. Pada An. A, frekuensi pernapasan menurun dari 35 kali/menit menjadi 28 kali/menit, sedangkan pada An. M menurun dari 33 kali/menit menjadi 27 kali/menit. Selain itu, keluhan sesak napas berkurang, penggunaan otot bantu pernapasan menurun, anak tampak lebih rileks dan kooperatif selama latihan, serta masalah keperawatan pola napas tidak efektif teratasi. Penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan frekuensi pernapasan, memperbaiki pola napas, dan mendukung peningkatan fungsi respirasi pada anak dengan pneumonia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan penumpukan sekret, sesak napas, dan peningkatan frekuensi pernapasan yang mengganggu fungsi ventilasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan adalah terapi pursed lips breathing (PLB) dengan media tiup kincir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 5 tahun yang didiagnosis pneumonia. Intervensi diberikan selama 3×24 jam dan dievaluasi melalui pemantauan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Hasil penerapan terapi pursed lips breathing selama 3×24 jam menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada An. C dari 32 kali/menit menjadi 22 kali/menit dan pada An. A dari 35 kali/menit menjadi 24 kali/menit, disertai perbaikan pola napas, berkurangnya ronki, sputum lebih mudah dikeluarkan, serta kondisi anak tampak lebih nyaman. Kesimpulan: Penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir efektif membantu menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki status pernapasan pada anak dengan pneumonia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
(STEMI) dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung sehingga menyebabkan penurunan kemampuan pompa jantung yang berdampak pada keseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen. Pasien dengan STEMI mengalami gangguan pola pernapasan akibat peningkatan beban kerja pernapasan. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan munculnya sesak napas, peningkatan frekuensi pernapasan. Saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan merupakan parameter penting yang perlu dipantau pada pasien STEMI karena mencerminkan status oksigenasi dan respon tubuh terhadap gangguan kardiovaskular. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah kombinasi posisi semi fowler dan pursed lip breathing (PLB). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan pasien dengan STEMI setelah diberikan penerapan kombinasi posisi semi fowler dan pursed lip breathing. Penerapan inovasi keperawatan dilakukan pada empat pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di ruang ICVCU. Intervensi inovasi diberikan selama tiga hari dengan frekuensi dua kali sehari pada sesi pagi dan sore. Rata-rata frekuensi pernapasan sebelum intervensi dengan rentang 25-37 x/menit,sedangkan rata-rata saturasi oksigen dengan rentang 93-94%. Setelah dilakukan penerapan intervensi selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu sesi pagi dan sore, terjadi perbaikan parameter respirasi dengan rata-rata frekuensi pernapasan menurun dengan rentang 16-19 x/menit serta rata-rata saturasi oksigen dengan rentang 98-99%. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penerapan kombinasi posisi semi fowler dan PLB membantu pasien dalam mengontrol pola napas dan meningkatkan status oksigenasi. Selain itu, menjadi salah satu intervensi keperawatan suportif dalam membantu memperbaiki pola napas pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif.