Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

HARPIYANTI

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 2

Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Tiup Kincir Terhadap Frekuensi Pernapasan Pada Anak Dengan Pneumonia

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan penumpukan sekret, sesak napas, dan peningkatan frekuensi pernapasan yang mengganggu fungsi ventilasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan adalah terapi pursed lips breathing (PLB) dengan media tiup kincir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 5 tahun yang didiagnosis pneumonia. Intervensi diberikan selama 3×24 jam dan dievaluasi melalui pemantauan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Hasil penerapan terapi pursed lips breathing selama 3×24 jam menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada An. C dari 32 kali/menit menjadi 22 kali/menit dan pada An. A dari 35 kali/menit menjadi 24 kali/menit, disertai perbaikan pola napas, berkurangnya ronki, sputum lebih mudah dikeluarkan, serta kondisi anak tampak lebih nyaman. Kesimpulan: Penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir efektif membantu menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki status pernapasan pada anak dengan pneumonia

Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Tiup Kincir Terhadap Frekuensi Pernapasan Pada Anak Dengan Pneumonia

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan penumpukan sekret, sesak napas, dan peningkatan frekuensi pernapasan yang mengganggu fungsi ventilasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan adalah terapi pursed lips breathing (PLB) dengan media tiup kincir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 5 tahun yang didiagnosis pneumonia. Intervensi diberikan selama 3×24 jam dan dievaluasi melalui pemantauan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Hasil penerapan terapi pursed lips breathing selama 3×24 jam menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada An. C dari 32 kali/menit menjadi 22 kali/menit dan pada An. A dari 35 kali/menit menjadi 24 kali/menit, disertai perbaikan pola napas, berkurangnya ronki, sputum lebih mudah dikeluarkan, serta kondisi anak tampak lebih nyaman. Kesimpulan: Penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir efektif membantu menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki status pernapasan pada anak dengan pneumonia

Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Usia 9-18 Bulan di Puskesmas Karang Rejo

2025 · Book ·

Imunisasi dasar merupakan upaya preventif yang efektif untuk mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Karang Rejo, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga September 2024 baru mencapai 35,1% dari target. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 215 ibu yang memiliki bayi usia 9-18 bulan, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,4%) dan tingkat kepatuhan tinggi (90,2%). Kelengkapan imunisasi dasar mencapai 92,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000) serta antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Sehingga, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Edukasi dan pendekatan promotif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi.

Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Usia 9-18 Bulan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi dasar merupakan upaya preventif yang efektif untuk mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Karang Rejo, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga September 2024 baru mencapai 35,1% dari target. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 215 ibu yang memiliki bayi usia 9-18 bulan, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,4%) dan tingkat kepatuhan tinggi (90,2%). Kelengkapan imunisasi dasar mencapai 92,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000) serta antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Sehingga, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Edukasi dan pendekatan promotif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi.