ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks berita, masih menjadi permasalahan yang kerap dijumpai di tingkat SMA. Kondisi ini dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang kurang variatif dan cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks berita di kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan melalui penerapan model pembelajaran ARCS dan kelas kontrol yang diajar menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, serta uji-t. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi sehingga dapat disimpulkan model pembeljaran ARCS ini efektif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ARCS dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif yang berorientasi pada peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks berita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas ice breaker memengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki pengaruh aktivitas ice breaker di kelas terhadap motivasi belajar siswa. Partisipan penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas VII dan satu guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi kelas, kuesioner, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, penyebaran kuesioner kepada siswa, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa terpilih, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ice breaker mampu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana kelas yang lebih santai dan interaktif, sehingga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas ini membantu siswa menjadi lebih memahami dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, karena mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan. Kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi kecemasan belajar yang sering dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, aktivitas ice breaker terbukti secara efektif meningkatkan motivasi siswa berdasarkan komponen model ARCS, yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa penerapan aktivitas ice breaker dapat digunakan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang dinamis, kondusif, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.