ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik pada kegiatan praktikum biologi yang layak digunakan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dibatasi hanya pada tahap Development. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-I SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner, lembar validasi ahli, dan lembar angket. Hasil validasi ahli evaluasi diperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori layak. Respon guru terhadap instrumen penilaian aspek psikomotorik memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat layak. Sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori sangat menarik. Instrumen penilaian aspek psikomotorik yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan berdasarkan penilaian ahli evaluasi serta respon guru dan siswa. Oleh karena itu, instrumen penilaian aspek psikomotorik ini dapat direkomendasikan untuk kegiatan praktikum biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan saintifik dengan menilai ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Sei Menggaris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif, yaitu penelitian pra eksperimental dengan desain penelitian One Shoot Case Study untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan nilai pembanding 75 yaitu nilai KKM di sekolah tersebut, sedangkan untuk mengukur ranah afektif dan psikomotorik siswa menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian yaitu kelas IX sebagai kelas kontrol yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada aspek kognitif memiliki nilai rata-rata 79, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria B (Baik). Hasil uji one sample t-test diperoleh nilai t hitung t tabel maka, ho ditolak dan ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pada hasil belajar kognitif siswa. Pada aspek afektif menunjukkan bahwa hasil belajar dengan nilai rata-rata 84,68, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria A (baik sekali). Untuk hasil belajar pada aspek psikomotorik siswa dengan nilai rata-rata 73,43, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria (B) baik dan cukup (C).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranah psikomotorik merupakan kawasan yang berkaitan dengan aspek - aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis, dalam pendidikan jasmani ranah psikomotorik meliputi pencapaian dalam keterampilan, kemampuan bermain dan kesegaran jasmani siswa. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik penjamin keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Dalam melakukan analisis data ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil Penelitian ini berupa peran guru PJOK sebagai pendidik dituangkan melalui karakteristik nilai moral pada materi bola voli, kemudian peran guru PJOK sebagai pembimbing yaitu memberikan arahan dalam melaksanakan teknik dasar bola voli dan kebermnfaatannya bagi kesehatan, selanjutnya peran guru PJOK sebagai demonstator seperti memberikan contoh teknik dasar yang sesuai dengan teori pembelajaran permainan bola besar yaitu bola voli, dan peran guru sebagai fasilitator yaitu guru PJOK menyiapkan sarana dan prasarana pendukung praktik pembelajaran, serta sebagai evaluator guru PJOK terlibat dalam penilaian psikomotorik dengan rincian imitasi manipulasi presisi artikulasi naturalisasi dan terpenuhi hanya pada presisi melalui kegiatan pasing bawah dalam permainan bola voli dan terpenuhinya pada artikulasi berupa kegiatan servis bawah permainan bola voli. Adapun factor pendukung yaitu dilaksanakannya kegiatan ekstrakulikuler, lomba 02SN dan senam rutinitas setiap hari jum’at yang diagnedakan oleh sekolah diluar jam pembelajaran. Adapun factor penghambat bagi kemampuan psikomotorik siswa yaitu factor internal yang berasal dari diri siswa dimana siswa tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, malu bertanya, dan takut salah saat melakukan praktik dilapangan pada saat proses pembelajaran dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebiasaan sarapan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pada pagi hari sebelum beraktivitas, melewatkan sarapan akan berdampak pada aktivitas belajar siswa di sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kebiasaan sarapan anak dengan hasil belajar psikomotorik siswa di sekolah SMP Negeri 01 Sebatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif, populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 01 Sebatik yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah total 55 siswa dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Total Sampling. Adapun instrumen yang digunakan yaitu angket untuk mengukur kebiasaan sarapan anak, tes untuk mengukur hasil belajar psikomotorik siswa berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) dan laporan akhir praktikum, observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai instrumen pendukung dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan anak dengan hasil belajar psikomotorik siswa di sekolah SMP Negeri 01 Sebatik.