ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan metakognitif siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023, 2) Untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023, dan 3) Untuk mengetahui pengaruh metakognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi penilaian PAS Matematika siswa SMPN 2 Tarakan genap tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 172 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan proporsional stratified random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) angket metakognitif, 2) dokumentasi penilaian PAS Matematika siswa. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis inferensial menggunakan anlisis regresi linear sederhana dan uji t. hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Metakognitif pada katagori sangat tinggi sebanyak 11 siswa atau sebesar 6,39%, kategori tinggi sebanyak 32 siswa atau sebesar 18,60%, kategori sedang sebanyak 94 siswa atau sebesar 54,65%, kategori rendah sebanyak 27 siswa atau sebesar 15,70%, dan kategori sangat sebanyak 8 siswa atau sebesar sebesar 4,65%, 2) Hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Pada kategori baik sekali sebanyak 5 siswa dengan pesentase 2,90%, kategori baik sebanyak 9 siswa dengan pesentase 5,23%, kategori cukup sebanyak 39 siswa dengan pesentase 22,67%, kategori kurang sebanyak 27 siswa dengan pesentase 15,69%, dan kategori kurang sekali sebanyak 92 siswa dengan presentase 53,48%, 3) Ada pengaruh yang signifikan metakognitif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Berdasarkan hasil 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 yaitu 5,596 dimana lebih besar dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 1,974 (5,596 > 1,974), dengan tarif signifikan 0,000 0,05 maka 𝐻𝑎 diterima. dengan persamaan regresi 𝑌= -11.742 + 0,838X dan besar pengaruhnya sebesar 39,4% hasil belajar Matematika dipengaruhi oleh kemampuan metakognitif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan metakognitif pada pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMP Negeri 3 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) kepada sampel penelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 254 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan memiliki kemampuan metakognitif yang cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata kemampuan metakognitif siswa tingkat baik sebanyak 46.92%, cukup baik sebanyak 47.05%, dan tidak baik sebanyak 6.04%. Kemudian untuk setiap komponennya, jumlah responden pada aspek pengetahuan metakognitif sebanyak 56.30% responden memiliki pengetahuan deklaratif yang baik, 51.18% responden memiliki pengetahuan prosedural yang baik dan 57.87% responden memiliki pengetahuan kondisional yang cukup baik. Lalu pada aspek keterampilan terdapat 52.76% responden memiliki keterampilan merencanakan yang baik, 56.69% responden memiliki keterampilan memantau yang cukup baik, dan 49.61% responden memiliki keterampilan mengevaluasi yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua pertanyaan terkait siswa yang telah melaksanakan model pembelajaran Discovery Learning di dalam kelas. Pertama, apakah terdapat hubungan keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa. Kedua, seberapa besar kontribusi yang diberikan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Skripsi ini merupakan penelitian korelasi (hubungan) dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 93 siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi Sistem Pernapasan pada Manusia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dan soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji linearitas dan analisis korelasi (Pearson Product Moment) serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa dengan nilai korelasi 0,610. Besar kontribusi keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa sebesar 37% sedangkan sisanya 63% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diukur pada penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•
DINI ANDINI POETRI. 2015. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengontrol emosi diri, sehingga berdampak positif pada saat mengikuti pembelajaran. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah kemampuan siswa untuk mengontrol proses belajarnya, mulai dari tahap perencanaan, memilih strategi yang tepat sesuai masalah yang dihadapi kemudian melihat kemajuan dalam belajar dan mengoreksi jika terjadi kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan menganalisis hubungan antara keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 920 siswa kelas VII seluruh SMP Negeri di Kabupaten Nunukan dan sampel penelitian adalah 242 siswa dengan penentuan sampel menggunakan rumus Nomogram Harry King. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket kecerdasan emosional, tes essai keterampilan metakognitif dan tes pilihan ganda hasil belajar siswa, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment, untuk mencari korelasi variabel kecerdasan emosional (X1) dengan variabel hasil belajar siswa (Y) dan variabel keterampilan metakognitif (X2) dengan variabel hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,122 yang berarti kecerdasan emosional tidak memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa serta keterampilan metakognitif memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,029 yang berarti keterampilan metakognitif memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sebesar 0,9% dan sumbangan relatifnya 34% , serta sumbangan efektif keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar sebesar 1,3% dan sumbangan relatifnya 48%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya faktor internal yang meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan serta faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat