Abstrak
Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi (TPB) dalam laporan tahunan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan dalam menyampaikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada para pemangku kepentingan. Meskipun demikian, penyajian informasi TPB dalam bentuk narasi tidak selalu bersifat objektif, karena dapat dipengaruhi oleh cara pandang dan bias kognitif manajemen dalam mengonstruksi bahasa pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk bias kognitif manajemen yang tercermin dalam narasi pengungkapan TPB, khususnya overconfidence bias, self-serving bias, dan confirmation bias, serta kaitannya dengan karakter kepastian narasi yang disampaikan. Objek penelitian difokuskan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kesehatan di Indonesia selama periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten tematik terhadap laporan tahunan perusahaan. Proses analisis dilakukan melalui pengodean sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias overconfidence tercermin dari dominasi penggunaan bahasa afirmatif dan modalitas kepastian tinggi. Self-serving bias terlihat melalui pola atribusi yang menekankan peran internal perusahaan atas capaian positif, sementara dinamika eksternal digunakan sebagai konteks penjelasan. Adapun confirmation bias muncul dalam bentuk seleksi informasi yang lebih menonjolkan aspek positif transaksi dibandingkan potensi risiko. Temuan ini mengindikasikan bahwa narasi pengungkapan TPB cenderung dibangun secara persuasif, sehingga perlu peningkatan kualitas narasi agar informasi yang disampaikan lebih seimbang dan andal.