2026 · Book ·
PENGARUH SIKAP MOTIVASI DAN GAYA HIDUP KONSUEMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MINUMAN KOPI (STUDI KASUS :KEDAI SIKOPI KAMPUNG SATU KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen Kedai Sikopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Kedai Sikopi, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai t-hitung 3,249 > t-tabel 1,688 dan signifikansi 0,003 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,532 > 1,688 dan signifikansi 0,016 0,05. Sedangkan Gaya Hidup tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 1,356 1,688 dan signifikansi 0,184 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai F-hitung 22,711 > F-tabel 3,162 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa 62,5% variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup, sedangkan 37,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah Sikap dengan nilai Beta 0,425.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SIKAP MOTIVASI DAN GAYA HIDUP KONSUEMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MINUMAN KOPI (STUDI KASUS :KEDAI SIKOPI KAMPUNG SATU KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen Kedai Sikopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Kedai Sikopi, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai t-hitung 3,249 > t-tabel 1,688 dan signifikansi 0,003 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,532 > 1,688 dan signifikansi 0,016 0,05. Sedangkan Gaya Hidup tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 1,356 1,688 dan signifikansi 0,184 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai F-hitung 22,711 > F-tabel 3,162 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa 62,5% variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup, sedangkan 37,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah Sikap dengan nilai Beta 0,425.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SIKAP MOTIVASI DAN GAYA HIDUP KONSUEMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MINUMAN KOPI (STUDI KASUS :KEDAI SIKOPI KAMPUNG SATU KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen Kedai Sikopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Kedai Sikopi, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai t-hitung 3,249 > t-tabel 1,688 dan signifikansi 0,003 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,532 > 1,688 dan signifikansi 0,016 0,05. Sedangkan Gaya Hidup tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 1,356 1,688 dan signifikansi 0,184 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai F-hitung 22,711 > F-tabel 3,162 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa 62,5% variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup, sedangkan 37,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah Sikap dengan nilai Beta 0,425.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Kajian ini difokuskan pada tokoh utama, yaitu Ana, Tigor, dan Hesty, yang dalam alur cerita mengalami berbagai konflik batin serta dinamika kejiwaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan adanya unsur id, ego, dan superego dalam novel. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sebanyak 139 data yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego dan 35 data superego. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca, simak dan teknik pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga struktur kepribadian menurut Freud tampak jelas dalam perkembangan karakter tokoh. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, ditemukan 139 data yang mengandung aspek kepribadian, yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego, dan 35 data superego. Data tersebut menunjukkan bahwa aspek ego merupakan aspek kepribadian yang paling dominan dalam novel Hello, karena tokoh-tokohnya lebih sering mempertimbangkan realitas, situasi sosial, dan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa novel Hello karya Tere Liye mengandung representasi aspek kepribadian id, ego, dan superego yang nyata melalui karakter Ana, Tigor, dan Hesty, dan ketiganya berperan penting dalam membangun konflik serta perkembangan alur cerita.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Kajian ini difokuskan pada tokoh utama, yaitu Ana, Tigor, dan Hesty, yang dalam alur cerita mengalami berbagai konflik batin serta dinamika kejiwaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan adanya unsur id, ego, dan superego dalam novel. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sebanyak 139 data yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego dan 35 data superego. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca, simak dan teknik pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga struktur kepribadian menurut Freud tampak jelas dalam perkembangan karakter tokoh. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, ditemukan 139 data yang mengandung aspek kepribadian, yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego, dan 35 data superego. Data tersebut menunjukkan bahwa aspek ego merupakan aspek kepribadian yang paling dominan dalam novel Hello, karena tokoh-tokohnya lebih sering mempertimbangkan realitas, situasi sosial, dan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa novel Hello karya Tere Liye mengandung representasi aspek kepribadian id, ego, dan superego yang nyata melalui karakter Ana, Tigor, dan Hesty, dan ketiganya berperan penting dalam membangun konflik serta perkembangan alur cerita.
2025 · Book ·
Penelitian ini membahas tentang adjung sebagai fungsi non-argumen dalam bahasa Bugis dialek Bone. Adjung merupakan unsur sintaksis yang bersifat opsional dan berfungsi memberikan keterangan tambahan, seperti tempat, waktu, cara, maupun tujuan, tanpa menjadi bagian inti dari argumen verba. Penelitian ini menyoroti bentuk frasa yang mengisi fungsi adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone yang digunakan oleh masyarakat suku Bone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk frasa pengisi adjung serta fungsi yang dimunculkan dalam konstruksi kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa Bugis dialek Bone yang tinggal di Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 26 data yang menunjukkan bahwa adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone diisi oleh frasa preposisional sebanyak 18 data, frasa nomina sebanyak 11 data, frasa adjektiva sebanyak 5 data dan frasa verba sebanyak 4 data. Adapun fungsi adjung yang teridentifikasi meliputi keterangan waktu sebanyak 15 data, keterangan tempat sebanyak 11 data, keterangan cara sebanyak 5 data, keterangan tujuan sebanyak 4 data, keterangan alat sebanyak 2 data dan keterangan sebab sebanyak 1 data. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa meskipun bersifat opsional, adjung memiliki peran penting dalam memperjelas dan memperkaya informasi dalam struktur kalimat bahasa Bugis dialek Bone.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang adjung sebagai fungsi non-argumen dalam bahasa Bugis dialek Bone. Adjung merupakan unsur sintaksis yang bersifat opsional dan berfungsi memberikan keterangan tambahan, seperti tempat, waktu, cara, maupun tujuan, tanpa menjadi bagian inti dari argumen verba. Penelitian ini menyoroti bentuk frasa yang mengisi fungsi adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone yang digunakan oleh masyarakat suku Bone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk frasa pengisi adjung serta fungsi yang dimunculkan dalam konstruksi kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa Bugis dialek Bone yang tinggal di Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 26 data yang menunjukkan bahwa adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone diisi oleh frasa preposisional sebanyak 18 data, frasa nomina sebanyak 11 data, frasa adjektiva sebanyak 5 data dan frasa verba sebanyak 4 data. Adapun fungsi adjung yang teridentifikasi meliputi keterangan waktu sebanyak 15 data, keterangan tempat sebanyak 11 data, keterangan cara sebanyak 5 data, keterangan tujuan sebanyak 4 data, keterangan alat sebanyak 2 data dan keterangan sebab sebanyak 1 data. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa meskipun bersifat opsional, adjung memiliki peran penting dalam memperjelas dan memperkaya informasi dalam struktur kalimat bahasa Bugis dialek Bone.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes membaca berbasis cerita pendek sederhana yang ditinjau dari validasi bahasa dan konstruk serta mengetahui respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian asalah siswa kelas 2B pada tahun ajaran 2023-2024 SDN 014 Tarakan dengan jumlah siswa 28 orang. Hasil kelayakan dari validasi para ahli yaitu 1) validator bahasa menunjukkan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 43 dengan persentase sebesar 86% pada kategori sangat layak. 2) validator konstruk menunjukan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 42 dengan persentase sebesar 84% pada kategori sangat layak. Demikian hasil tersebut telah memenuhi syarat dan sangat layak untuk digunakan. Adapun hasil angket respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca guru kelas 2A memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak dan hasil respon guru kelas 2B memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak. Hasil uji validitas didapatkan data 4 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0,849. Maka dari itu instrumen tes yang dikembangkan valid dan reliabel.
2024 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes membaca berbasis cerita pendek sederhana yang ditinjau dari validasi bahasa dan konstruk serta mengetahui respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian asalah siswa kelas 2B pada tahun ajaran 2023-2024 SDN 014 Tarakan dengan jumlah siswa 28 orang. Hasil kelayakan dari validasi para ahli yaitu 1) validator bahasa menunjukkan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 43 dengan persentase sebesar 86% pada kategori sangat layak. 2) validator konstruk menunjukan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 42 dengan persentase sebesar 84% pada kategori sangat layak. Demikian hasil tersebut telah memenuhi syarat dan sangat layak untuk digunakan. Adapun hasil angket respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca guru kelas 2A memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak dan hasil respon guru kelas 2B memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak. Hasil uji validitas didapatkan data 4 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0,849. Maka dari itu instrumen tes yang dikembangkan valid dan reliabel.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2024 · Thesis ·
.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The purpose of this study was to identify the content features, media aspects, and plot of mathematics instruction films in Ninth Graders of Junior High School based on the most views on YouTube platforms. This study was descriptive qualitative. The subject was a video learning of junior high school mathematics class IX Transformation material. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique so that 50 learning videos were obtained. Data analysis technique using average calculation. Several conclusions can be derived from this study based on the data acquired, the findings of the research, and the discussion that occurred to take place, including 1.) Material and media ascpects of mathematics learning videos based on the most viewers on 50 mathematics learning videos obtained research data on several indicators including material relevance with an average value 0f 3.05 and material quality indicators with an average value of 3.18. As for the indicators of the visual aspect of the media with an average value of 3.18; audio media aspects with an average value of 2.98; typography aspects with an average value of 3.24; language aspect with an average value of 3.27; and programming aspects with an average value of 3.24. 2) The flow of mathematics learning videos based on the highest number of viewers on 50 mathematics learning videos obtained an average of several indicators, namely the introduction indicator with an average value of 0.56; the core indicator with ane average value of 0.80; and the closing indicator with an average value of 0.39.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to identify the content features, media aspects, and plot of mathematics instruction films in Ninth Graders of Junior High School based on the most views on YouTube platforms. This study was descriptive qualitative. The subject was a video learning of junior high school mathematics class IX Transformation material. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique so that 50 learning videos were obtained. Data analysis technique using average calculation. Several conclusions can be derived from this study based on the data acquired, the findings of the research, and the discussion that occurred to take place, including 1.) Material and media ascpects of mathematics learning videos based on the most viewers on 50 mathematics learning videos obtained research data on several indicators including material relevance with an average value 0f 3.05 and material quality indicators with an average value of 3.18. As for the indicators of the visual aspect of the media with an average value of 3.18; audio media aspects with an average value of 2.98; typography aspects with an average value of 3.24; language aspect with an average value of 3.27; and programming aspects with an average value of 3.24. 2) The flow of mathematics learning videos based on the highest number of viewers on 50 mathematics learning videos obtained an average of several indicators, namely the introduction indicator with an average value of 0.56; the core indicator with ane average value of 0.80; and the closing indicator with an average value of 0.39.