Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: dialek Bone
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Adjung Sebagai Fungsi Non Argumen dalam Bahasa Bugis dialek Bone (Kajian Sintaksis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang adjung sebagai fungsi non-argumen dalam bahasa Bugis dialek Bone. Adjung merupakan unsur sintaksis yang bersifat opsional dan berfungsi memberikan keterangan tambahan, seperti tempat, waktu, cara, maupun tujuan, tanpa menjadi bagian inti dari argumen verba. Penelitian ini menyoroti bentuk frasa yang mengisi fungsi adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone yang digunakan oleh masyarakat suku Bone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk frasa pengisi adjung serta fungsi yang dimunculkan dalam konstruksi kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa Bugis dialek Bone yang tinggal di Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 26 data yang menunjukkan bahwa adjung dalam bahasa Bugis dialek Bone diisi oleh frasa preposisional sebanyak 18 data, frasa nomina sebanyak 11 data, frasa adjektiva sebanyak 5 data dan frasa verba sebanyak 4 data. Adapun fungsi adjung yang teridentifikasi meliputi keterangan waktu sebanyak 15 data, keterangan tempat sebanyak 11 data, keterangan cara sebanyak 5 data, keterangan tujuan sebanyak 4 data, keterangan alat sebanyak 2 data dan keterangan sebab sebanyak 1 data. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa meskipun bersifat opsional, adjung memiliki peran penting dalam memperjelas dan memperkaya informasi dalam struktur kalimat bahasa Bugis dialek Bone.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KALIMAT AKTIF DAN PASIF DALAM BAHASA DAERAH BUGIS DIALEK BONE

2023•

Setiap bahasa di dunia termaksud bahasa Bugis pasti memiliki tata bahasa atau gramatikal yang disebut dengan sintaksis. salah satunya adalah berdasarkan peran subjeknya yang terbagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif yang berbeda dari tata bahasanya yang belum dipelajari lebih lanjut. Kemudian, peneliti mengambil kesempatan ini untuk membahas kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa bahasa daerah bugis dialek Bone.penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lisan yang diambil langsung dari penutur asli Bugis bone. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode distribusional dengan Teknik bagi unsur langsung (BUL) Teknik lanjutan yang dipakai peneliti dalam penelitian ini adalah dengan teknik lesap.. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik mendengarkan dan teknik mencatat. kalimat aktif bahasa Bugis dialek Bone fungsi subjek adalah satu-satunya fungsi yang harus ada dalam kalimat. Kehadiran objek dalam kalimat aktif disesuaikan dengan bentuk verba sebagai predikat dalam sebuah klausa. Jika dalam bentuk transitif maka kehadiran fungsi Objek harus ada. Berbeda dalam bentuk Intransitif yang tidak memerlukan objek.dalam bentuk kalimat pasif Subjeknya berasal dari objek kalimat aktif . Objek kalimat aktif berubah menjadi oblik dalam bentuk pasif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kalimat aktif dan pasif bahasa Bugis dialek bone memiliki penanda pada kalimat aktif kalimat aktif verba yang menempati fungsi Predikat jika terbentuk dari kata turunan maka berprefiks ma- dan diikuti dengan huruf awal kata kerja yang double. Pasif dimarkahi dengan prefiks na-/ta. Pasif yang di markahi dengan ta-, diikuti dengan kata kerja dengan awalan yang double.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail