Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa buku cerita rakyat Putri Benayuk sebagai media layanan bimbingan dan konseling dalam menanamkan elemen akhlak kepada manusia pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Masalah yang diangkat adalah rendahnya sikap menghargai pendapat dan empati antar siswa, yang telihat dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, media berbasis budaya lokal dihadirkan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sedangkan, uji kepraktisannya oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil validasi memperoleh presentase sebanyak 86,75%, bahwa buku ini dapat dikategorikan sangat layak dan hasil uji kepraktisan memperoleh presentase sebanyak 94,5%, menunjukkan bahwa buku ini sangat praktis digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Media ini berhasil menyampaikan nilai-niai akhlak kepada manusia, seperti menghargai perbedaan dan berempati terhadap sesama. Selain menyampaikan nilai moral, buku ini juga berfungsi sebagai pengenalan budaya lokal yang memperkaya wawasan siswa. Dengan demikian, buku cerita rakyat Putri Benayuk diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam mendukung pembelajaran berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta layanan bimbingan dan konseling di sekolah.