ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to examine the effect of classroom guidance services using prophetic storytelling on akhlak mazmumah (blameworthy characteristics) among eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan. Akhlak mazmumah refers to blameworthy traits, attitudes, speech, and behaviors that are embedded in or manifested by an individual and are inconsistent with the values of Islamic teachings, potentially causing harm to oneself or others. In this study, akhlak mazmumah was specifically conceptualized as forms of undesirable behavior displayed by students in their daily interactions within the school environment and in their relationships with peers. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 32 students from Class VIII-D who were selected using cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire administered before and after the intervention. The intervention was delivered through classroom guidance services using prophetic storytelling over five sessions, with the instructional content aligned with indicators of akhlak mazmumah. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The hypothesis was tested using a paired-samples t-test. The results showed that the mean pretest score was 95.09 (67.92%), whereas the mean posttest score was 68.19 (48.71%), indicating a decrease of 26.906 points (19.22%) in the mean score. The paired-samples t-test yielded a t value of 14.410, df = 31, and a significance value of 0.000 0.05. Thus, a statistically significant difference was found between students’ scores before and after the implementation of classroom guidance services using prophetic storytelling. These findings indicate that classroom guidance services using prophetic storytelling were associated with changes in the akhlak mazmumah of eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kondisi yang ditemukan di SDN 008 Tarakan yaitu kegiatan pembelajaran literasi di kelas IV masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan berbasis budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Selain itu, buku bacaan yang digunakan belum mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung serta mengetahui kelayakan, manfaat, dan respon guru serta siswa terhadap media yang dikembangkan pada pembelajaran literasi siswa kelas IV-B di SDN 008 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli bahasa Indonesia, dan ahli bahasa Tidung. Selain itu, hasil angket respon guru menunjukkan kategori sangat tertarik, serta hasil angket ketertarikan siswa menunjukkan kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa media mampu meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Berdasarkan hasil uji coba dan implementasi, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran literasi di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah melalui kegiatan literasi di sekolah. Kata kunci: Buku Cerita Bergambar Dwibahasa, Kearifan Lokal, Literasi, Model ADDIE, Penelitian dan Pengembangan. The preliminary study result at SDN 008 Tarakan showed that literacy learning activities in grade IV were still dominated by the use of textbooks and Student Worksheets (LKS), as well as the lack of interesting and local culture-based learning media, resulting in low reading interest and student involvement in literacy activities. In addition, the reading books used had not been integrated with local languages as part of strengthening students' cultural identity. The purpose of this study was to develop a bilingual picture story book based on the local wisdom of the Tidung Tribe and to determine the feasibility, benefits, and responses of teachers and students to the media developed in literacy learning for grade IV-B students at SDN 008 Tarakan. This study employed the Research and Development method with the ADDIE model, which includes the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The results of the study indicated that the bilingual picture story book developed was declared very suitable for use, based on the validation results of media experts, Indonesian language experts, and Tidung language experts. In addition, the results of the teacher response questionnaire showed a very good category, and the results of the student interest questionnaire showed a very high category, which indicated that the media was able to increase students' interest in reading and understanding of reading materials. Based on the results of the trial and implementation, it can be concluded that the bilingual picture storybook based on the local wisdom of the Tidung Tribe is feasible and practical to use as a literacy learning medium in elementary schools. This research is expected to be an alternative contextual learning medium and contribute to the preservation of regional culture and language through literacy activities in schools. Keywords: Bilingual Picture Story Books, Local Wisdom, Literacy, ADDIE Model, Research and Development
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran IPA di SMP, khususnya pada materi sistem ekskresi manusia, masih menggunakan media yang terbatas dan bersifat konvensional, sehingga kurang optimal meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia di SMP. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas. Praktisi penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian media dinyatakan layak digunakan dan menarik, karena telah memenuhi aspek tampilan visual dan audio, serta aspek kemudahan penggunaan. Penilaian materi pada media pembelajaran dinyatakan layak digunakan, karena media telah memenuhi aspek pembelajaran dan kelayakan isi materi. Hasil penilaian bahasa pada media pembelajaran dinyatakan layak digunakan karena telah memenuhi aspek kebahasaan. Selanjutnya, hasil respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia, memperoleh respon sangat positif. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia layak digunakan dan mendapat respon sangat positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik storytelling terhadap kemampuan berbicara siswa kelas XI di SMAN 2 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan komunikatif dalam pembelajaran berbicara Bahasa Inggris. Storytelling adalah teknik pembelajaran yang melibatkan aktivitas menyampaikan cerita secara lisan dengan struktur yang jelas dan ekspresi yang menarik, yang diyakini dapat meningkatkan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, menggunakan model one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa kelas XI Bahasa yang dipilih secara purposive. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berbicara yang mengacu pada lima aspek penilaian menurut Brown (2004), yaitu pronunciation, vocabulary, grammar, fluency, dan comprehension. Tes dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan (treatment) berupa empat sesi pembelajaran berbasis storytelling yang terintegrasi dengan teks hortatory exposition. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dari 4,25 pada pretest menjadi 6,78 pada posttest. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan bahwa teknik storytelling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa. Peningkatan paling dominan terjadi pada aspek pronunciation dan vocabulary. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan performa berbicara siswa, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan relevan dengan konteks kehidupan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media interaktif merupakan sarana yang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi pembelajaran melalui praktik keterampilan serta menerima feedback terhadap materi yang disampaikan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif adalah Articulate Storyline. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur pengembangan media interaktif dengan berbasis etnomatematika dengan menggunakan Articulate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk peserta didik kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung, serta mengetahui kepraktisan produk berdasarkan respon peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang dimodifikasi dari Lee dan Owens (2004), dengan lima tahapan: analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan dan kepraktisan multimedia pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika menggunakan Articualate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung dinilai sebagai berikut: (1) Penilaian dari ahli materi memperoleh skor 47 dari total skor maksimum 50, dengan presentase 94% yang berada pada interval 81% sampai 100%, termasuk dalam kategori “Sangat Valid”, (2) Penilaian dari ahli media memperoleh skor 65 dari total skor maksimum 80, dengan presentase 81%, juga dikategorikan “Sangat Valid”, (3) Kepraktisan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terbagi menjadi 3 tahap uji coba yaitu uji coba one-to-one (perorangan) dilakukan oleh tiga peserta didik menggunakan multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” didapatkan hasil presentase 81,21% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba small group (kelompok kecil) dilakukan oleh enam peserta didik didapatkan hasil presentase 83% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba field test (lapangan) yang melibatkan satu kelas dengan enam belas orang peserta didik menghasilkan presentase 84,65% dikategorikan “Sangat Praktis”. Berdasarkan keseluruhan tahap uji coba, multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebgaia media pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Abstract The problems obtained by the out the researcher when conducting interviews at SDK Frater Don Bosco, Tarakan City on June 24, 2022, showed that: First, out of the 20 students in the class, there are 3 students and if is presented in percentage, there are 15% out of 100% of students who have not been able to apply their socio-emotional behavior well towards their peers, and have not been able to express their emotional expressions negatively or positively. This study aims to determine the validity of the storybook media Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development. The benefit of research is to determine the validity of the product of storybook Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development aimed at grade 1 students of SDK Frater Don Bosco, Tarakan City. The method used in this research is the development method. The research procedure used in this development research uses the results of a modification of Borg and Gall in Sugiyono (2016) consisting of 10 stages, namely: 1) potential and problems, 2) gathering information, 3) product design, 4) design validation, 5) design improvement, 6) produc trials, 7) produc revisions, 8) usage trials, 9) product revisions, and 10) mass production. In this study, it was only carried out up to the 5th stage, namely; design improvement. The results of experts scored 80%, and for material experts the score reached 90%, while for linguists the score reached 76.6%. So, the results of the validation of experts on the Enggang Si Pemberani storybook media in product development are declared “Highly Feasible”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Digital storytelling merupakan multimedia berisikan gambar, video, animasi, suara, musik dan dapat digunakan sebagai media pengajaran. Pengisahan cerita digital bisa sederhana atau kompleks, tergantung pada keahlian pembuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan digital storytelling terhadap keterampilan berbicara. Peneliti menggunakan metode penelitian pra-eksperimental dan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa, dengan jumlah enam kali pertemuan di kelas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan parametrik statistik dengan paired t-test untuk melihat efektifnya. Nilai t-test lebih besar dari t-tabel (10.801>2,086). Adapun kolom signifikansi probabilitas (2-tailed) menunjukkan nilai (0,0000,05), artinya nilai signifikansinya lebih rendah dari tingkat signifikansinya. Jadi, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Sehingga menunjukkan perbedaan yang signifikan pada keterampilan berbicara siswa sebelum dan sesudah siswa diberi perlakuan dengan menggunakan digital storytelling.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this research was to determine the significant effect of digital storytelling on students' speaking skill. The method employed in this research was a quasi-experimental method. The sample for this research was class VIII students at SMP Negeri 3 Tanjung Palas, which were divided into experimental class and control class with a total sample of 32 students, with each class consisting of 16 students. The experimental class was taught using digital storytelling method, while the control class used conventional storytelling method. Data was analyzed statistically using the independent sample t-test. From data analysis, the value obtained was 0.007, which was smaller than 0.05, which means the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected. Therefore, it can be concluded that the speaking skills of the students taught using digital storytelling methods were significantly improved than the students taught using conventional storytelling methods. These findings indicated that digital storytelling can be an effective learning media for improving students' speaking skills. Teachers can utilize this research to design more interesting and interactive learning strategies that incorporate storytelling technology in the educational process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan metode storytelling terhadap peningkatan perilaku prososial anak usia 4-5 Tahun di TK Karya Pertiwi Tarakan. Perilaku prososial merupakan perilaku positif yang terwujud ingin menghibur sesame dalam kondisi kesusahan. Dalam penelitian ini perilaku prososial peserta didik masih kurang maksimal ditunjukkan pada saat bermain bersama teman masih ada peserta didik yang tidak ingin berbagi permainan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini menggunakan populasi 12 dan sampel berjumah 7 peserta didik kelompok A TK Karya Pertiwi Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi centang dan foto berseri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada siklus 1 dimana dari 7 anak didik kela A usia 4-5 Tahun belum mencapai ketuntasan kriteria penilaian, pretest 7 anak didik sama dengan 100% masuk dalam kategori sangat rendah (BB). Pada saat posttest adanya perubahan perilaku prososial dimana 6 anak didik sama dengan 86% masuk ke dalam (BSB) dan 1 anak didik sama dengan 14% masuk ke dalam (MB). Berdasarkan hasil tersebut storytelling dapat meningkatkan perilaku prososial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline yang ditinjau dari validasi media, materi, bahasa dan juga praktisi. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline. Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 80%, ahli materi 86%, ahli bahasa 84%, dan ahli praktisi 100%. Hasil validasi ahli media, materi, bahasan dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 82% dan uji coba lapangan sebesar 83%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan materi pecahan berdasarkan analisis kesalahan Newman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas V SDN 051 Tarakan. Informan dari penelitian ini dikelompokkan menjadi siswa dengan kemampuan tinggi, siswa dengan kemampuan sedang, dan siswa dengan kemampuan rendah. Instrumen yang digunakan seperti soal cerita matematika dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan pada kesalahan membaca didapatkan bahwa seluruh informan tidak melakukan kesalahan pada tahap ini dikarenakan memenuhi kriteria sesuai rubrik penilaian. Kemudian, pada kesalahan memahami masalah ditemukan bahwa informan dari kriteria kemampuan sedang dan rendah melakukan kesalahan dikarenakan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan. Kesalahan Transformasi merupakan kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh seluruh informan baik dari kriteria kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pada kesalahan proses perhitungan, seluruh informan melakukan kesalahan yang dimana tidak mampu untuk menjalankan prosedur/langkah-langkah yang sistematis dan benar. Terakhir, kesalahan penulisan jawaban dilakukan oleh seluruh informan dikarenakan tidak memberikan kesimpulan dalam menyelesaikan permasalahan dalam soal. Kata Kunci: Cerita, Matematika, Newman, Pecahan, Soal Abstract The research tends to answer questions related to errors made by the students to solve math story problems with fractional materials based on Newman's error analysis. This research was descriptive qualitative. The research was conducted at class V SDN 051 Tarakan. The respondents of the research were grouped into the students with high abilities, the students with moderate abilities, and the students with low abilities. The instruments of the research were math story questions and interview guidelines. Data collection techniques were test, interview, and documentation. Data analysis techniques were data reduction, data presentation, and concluding. The results of the research showed that in reading errors found all respondents did not make mistakes because they had the criteria based on the assessment rubric. Then, in comprehension the problem errors found the respondents from the medium and low ability made mistakes because they did not write down the information that was known and asked. Transformation errors were the most common mistakes made by all respondents from the high, medium, and low ability. In the calculation process errors, all respondents made mistakes that were unable to carry out the systematic and correct procedures. Finally, writing answers errors were made by all respondents because they did not conclude the summary in solving the problems of the questions. Keywords: Math Story Problem, Story, Mathematics, Newman, Fractions, Problem
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak The purpose of this research was to find out the effectiveness of using storytelling techniques in improving the speaking skills of tenth grade students at the SMA Frater Don Bosco Tarakan. This study used a pre-experimental design.Its population was all tenth grade students of the school in the 2018/2019 school year. using A purposive sampling technique, 29 students of class X IPS B were taken the sample. The instrument used to collect data was a speaking test. the data were analyzed using descriptive analysis with the help of SPSS 24.0. The results of the study showed that there was a difference in the mean score between the pretest and posttest. The pretest score was 57.52 and the post-test score was 74.34. There was an increase by 16,828 points. The result of the paired sample t-test indicated that the absolute t-value was 10,909 and the critical t-value was 2,048. As the absolute t-value was higher than the critical t-value, the Ha was accepted or the H0 was rejected. It was concluded that the use of storytelling techniques was effected in increasing the speaking skills of the tenth grade students of SMA Frater Don Bosco Tarakan. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mencari kefektifan dari menggunakan Teknik storytelling untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas sepuluh di SMA Frater Don Bosco Tarakan. Desain dari penelitian ini adalah pra eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X siswa SMA Frater Don Bosco Tarakan. Tahun pelajaran 2018/2019. Peneliti menggunakan purposive sampling dalam menentukan sample. Siswa kelas X IPS B yang terdiri dari 29 siswa adalah sample dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah tes berbicara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan bantuan SPSS 24.0 . Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata- rata antara pre test dan post test. Nilai pre test 57,52 dan nilai post test adalah 74,34. Terdapat peningkatan nilai rata- rata sebesar 16.828. Hasil dari paired sample test adalah t test = 10.909 dan t table adalah 2.048. Hasil t test lebih tinggi dari t table. Dengan demikian dapat disimpilkan Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Teknik storytelling dalam keterampilan berbicara membawa pengaruh terhadap peningkatan penguasaan dan keterampilan berbicara siswa kelas X IPS B SMA Frater Don Bosco Tarakan 2018/2019.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah menggunakan Story Mapping Strategy di SMA Hang Tuah Tarakan. Penelitian ini Menggunakan Pre-Experimental. Penentuan sampel dilakukan dengan cara teknik cluster random sampling. Terdapat satu kelas yang diperoleh sebagai sampel dalam penelitian ini. Sample dari penelitian ini adalah kelas X MIA 2 dengan jumlah 36 siswa. Kelas yang diberi perlakuan diajarkan menggunakan Story Mapping Strategy. Instrument penelitian ini adalah tes membaca teks narrative dengan tipe essay. Data yang diproses adalah data dari pre-test dan post-test dari kelas X MIA 2. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan paired sample t-test dalam aplikasi SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari nilai siswa antara pretest dan posttest. Ini dibuktikan dari hasil nilai rata-rata siswa dari pretest adalah 67.22 dan 84.31 pada hasil posttest. Ini berarti terdapat peningkatan membaca siswa dengan nilai rata-rata sebesar 17.09. Hasil dari Paired Sample t-test menunjukkan bahwa -9.944 > 2.030 itu berarti kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan setelah perlakuan diberikan. Dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hasil dari perbandingan sig (2 tailed) 0.00 0.05, itu berarti bahwa Story Mapping Strategy dapat memberikan kontribusi pada kemampuan menulis siswa pada teks narrative. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Story Mapping Stratgey efektif dalam pengajaran kemampuan membaca siswa.