ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran IPA di SMP, khususnya pada materi sistem ekskresi manusia, masih menggunakan media yang terbatas dan bersifat konvensional, sehingga kurang optimal meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia di SMP. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas. Praktisi penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian media dinyatakan layak digunakan dan menarik, karena telah memenuhi aspek tampilan visual dan audio, serta aspek kemudahan penggunaan. Penilaian materi pada media pembelajaran dinyatakan layak digunakan, karena media telah memenuhi aspek pembelajaran dan kelayakan isi materi. Hasil penilaian bahasa pada media pembelajaran dinyatakan layak digunakan karena telah memenuhi aspek kebahasaan. Selanjutnya, hasil respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia, memperoleh respon sangat positif. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi sistem ekskresi manusia layak digunakan dan mendapat respon sangat positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media interaktif merupakan sarana yang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi pembelajaran melalui praktik keterampilan serta menerima feedback terhadap materi yang disampaikan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif adalah Articulate Storyline. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur pengembangan media interaktif dengan berbasis etnomatematika dengan menggunakan Articulate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk peserta didik kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung, serta mengetahui kepraktisan produk berdasarkan respon peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang dimodifikasi dari Lee dan Owens (2004), dengan lima tahapan: analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan dan kepraktisan multimedia pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika menggunakan Articualate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung dinilai sebagai berikut: (1) Penilaian dari ahli materi memperoleh skor 47 dari total skor maksimum 50, dengan presentase 94% yang berada pada interval 81% sampai 100%, termasuk dalam kategori “Sangat Valid”, (2) Penilaian dari ahli media memperoleh skor 65 dari total skor maksimum 80, dengan presentase 81%, juga dikategorikan “Sangat Valid”, (3) Kepraktisan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terbagi menjadi 3 tahap uji coba yaitu uji coba one-to-one (perorangan) dilakukan oleh tiga peserta didik menggunakan multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” didapatkan hasil presentase 81,21% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba small group (kelompok kecil) dilakukan oleh enam peserta didik didapatkan hasil presentase 83% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba field test (lapangan) yang melibatkan satu kelas dengan enam belas orang peserta didik menghasilkan presentase 84,65% dikategorikan “Sangat Praktis”. Berdasarkan keseluruhan tahap uji coba, multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebgaia media pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline yang ditinjau dari validasi media, materi, bahasa dan juga praktisi. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline. Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 80%, ahli materi 86%, ahli bahasa 84%, dan ahli praktisi 100%. Hasil validasi ahli media, materi, bahasan dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 82% dan uji coba lapangan sebesar 83%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran interaktif menggunakan articulate storyline.