Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Penulis: SYAWAL
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES AUDIT INTERNAL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

2026•Koleksi Perpustakaan

Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES AUDIT INTERNAL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

2026•

Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR DWIBAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU TIDUNG UNTUK PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR

2026•

Kondisi yang ditemukan di SDN 008 Tarakan yaitu kegiatan pembelajaran literasi di kelas IV masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan berbasis budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Selain itu, buku bacaan yang digunakan belum mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung serta mengetahui kelayakan, manfaat, dan respon guru serta siswa terhadap media yang dikembangkan pada pembelajaran literasi siswa kelas IV-B di SDN 008 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli bahasa Indonesia, dan ahli bahasa Tidung. Selain itu, hasil angket respon guru menunjukkan kategori sangat tertarik, serta hasil angket ketertarikan siswa menunjukkan kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa media mampu meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Berdasarkan hasil uji coba dan implementasi, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran literasi di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah melalui kegiatan literasi di sekolah. Kata kunci: Buku Cerita Bergambar Dwibahasa, Kearifan Lokal, Literasi, Model ADDIE, Penelitian dan Pengembangan. The preliminary study result at SDN 008 Tarakan showed that literacy learning activities in grade IV were still dominated by the use of textbooks and Student Worksheets (LKS), as well as the lack of interesting and local culture-based learning media, resulting in low reading interest and student involvement in literacy activities. In addition, the reading books used had not been integrated with local languages as part of strengthening students' cultural identity. The purpose of this study was to develop a bilingual picture story book based on the local wisdom of the Tidung Tribe and to determine the feasibility, benefits, and responses of teachers and students to the media developed in literacy learning for grade IV-B students at SDN 008 Tarakan. This study employed the Research and Development method with the ADDIE model, which includes the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The results of the study indicated that the bilingual picture story book developed was declared very suitable for use, based on the validation results of media experts, Indonesian language experts, and Tidung language experts. In addition, the results of the teacher response questionnaire showed a very good category, and the results of the student interest questionnaire showed a very high category, which indicated that the media was able to increase students' interest in reading and understanding of reading materials. Based on the results of the trial and implementation, it can be concluded that the bilingual picture storybook based on the local wisdom of the Tidung Tribe is feasible and practical to use as a literacy learning medium in elementary schools. This research is expected to be an alternative contextual learning medium and contribute to the preservation of regional culture and language through literacy activities in schools. Keywords: Bilingual Picture Story Books, Local Wisdom, Literacy, ADDIE Model, Research and Development

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR DWIBAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU TIDUNG UNTUK PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kondisi yang ditemukan di SDN 008 Tarakan yaitu kegiatan pembelajaran literasi di kelas IV masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan berbasis budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Selain itu, buku bacaan yang digunakan belum mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung serta mengetahui kelayakan, manfaat, dan respon guru serta siswa terhadap media yang dikembangkan pada pembelajaran literasi siswa kelas IV-B di SDN 008 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli bahasa Indonesia, dan ahli bahasa Tidung. Selain itu, hasil angket respon guru menunjukkan kategori sangat tertarik, serta hasil angket ketertarikan siswa menunjukkan kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa media mampu meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Berdasarkan hasil uji coba dan implementasi, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran literasi di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah melalui kegiatan literasi di sekolah. Kata kunci: Buku Cerita Bergambar Dwibahasa, Kearifan Lokal, Literasi, Model ADDIE, Penelitian dan Pengembangan. The preliminary study result at SDN 008 Tarakan showed that literacy learning activities in grade IV were still dominated by the use of textbooks and Student Worksheets (LKS), as well as the lack of interesting and local culture-based learning media, resulting in low reading interest and student involvement in literacy activities. In addition, the reading books used had not been integrated with local languages as part of strengthening students' cultural identity. The purpose of this study was to develop a bilingual picture story book based on the local wisdom of the Tidung Tribe and to determine the feasibility, benefits, and responses of teachers and students to the media developed in literacy learning for grade IV-B students at SDN 008 Tarakan. This study employed the Research and Development method with the ADDIE model, which includes the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The results of the study indicated that the bilingual picture story book developed was declared very suitable for use, based on the validation results of media experts, Indonesian language experts, and Tidung language experts. In addition, the results of the teacher response questionnaire showed a very good category, and the results of the student interest questionnaire showed a very high category, which indicated that the media was able to increase students' interest in reading and understanding of reading materials. Based on the results of the trial and implementation, it can be concluded that the bilingual picture storybook based on the local wisdom of the Tidung Tribe is feasible and practical to use as a literacy learning medium in elementary schools. This research is expected to be an alternative contextual learning medium and contribute to the preservation of regional culture and language through literacy activities in schools. Keywords: Bilingual Picture Story Books, Local Wisdom, Literacy, ADDIE Model, Research and Development

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SALINITAS BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP LARVA KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2025•

ABSTRAK Kepiting Bakau (Scylla serrata) menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun penangkapan berlebihan yang terjadi menyebabkan penurunan populasi. Budidaya kepiting bakau di Kalimantan Utara terus dikembangkan untuk menjaga produktivitasnya, maka dengan itu diuji dengan beberapa salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas terhadap sintasan larva kepiting bakau dan mengidentifikasi salinitas optimal untuk mendukung budidaya yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Mini Hatchery Koperasi Produsen Nelayan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 15 ppt; perlakukan B salinitas 20 ppt; perlakuan C salinitas 25 ppt; dan perlakuan D salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi ada pada perlakuan B (20 ppt) dengan nilai sintasan 5,00% pada fase crablate, sementara sintasan terendah ada pada perlakuan A (15 ppt) dengan nilai sintasan 3,00%. Berdasarkan hasil uji Anova V.26 menunjukan bahwa perlakuan B (20 ppt) berbeda nyata dengan perlakuan A(15 ppt).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SALINITAS BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP LARVA KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kepiting Bakau (Scylla serrata) menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun penangkapan berlebihan yang terjadi menyebabkan penurunan populasi. Budidaya kepiting bakau di Kalimantan Utara terus dikembangkan untuk menjaga produktivitasnya, maka dengan itu diuji dengan beberapa salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas terhadap sintasan larva kepiting bakau dan mengidentifikasi salinitas optimal untuk mendukung budidaya yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Mini Hatchery Koperasi Produsen Nelayan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 15 ppt; perlakukan B salinitas 20 ppt; perlakuan C salinitas 25 ppt; dan perlakuan D salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi ada pada perlakuan B (20 ppt) dengan nilai sintasan 5,00% pada fase crablate, sementara sintasan terendah ada pada perlakuan A (15 ppt) dengan nilai sintasan 3,00%. Berdasarkan hasil uji Anova V.26 menunjukan bahwa perlakuan B (20 ppt) berbeda nyata dengan perlakuan A(15 ppt).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain PLTSA Menggunakan Software PVSyst di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi yang ada saat ini, Sebagian besar terpenuhi oleh energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.Namun persediaan energi yang ada saat ini semakin berkurang Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti matahari, air, angin, panas bumi dan bioenergi. PLTS Atap merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan energi Listrik yang semakin meningkat. Desain PLTS Atap di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Listrik. Hasil Analisa diperoleh jumlah panel yang digunakan sebanyak 675 unit dan 5 unit inverter dengan sudut putar 12°C dan azimuth 0°C. Energi yang dihasilkan 1.922,6 kWh/tahun. Pengurangan energi yang diterima sebesar 0.66%. Kerugian IAM dari sistem sebesar 2.31%, dan efisiensi pada pengukuran sebesar 21.71%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR YANG TELAH MELAKUKAN PEMEREIKSAAN IVA TEST DI KELURAHAN PANTAI AMAL

2023•Koleksi Perpustakaan

Kanker serviks adalah pembunuh nomor dua wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Inspeksi visual untuk asam asetat adalah metode skrining kanker serviks menggunakan larutan asam asetat 3-5% pada leher rahim dan melihat perubahan warna yang terjadi setelah melakukan penyebaran. Wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat di kelurahan Pantai Amal tercatat belum mencapai target atau masih cukup rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA test di kelurahan Pantai Amal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain non-eksperimisual Asetatental (observasional) dengan jumlah sampel sebanyak 114 sampel. Hasil penelitian menunjukkan persentase wanita usia subur yang melakukan IVA test dengan usia 21-35 tahun 52 orang (45,6), memiliki pendidikan sekoah menengah atas 43 orang (37,7) tidak bekerja 75 orang (65,8 dan hasil pemeriksaan IVA test 114 orang tecatat negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik wanita usia subur sebagian besar berpendidikan, sekolah menengah atas, tidak bekerja, multipara, Visual Asam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR YANG TELAH MELAKUKAN PEMEREIKSAAN IVA TEST DI KELURAHAN PANTAI AMAL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker serviks adalah pembunuh nomor dua wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Inspeksi visual untuk asam asetat adalah metode skrining kanker serviks menggunakan larutan asam asetat 3-5% pada leher rahim dan melihat perubahan warna yang terjadi setelah melakukan penyebaran. Wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat di kelurahan Pantai Amal tercatat belum mencapai target atau masih cukup rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA test di kelurahan Pantai Amal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain non-eksperimisual Asetatental (observasional) dengan jumlah sampel sebanyak 114 sampel. Hasil penelitian menunjukkan persentase wanita usia subur yang melakukan IVA test dengan usia 21-35 tahun 52 orang (45,6), memiliki pendidikan sekoah menengah atas 43 orang (37,7) tidak bekerja 75 orang (65,8 dan hasil pemeriksaan IVA test 114 orang tecatat negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik wanita usia subur sebagian besar berpendidikan, sekolah menengah atas, tidak bekerja, multipara, Visual Asam

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

identifikasi jenis- jenis kepiting bakau scylla spp diperairan kalimantan utara

2022•Koleksi Perpustakaan

Salah satu sumber daya perikanan diwilayah perairan Indonesia adalah kepiting bakau namaun informasi mengenai keberadaan kepiting bakau khususnya jenis-jenis masih terbatas begitu juga pada wilayah perairan Kalimantan Utara Kota Tarakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan identifikasi jenis morfologi kepiting bakau. Penelitian ini yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021 ini adalah untuk mengetrahui jenis dan morfologi kepiting bakau. Sampel yang diteliti adalah kepiting bakau yang didaratkan di 3 (tiga) tempat. Perikanan di Instalasi Karantina Ikan Koperasi Produsen Nelayan Kecamatan Tarakan Barat, Juata laut di UD. Sinar Jaya kecamatan Tarakan Utara , dan Jl. Lapangan UD. Ashrap Jaya Kecamatan Tarakan Barat. Kepiting yang tertangkap oleh nelayan diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisa data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui daerah tangkapan. Jumlah spesies ytang didapatkan ada 2 (dua) spesie yaitu Scylla serrata dan Scylla tranquebarica.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

identifikasi jenis- jenis kepiting bakau scylla spp diperairan kalimantan utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sumber daya perikanan diwilayah perairan Indonesia adalah kepiting bakau namaun informasi mengenai keberadaan kepiting bakau khususnya jenis-jenis masih terbatas begitu juga pada wilayah perairan Kalimantan Utara Kota Tarakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan identifikasi jenis morfologi kepiting bakau. Penelitian ini yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021 ini adalah untuk mengetrahui jenis dan morfologi kepiting bakau. Sampel yang diteliti adalah kepiting bakau yang didaratkan di 3 (tiga) tempat. Perikanan di Instalasi Karantina Ikan Koperasi Produsen Nelayan Kecamatan Tarakan Barat, Juata laut di UD. Sinar Jaya kecamatan Tarakan Utara , dan Jl. Lapangan UD. Ashrap Jaya Kecamatan Tarakan Barat. Kepiting yang tertangkap oleh nelayan diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisa data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui daerah tangkapan. Jumlah spesies ytang didapatkan ada 2 (dua) spesie yaitu Scylla serrata dan Scylla tranquebarica.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail