ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kesehatan organ intim wanita merupakan hal yang perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam menjaga kebersihannya. Vagina merupakan salah satu organ reproduksi wanita yang sangat rentan terkena penyakit infeksi, saluran reproduksi karena struktur anatominya, ditandai dengan adanya gejala keputihan (fluor albus) yang merupakan peristiwa alamiah. Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 saat menstruasi, juga terjadi melalui rangsangan seksual. Upaya untuk mengatasi keputihan (flour albus) tanpa obat-obatan termasuk menggunakan obat herbal dengan rekam jejak keberhasilan, seperti daun sirih (pipper betlle lin). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur dengan pemberian rebusan daun sirih untuk mengatasi keputihan. Jenis penelitian ini adalah desktirtif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wanita usia subur yang mengalami keputihan. Rebusan daun sirih yang diberikan setiap harinya digunakan 3-4 lembar direbus dengan 250-300ml air dan dipakai 2 kali perhari selama 5 hari. Hasil menunjukkan bahwa pengurangan intensitas pengeluaran, rasa gatal dan tidak kenyamanan menjadi lebih baik. Penerapan rebusan daun sirih digunakan saat membersihkan reproduksi terbukti efektif dalam mengurangi keputihan pada wanita usia subur dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Masih tingginya Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau yang ingin menjarangkan kelahiran, tetapi tidak menggunakan kontrasepsi (unmet need), dengan data stagnan di angka 11 % dalam 10 tahun terakhir, sementara target sebesar 7,4 % pada tahun 2024. (Kemenkes RI, 2021). Siregar (2021) menyebutkan bahwa pengetahuan tentang KB berhubungan secara signifikan dengan kejadian unmet need KB. Penelitian Kurniati (2023) juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap terhadap perilaku unmet need KB pada WUS. Hal ini sejalan dengan penelitian Kartika (2015) yang menunjukkan bahwa sikap terhadap KB mempunyai pengaruh bermakna terhadap kejadian unmet need. Penelitian ini adalah jenis non ekperimental yaitu penelitian korelasional kausal untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap variabel terikat yaitu kejadian unmet need KB. sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 94 orang Wanita Usia Subur (WUS). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling menggunakan instrumen berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 51 responden (54,3 %) mempunyai pengetahuan yang cukup tentang KB, sebanyak 92 responden (97,3%) mempunyai sikap yang positif terhadap KB. Hasil statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) dengan kejadian unmet need KB pada WUS. Diharapkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan organisasi non-profit, untuk mengoptimalkan upaya dalam mengatasi masalah unmet need keluarga berencana di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau dalam hal penyediaan berbagai metode dan alat kontrasepsi di fasilitas-fasilitas kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, luasnya cakupan permasalahan dan mengenai pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap penggunaan alat kontrasepsi, hal ini membutuhkan sebuah media promosi kesehatan yang mampu merangkum edukasi yang berkesinambungan antara satu permasalahan mengenai KB atau dengan permasalahan lain. Media video dapat menyampaikan berbagai berita atau informasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap WUS sebelum dan sesudah diberikan informasi melalui media video tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pantai Amal dan menganalisis pengaruh pemberian informasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap WUS di Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment (pre-post test design one group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal sebelum pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan bahwa rata-rata responden masih berpengetahuan kurang dan bersikap negatif. Tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal setelah pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan adanya peningkatan yaitu rata-rata responden sudah berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang positif. Pemberian informasi dengan media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan WUS dan perubahan sikap WUS tentang KB IUD. Pada hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden atau WUS yang tidak langsung mengalami peningkatan pengetahuan atau perubahan sikap tentang KB IUD, disebabkan karena sebagian responden masih belum menyerap informasi dengan baik pada saat penyampaian informasi tentang KB IUD menggunakan media video.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker serviks adalah pembunuh nomor dua wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Inspeksi visual untuk asam asetat adalah metode skrining kanker serviks menggunakan larutan asam asetat 3-5% pada leher rahim dan melihat perubahan warna yang terjadi setelah melakukan penyebaran. Wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat di kelurahan Pantai Amal tercatat belum mencapai target atau masih cukup rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA test di kelurahan Pantai Amal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain non-eksperimisual Asetatental (observasional) dengan jumlah sampel sebanyak 114 sampel. Hasil penelitian menunjukkan persentase wanita usia subur yang melakukan IVA test dengan usia 21-35 tahun 52 orang (45,6), memiliki pendidikan sekoah menengah atas 43 orang (37,7) tidak bekerja 75 orang (65,8 dan hasil pemeriksaan IVA test 114 orang tecatat negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik wanita usia subur sebagian besar berpendidikan, sekolah menengah atas, tidak bekerja, multipara, Visual Asam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikkan kedalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk kedalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Ada dua jenis kontrasepsi suntik, yaitu kb suntik kombinasi 1 bulan dan kb suntik berisi hormon progestin 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik di Praktik Mandiri Bidan Putri. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 600 akseptor kb suntik pada bulan Januari-April di Praktik Mandiri Bidan Putri. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan metode accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 40 orang (66,7%), sebagian besar paritas multipara yaitu sebanyak 35 orang (58,3%), sebagian besar pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%), sebagian besar pekerjaan yaitu tidak bekerja sebanyak 47 orang (78,3%), sebagian besar pemilihan alat kontrasepsi yaitu kb suntik 3 bulan sebanyak 41 orang (68,3%). Kesimpulan gambaran pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik menunjukkan sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 40 orang (66,7%), berpengetahuan cukup 15 orang (25,0%), berpengetahuan kurang 5 orang (8,3%).