ASUHAN KEBIDANAN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH UNTUK MENGATASI KEPUTIHAN DI DESA MALINAU HILIR
Kesehatan organ intim wanita merupakan hal yang perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam menjaga kebersihannya. Vagina merupakan salah satu organ reproduksi wanita yang sangat rentan terkena penyakit infeksi, saluran reproduksi karena struktur anatominya, ditandai dengan adanya gejala keputihan (fluor albus) yang merupakan peristiwa alamiah. Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 saat menstruasi, juga terjadi melalui rangsangan seksual. Upaya untuk mengatasi keputihan (flour albus) tanpa obat-obatan termasuk menggunakan obat herbal dengan rekam jejak keberhasilan, seperti daun sirih (pipper betlle lin). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur dengan pemberian rebusan daun sirih untuk mengatasi keputihan. Jenis penelitian ini adalah desktirtif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wanita usia subur yang mengalami keputihan. Rebusan daun sirih yang diberikan setiap harinya digunakan 3-4 lembar direbus dengan 250-300ml air dan dipakai 2 kali perhari selama 5 hari. Hasil menunjukkan bahwa pengurangan intensitas pengeluaran, rasa gatal dan tidak kenyamanan menjadi lebih baik. Penerapan rebusan daun sirih digunakan saat membersihkan reproduksi terbukti efektif dalam mengurangi keputihan pada wanita usia subur dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.