ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Adaptasi Benih Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Suplemen Vitamin D3+K2 Terhadap Salinitas Abstrak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun kurang toleran terhadap salinitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suplemen Vitamin D3+K2 terhadap adaptasi benih ikan nila pada berbagai tingkat salinitas. Penelitian dilaksanakan Agustus– September 2025 di Laboratorium Budidaya Perairan FPIK Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan RAL Faktorial (Faktor A: pakan dengan/tanpa Vitamin D3+K2; Faktor B: salinitas 5, 10, 15 ppt) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot dan panjang mutlak, SGR, Survival Rate (SR) dianalisis secara statistik menggunakan anova two way factor dan uji lanjut LSD dengan tingkat kepercayaan 95% (p0,05), dan secara deskriptif untuk kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Vitamin D3+K2 pada salinitas 5 ppt menghasilkan pertumbuhan terbaik bobot mutlak 1,79 g; panjang mutlak 3,9 cm; SGR 5,96%), dengan SR 100% pada semua perlakuan. Disimpulkan bahwa suplemen Vitamin D3+K2 pada salinitas 5–10 ppt mer upakan kombinasi optimal untuk budidaya benih nila di perairan payau. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kepiting Bakau (Scylla serrata) menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun penangkapan berlebihan yang terjadi menyebabkan penurunan populasi. Budidaya kepiting bakau di Kalimantan Utara terus dikembangkan untuk menjaga produktivitasnya, maka dengan itu diuji dengan beberapa salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas terhadap sintasan larva kepiting bakau dan mengidentifikasi salinitas optimal untuk mendukung budidaya yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Mini Hatchery Koperasi Produsen Nelayan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 15 ppt; perlakukan B salinitas 20 ppt; perlakuan C salinitas 25 ppt; dan perlakuan D salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi ada pada perlakuan B (20 ppt) dengan nilai sintasan 5,00% pada fase crablate, sementara sintasan terendah ada pada perlakuan A (15 ppt) dengan nilai sintasan 3,00%. Berdasarkan hasil uji Anova V.26 menunjukan bahwa perlakuan B (20 ppt) berbeda nyata dengan perlakuan A(15 ppt).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Artemia merupakan salah satu pakan alami bagi larva udang dan ikan yang banyak digunakan di tempat balai pembenihan atau pembudidaya benih udang dan ikan baik air laut maupun air tawar di seluruh Indonesia. Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui salinitas optimal untuk penetasan kista Artemia sp. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara mengukur jumlah tetas artemia sp.. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan pengamatan secara langsung yang kemudian dituliskan dalam bentuk kalimat. One-way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan hatching rate Artemia antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tertinggi untuk penetasan kista Artemia sp adalah pada salinitas 30 ppt yaitu sekitar 107.000 individu/L, selanjutnya secara berurutan pada salinitas 35 ppt sekitar 83.000 individu/L, salinitas 25 ppt sekitar 65.666 individu/L, dan salinitas 40 ppt sekitar 53.666 individu/L. Berdasarkan uji ANOVA perlakuan salinitas 30 ppt berbeda nyata dengan seluruh perlakuan salinitas lainnya. Hasil uji duncan menunjukkan perlakuan dengan salinitas 25 ppt tidak berbeda nyata dengan salinitas 40 ppt tetapi berbeda nyata dengan salinitas 35 ppt.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Metode mutilasi pada kepiting bakau perlu dikurangi meskipun sangat memicu percepatan moulting. Uji manipulasi lingkungan pada budidaya kepiting soka perlu dilakukan yakni menggunakan kejutan salinitas air pada media pemeliharaan tanpa adanya mutilasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji proses moulting kepiting bakau (Scylla serrata) yang optimal dengan menggunakan perbedaan salinitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 5 ppt; perlakukan B salinitas 10 ppt; perlakuan C salinitas 15 ppt; dan perlakuan D salinitas 20 ppt. Kepiting yang digunakan memiliki bobot tubuh berkisar antara 40 – 60 gram berjenis kelamin jantan dengan jumlah 16 ekor sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A memiliki waktu tercepat pada proses moulting, dengan hasil rata – rata 18 hari diikuti perlakuan B dengan lama waktu sekitar 32 hari, perlakuan C sekitar 34 hari dan perlakuan D tidak terjadi proses moulting pada waktu yang ditentukan. Hasil dari tingkat kelangsungan hidup selama penelitian adalah perlakuan B dan C memiliki tingkat kelangsungan hidup terbaik sekitar 100% sedangkan perlakuan A dan D dengan tingkat kelangsungan hidup yang cukup baik sekitar 75%. Berdasarkan uji ANOVA tidak terjadi perbedaan yang nyata antara perlakuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Karena ikan nila digemari oleh masyarakat, ikan ini bisa di jadikan peluang usaha budidaya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perubahan salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh salinitas berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta mengetahui salinitas yang terbaik untuk kelulushidupan dan pertumbuhan yang tertinggi pada benih nila (Oreochromis niloticus) sehingga produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat dioptimalkan. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dari bulan Oktober- November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dimana tiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pemeliharaan ikan dengan salinitas 0 ppt, 4 ppt, 6 ppt dan 10 ppt. Hasil penelitian ini yaitu pemeliharaan ikan nila dengan salinitas berbeda pada perlakuan diperoleh pertumbuhan panjang P0 (0 ppt) 1,17 cm, P1 (4 ppt) 1,21 cm, P2 (6 ppt) 1,27 cm dan P3 (10 ppt) 1,34 cm. Sedangkan untuk pertumbuhan bobot ikan nila yang diperoleh P0 1,37 gr, P1 2,12 gr, P2 2,17 gr, P3 2,24 gr. Untuk kelangsungan hidup ikan nila diperoleh nilai P0 53%, P1 83%, P2 dan P3 sebesar 86 %. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P0:0 ppt P1:4 ppt, P2:6 ppt, P3:10 ppt berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan ikan nila pada salinitas 10 ppt memberikan nilai hasil pertumbuhan berat dan panjang yang tinggi dengan kelangsungan hidup 86%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI PERTUMBUHAN BIBIT MANGROVE JENIS (Rhizhopora mucronata) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Hutan mangrove di definisikan sebagai hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara yang terpengaruh oleh pasang surut air laut, tergenang air laut, tetapi tidak terpengaruhi oleh iklim hutan mangrove. Hutan mangrove terdapat pada tanah berlumpur, berpasir, atau tanah berpasir. Rhizophora mucronata adalah salah satu jenis mangrove. Salah satu alasan yang membuat jenis ini banyak dipilih untuk rehabilitasi hutan mangrove karena buahnya yang mudah diperoleh, mudah disemai serta dapat tumbuh pada daerah ge-nangan pasang yang tinggi maupun genangan rendah,Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pertumbuhan bibit mangrove jenis (Rhizophora mucronata) di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2024 yang meliputi persiapan bahan penelitian pengukuran data pertumbuhan di lapangan dan pengolahan data. Lokasi penelitian berada di pembibitan mangrove KKMK Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Pada tahap awal penelitian, dilakukan persiapan dengan mengumpulkan kecambah benih Rhizophora mucronata yang akan diteliti yaitu sebanyak 120 buah pada masing – masing lokasi penelitian. Agar mendapatkan kondisi buah yang memiliki umur yang sama, maka penentuan bibit dilakukan dengan mempertimbang induk pohon yang sama. Pengamatan juga dilakukan secara visual terhadap buah mangrove yang ditemukan dengan memperhatikan ukuran dan kondisi buah mangrove. Pada tahap persiapan berikutnya adalah mendapatkan data awal benih mangrove dengan mengukur panjang kecambah awal dan panjang tunas awal yang telah didapatkan,Jenis bibit yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis Rhizophora mucronata. Sumber bibit berasal pohon induk Rhizophora mucronata dari KKMK. Jumlah bibit yang dgunakan sebanyak 120 bibit mangrove siap tanam. Adapun ukuran panjang kecambah bibit mangrove Rhizhopora. mucronate antara 49, cm sampai dengan 80 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan sumber daya alam tropis yang mempunyai manfaat ganda, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis jenis mangrove di lahan bekas tambak dan mengetahui kondisi hutan mangrove di lahan bekas tambak Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2023. Pengambilan data menggunakan metode penelitian purposive sampling. Data vegetasi mangrove terbagi atas 3 kriteria yaitu semai, anakan dan pohon dengan jumlah 8 plot dengan ukuran 10m x 10m untuk semai, 5m x 5m untuk pohon, dan 1m x 1m untuk anakan. Penelitian ini menggunakan analisis data vegetasi mangrove yang meliputi Kerapatan Jenis (Ki), Kerapatan relatif (KR), Frekuensi Jenis (F), Frekuensi Relatif (FR), Basal Area (BA), Penutupan jenis atau dominansi jenis (D), Penutupan relatif atau dominansi relatif (DR), dan Indeks nilai penting (INP). Serta data pendukung yaitu salinitas dan substrat. Penelitian ini dilakukan dengan 2 titik lokasi, luasan areal tambak titik lokasi 1 sekitar 1,97 ha, sedangkan luasan pada areal tambak titik lokasi 2 sekitar 19,29 ha. Pada lokasi penelitian ditemukan 2 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba, dan Avicennia alba. Dari hasil penelitian data vegetasi kriteria kerapatan mangrove yang dihasilkan sebesar 6,178 ind/ha, ini menunjukkan bahwa kondisi mangrove memiliki kriteria sangat padat. Kondisi substrat yang ada di lahan bekas tambak memiliki jenis substrat yang (Clay Loam) Lempung berliat dan (Sandy Clay Loam) Lempung liat berpasir dan salinitas di lokasi sampling pada saat terendam (pasang) berkisar 25-30 ppt. Mangrove pada kondisi ini tergolong batas toleransi karena masih mendukung untuk kehidupan vegetasi mangrove yang ada pada wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove adalah jenis vegetasi yang terdapat di daerah pantai tropis. Hutan mangrove adalah salah satu hutan yang potensial dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan hutan mangrove yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan rehabilitasi dapat menyebabkan penurunan luasan mangrove yang menyebabkan berkurangnya fungsi mangrove dalam ekosistem. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove adalah tanah atau substrat. Tujuan dari penelitian ini, mengidentifikasi jenis mangrove dan mengetahui kondisi struktur komunitas di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2023. Metode Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada 22 plot dengan ukuran 10m x 10 m untuk pohon, 5 x 5m untuk anakan dan 1m x 1m untuk semai. Penelitian ini menggunakan analisis data vegetasi mangrove yang meliputi analisis Kerapatan Jenis, Kerapatan Relatif, Frekuensi Jenis, Frekuensi Relatif, Dominansi, Dominansi Relatif, dan Indeks Nilai Penting. Serta data pendukung yaitu salinitas dan substrat. Pada kawasan ditemukan 10 jenis mangrove namun hanya 5 jenis yang masuk dalam transek pengamatan. Dari hasil analisis data vegetasi kriteria kerapatan mangrove yang didapatkan sebesar 1.627 ind/ha dan masuk dalam kriteria sangat padat. Kondisi substrat dilokasi terdiri dari lempung berliat (clay loam) dan lempung liat berpasir (sandy clay loam) dan salinitas pada saat pasang surut 20 ppt. Mangrove pada kawasan ini tergolong dalam kriteria sangat padat dan tergolong dalam kondisi baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UJI BENIH IKAN PATIN SIAM (PANGASIONODON HYPOPTHALMUS) DARI INDUK UNGGUL HASIL EPIGENETIK DENGAN SALINITAS TINGGI Abstrak Upaya peningkatan produksi ikan patin dilakukan dengaqn beberapa cara seperti perbaikan kondisi lingkungan budidaya, peningkatan kualitas pakan, hibridisasi, manipulasi genetik, dan manipulasi hormon. Peningkatan kualitas pakan dapat dilakukan dengan modifikasi pakan komersil. Modifikasi pakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan penggunaan bahan alam seperti katuk dan vitamin C. Untuk mengetahui benih itu unggul maka dilakukan uji tantang menggunakan salinitas tinggi (15 ppt). Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan benih ikan patin siam dari induk yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan konsep epigenitik melalui uji tantang menggunakan salinitas tinggi (15 ppt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - November 2023. Metode yang digunakan adalah metode RAL, pada penelitian ini menggunakan ikan patin siam sebanyak 25 ekor per akuarium dan di uji selama 1 jam pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan daya tahan ikan patin siam dari pengamatan fisiologis memiliki perbedaan pada setiap perlakuan. Rata-rata bukaan operkulum pada salinitas tinggi (15 ppt) yaitu kontro (162,00 ± 4,92 kali), katu (98,00 ± 20,72 kali), vitamin C (196,25 ± 2,10 kali). Penurunan bobot rata-rata pada salinitas tinggi (15 ppt) pada kontrol (0,63 ± 0,22 gr), katuk (1,18 ± 0,12 gr), vitamin C (1,30 ± 0,11 gr). Mortalitas pada salinitas tinggi (15 ppt) pada kontrol sebesar (96,00% ± 4,00%), katuk (48,00% ± 4,00 %), dan vitamin C (33.00% ± 4,12 %). Dapat disimpulkan dari 3 perlakuan yang dilakukan setelah dilakukan uji tantang salinitas tinggi, hasil terbaik di peroleh pada perlakuan vitamin c dengan dosis 5,99 gr, yang dilihat dari bukaan operkulum, tingkah laku, perubahan bobot tubuh, dan tingkat mortalitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan laut lokal yang disebut nomei dapat ditemukan di perairan Tarakan. Nomei adalah ikan yang dijual secara komersial dan biasanya dijual kering. Penangkapan ikan nomei yang terus berlanjut membuat habitat ikan nomei terus menurun akibatnya pendapatan nelayan akan berkurang bahkan bisa membuat habitat ikan nomei punah. salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat kolam yang sesusai dengan habitat ikan nomei. Faktor utama yang menentukan keberhasilan pembuatan kolam habitat ikan adalah kualitas air. Pengukuran salinitas dan kekeruhan air dilakukan dengan menggunakan dua instrumen yang berbeda, yaitu sensor salinitas dan sensor turbidity. Tipe penelitian ini adalah kuantitatif yaitu bersifat observasi menggunakan rancang bangun. Waktu pengambilan data dilakukan selama 24 jam dengan dua pengambilan data yaitu open loop dan close loop. Hasil penelitian Pada sensor salinitas pengkalibrasian didapatkan nilai nilai error pada kalibrasi sebesar 24,55% dan nilai akurasi sebesar 75,55%. Kemampuan sistem untuk menurunkan kadar garam adalah 4 PPM dalam waktu 24 menit, kemampuan sistem menaikan kadar garam adalah 5 PPM dalam waktu 24 menit. sistem ini sangat baik sehingga dapat diaplikasikan pada kolam ikan nomei. Pada sensor turbidity didapatkan nilai nilai error pada kalibrasi sebesar 16,78% dan nilai akurasi sebesar 82.22%. kemampuan filter air untuk menurunkan kadar kejernihan pada kolam dalam waktu 50 menit adalah 20 NTU.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Nomei (Harpodon nehereus) merupakan ikan istimewa dan salah satu kharateristik dari kota Tarakan, dikarenakan termasuk kedalam hewan endemik yang hanya dijumpai di daerah pesisir tepatnya pada daerah Juata Laut. Kandungan gizi dan protein yang terdapat pada ikan nomei sangat tinggi sehingga banyak digemari oleh masyarakat kota Tarakan. Mencegah turunnya tingkat populasi ikan nomei akibat penangkapan yag dilakukan oleh nelayan yang secara terus menerus sehingga diperlukan budidaya yang berkelanjutan dan sinergis dengan cara domestifikasi. Untuk menunjang kegiatan domestifikasi ikan nomei dilakukan dengan cara implementasi pengendalian kualitas air kolam dengan memperhatikan dua parameter terukur yaitu salinitas dan pH air dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali kualitas air kolam. Adapun hasil pengendalian pada salinitas air kolam up to down mengalami penurunan sebesar 3.0316% dan pada down to up kenaikan nilai salinitas sebesar 8.18382%. Untuk pengendalian pH air kolam sistem bekerja dengan baik dan mampu mempertahankan nilai pH pada set point yang telah ditentukan pada jam 1:08:00 AM, 2:08:00 AM, 3:06:00 AM, 4:33:00 AM, 6:37:00 AM, 7:13:00 AM dan 3:01:00 PM dengan nilai pH antara 7.5 – 8.5. Rekomendasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem kendali kualitas air yang telah dibuat mampu mempertahankan dan mengendalikan pH air kolam ikan nomei sesuai dengan nilai set point yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada penelitian ini dirancang sebuah perangkat sistem monitoring kualitas air pada budidaya tambak berbasis internet of things (IoT) yang mampu mengukur dan memonitoring suhu, pH, konduktifitas, salinitas ,TDS (Total Dissolve solid), dan kekeruhan secara realtime. Pada Perangkat monitoring kualitas air menggunakan enam buah sensor analog. Nilai keluaran perangkat ini berupa nilai ADC yang dikonversikan, dan data parameter kualitas air tersebut akan dikirim ke gateway, dengan internet of things (IoT). Perangkat lunak dalam perangkat monitoring kualitas air tersebut mengunakan aplikasi blynk untuk mengakses data yang berfungsi sebagai interface antara modem (internet) dan PC atau Handphone. ESP8266 yang sudah terangkai dengan modul internet of things berguna sebagai pengirim data dari node sensor ke Data center (blynk) dengan mengunakan modem untuk mengakses internet, alat perbandingan untuk kalibrasi sensor menggunakan alat ukur yang standar yang telah dihitung menggunakan perhitungan microsoft exel Pada perhitungan tingkat akurasi yang di lakukan menggunakan sampel uji pada tiap-tiap sensor didapat akurasi 99,998% dengan menggunakan persamaan rumus regresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai dari pengujian sensor yang diperoleh pada hasil monitoring kualitas air tambak dan diambil nilai rata-rata yang terbaca pada pH 5,09-5,26pH, TDS 391,03-516,00mg/L, salinitas 25,89-33,19ppt, konduktifitas 25,37-26,53S/m, kekeruhan 15,35-25,65ntu, dan suhu 27-33℃ disimpulkan perubahan pada kualitas air tambak yang diamati 30 menit sekali selama 24 jam kualitas air tambak terlihat mengalami perbedaan nilai kualiats air tetapi tidak terlalu jauh secara realtime dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things berdasarkan hasil peneletian didapatkan nilai dari pengujian keseluruhan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things (IoT).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan ekosistem peralihan antara daratan dan lautan di sebagian besar sepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang tergenang air laut. Mangrove dapat tumbuh di area bekas tambak. Lahan tambak yang sudah lama ditinggal akan ditumbuhi oleh mangrove secara alami yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisis jenis mangrove serta mengetahui kondisi mangrove yang ada di lahan bekas tambak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data vegetasi mangrove tingkat anakan dan semai serta data pendukung yaitu, salinitas dan substrat. Penentuan letak titik petak untuk sampling mangrove dilakukan dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini ditemukan 3 jenis mangrove yaitu Sonnerata alba, Avicennia lanata dan Avicennia alba. Indeks Nilai Penting (INP) mangrove di lahan bekas tambak tergolong baik yang dibuktikan nilai INP yang didapatkan tidak ada yang 15%. Hal ini berarti jenis mangrove yang didapatkan di lokasi penelitian berperan penting dalam pembentukan ekosistem mangrove. Kerapatan didapatkan sebesar 1.910 ind/ha dan termasuk dalam kriteria sangat padat. Salinitas air laut pada saat pasang berkisar 25º/ₒₒ-30º/ₒₒ. Dari hasil yang didapatkan jenis substrat di lahan tambak memiliki dua jenis substat yaitu, Sandy Clay (liat berpasir) dan Sandy Clay Loam (lempung liat berpasir). Mangrove pada Bekas Tambak tergolong dalam kriteria sangat padat dan tergolong dalam kondisi baik.