RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI KAYAN TANJUNG SELOR BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN LOGIKA FUZZY TSUKAMOTO
-
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
-
Ikan laut lokal yang disebut nomei dapat ditemukan di perairan Tarakan. Nomei adalah ikan yang dijual secara komersial dan biasanya dijual kering. Penangkapan ikan nomei yang terus berlanjut membuat habitat ikan nomei terus menurun akibatnya pendapatan nelayan akan berkurang bahkan bisa membuat habitat ikan nomei punah. salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat kolam yang sesusai dengan habitat ikan nomei. Faktor utama yang menentukan keberhasilan pembuatan kolam habitat ikan adalah kualitas air. Pengukuran salinitas dan kekeruhan air dilakukan dengan menggunakan dua instrumen yang berbeda, yaitu sensor salinitas dan sensor turbidity. Tipe penelitian ini adalah kuantitatif yaitu bersifat observasi menggunakan rancang bangun. Waktu pengambilan data dilakukan selama 24 jam dengan dua pengambilan data yaitu open loop dan close loop. Hasil penelitian Pada sensor salinitas pengkalibrasian didapatkan nilai nilai error pada kalibrasi sebesar 24,55% dan nilai akurasi sebesar 75,55%. Kemampuan sistem untuk menurunkan kadar garam adalah 4 PPM dalam waktu 24 menit, kemampuan sistem menaikan kadar garam adalah 5 PPM dalam waktu 24 menit. sistem ini sangat baik sehingga dapat diaplikasikan pada kolam ikan nomei. Pada sensor turbidity didapatkan nilai nilai error pada kalibrasi sebesar 16,78% dan nilai akurasi sebesar 82.22%. kemampuan filter air untuk menurunkan kadar kejernihan pada kolam dalam waktu 50 menit adalah 20 NTU.
Kekeruhan dapat diartikan sebagai ukuran relatif kejernihan air. Kekeruhan merupakan suatu kondisi air yang di dalamnya terdapat sedidkit atau banyak partikel-partikel halus yang kadang tak kasat mata sehingga diperlukan suatu alat dengan efek cahaya untuk mengukur kondisi air baku dengan skala NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Internet of things merupakan suatu objek yang mampu melakukan suatu pengiriman data melalui jaringan internet Disini peneliti akan membuat sebuah sistem pemantauan air berbasis internet of things melalui smartphone. Berdasarkan hasil peneletian didapatkan nilai dari pengujian sensor turbidity yang dibandingkan dengan alat ukur Milwaukee Mi415 didapatkan error 0,163%. Pada perhitungan akurasi didapat nilai 99,12%. Pada data yang bervariasin dilakukan percobaan dari kekeruhan sangat rendah 1,92 NTU sampai dengan kekeruhan yang sangat tinggi 299 NTU. Pada pengujian sistem didapat notifikasi aktif ketika nilai kekeruhan diatas 5 NTU dan buzzer akan berbunyi. Dari pemantauan yang dilakukan selama 24 jam didapat dan sensor turbidity dibandingkan dengan alat ukur milwaukee didapat nilai error 0,236% dan akurasi 99,23%.