Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Petani Hortikultura Di Tarakan Utara
A
Profil penulis
4 karya publik ditemukan.
A
A
.
.Pada penelitian ini dirancang sebuah perangkat sistem monitoring kualitas air pada budidaya tambak berbasis internet of things (IoT) yang mampu mengukur dan memonitoring suhu, pH, konduktifitas, salinitas ,TDS (Total Dissolve solid), dan kekeruhan secara realtime. Pada Perangkat monitoring kualitas air menggunakan enam buah sensor analog. Nilai keluaran perangkat ini berupa nilai ADC yang dikonversikan, dan data parameter kualitas air tersebut akan dikirim ke gateway, dengan internet of things (IoT). Perangkat lunak dalam perangkat monitoring kualitas air tersebut mengunakan aplikasi blynk untuk mengakses data yang berfungsi sebagai interface antara modem (internet) dan PC atau Handphone. ESP8266 yang sudah terangkai dengan modul internet of things berguna sebagai pengirim data dari node sensor ke Data center (blynk) dengan mengunakan modem untuk mengakses internet, alat perbandingan untuk kalibrasi sensor menggunakan alat ukur yang standar yang telah dihitung menggunakan perhitungan microsoft exel Pada perhitungan tingkat akurasi yang di lakukan menggunakan sampel uji pada tiap-tiap sensor didapat akurasi 99,998% dengan menggunakan persamaan rumus regresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai dari pengujian sensor yang diperoleh pada hasil monitoring kualitas air tambak dan diambil nilai rata-rata yang terbaca pada pH 5,09-5,26pH, TDS 391,03-516,00mg/L, salinitas 25,89-33,19ppt, konduktifitas 25,37-26,53S/m, kekeruhan 15,35-25,65ntu, dan suhu 27-33℃ disimpulkan perubahan pada kualitas air tambak yang diamati 30 menit sekali selama 24 jam kualitas air tambak terlihat mengalami perbedaan nilai kualiats air tetapi tidak terlalu jauh secara realtime dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things berdasarkan hasil peneletian didapatkan nilai dari pengujian keseluruhan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things (IoT).