Abstrak
Digital storytelling merupakan multimedia berisikan gambar, video, animasi, suara, musik dan dapat digunakan sebagai media pengajaran. Pengisahan cerita digital bisa sederhana atau kompleks, tergantung pada keahlian pembuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan digital storytelling terhadap keterampilan berbicara. Peneliti menggunakan metode penelitian pra-eksperimental dan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa, dengan jumlah enam kali pertemuan di kelas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan parametrik statistik dengan paired t-test untuk melihat efektifnya. Nilai t-test lebih besar dari t-tabel (10.801>2,086). Adapun kolom signifikansi probabilitas (2-tailed) menunjukkan nilai (0,0000,05), artinya nilai signifikansinya lebih rendah dari tingkat signifikansinya. Jadi, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Sehingga menunjukkan perbedaan yang signifikan pada keterampilan berbicara siswa sebelum dan sesudah siswa diberi perlakuan dengan menggunakan digital storytelling.