Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: HOTS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS BERBASIS KONTEKSTUAL DI KELAS VI A SD NEGERI 011 KARANG BALIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) masalah kontekstual pada materi pecahan di kelas VI-A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes terdiri atas lima soal uraian HOTS masalah kontekstual yang mencakup indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis kontekstual memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dengan baik, meskipun masih ditemukan tidak lengkapnya langkah pengerjaan pada sub-indikator memilih keputusan yang tepat. Siswa kategori sedang dapat menyelesaikan soal pada indikator menganalisis dan mencipta, tetapi masih mengalami kesulitan pada indikator mengevaluasi, khususnya dalam memilih strategi yang tepat. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, terutama dalam memahami informasi, menentukan strategi, melakukan penalaran, serta menghubungkan situasi kontekstual dengan konsep matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Open Ended Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

deskripsi pembelajaran matematika dengan pendekatan hots di kelas 6 sdn 017 tarakan

2023•

DESKRIPSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN HOTS DIKELAS 6 SDN 017 TARAKAN Abstrak Pembelajaran matematika harus mampu mengajarkan siswa kemampuan berpikir tingkat tinggi yang biasa disebut dengan HOTS. HOTS bertujuan untuk mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu meyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran matematika dengan pendekatan HOTS dikelas 6 SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) SDN 017 Tarakan telah menerapkan pembelajaran matematika dengan pendekatan HOTS melalui kegiatan pembuka yang terdapat aktivitas HOTS yakni memberikan pertanyaan yang memuat aspek berpikir tingkat tinggi terlihat ketika guru memberikan pertanyaan yang memancing siswa untuk berpikir kritis. 2) SDN 017 Tarakan telah menerapakan pembelajaran matematika dengan pendekatan HOTS melalui kegiatan inti dengan memberikan soal level hots yang dikerjakan pada saat pembelajaran berlangsung dan dikerjakan secara mandiri maupun kelompok. 3) SDN 017 Tarakan telah menerapkan pembelajaran matematika dengan pendekatan HOTS melalui kegiatan penutup dengan memberikan penugasan berupa tugas yang dikerjakan secara mandiri dan menyimpulkan materi yang dilakukan oleh siswa. Kata Kunci : Pendekatan HOTS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2022•

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 1 Tarakan dalam menyelesikan soal HOTS matematika berdasarkan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah desktiptif kualitatif. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Tarakan tahun ajaran 2021/2022. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara pemberian soal HOTS, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Pemilihan subjek dalam penelitian ini terdiri dari 6 siswa yaitu 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan yaitu terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan gender. Siswa laki-laki hanya memenuhi 2 (dua) indikator berpikir kreatif yaitu siswa laki-laki mampu menunjukkan apa yang diketahui dan ditanyakan (kelancaran), mampu menjelaskan rumus yang digunakan (kelancaran) dan terbiasa mengerjakan soal secara terperinci (elaborasi). sedangkan perempuan memenuhi 3 (tiga) indikator berpikir kreatif yaitu siswa perempuan mampu untuk menunjukkan apa yang diketahui ditanyakan (kelancaran), mampu menjelaskan rumus yang digunakan (kelancaran), mampu mengerjakan soal dengan cara yang berbeda dengan teman lainnya (kebaruan/keaslian) dan sudah terbiasa mengerjakan soal secara terperinci (elaborasi). Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa perempuan lebih kreatif dibandingkan siswa laki-laki.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN APLIKASI KIPIN SCHOOL 4.0 TERHADAP KEMAMPUAN PESERTA DIDIK MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik menggunakan aplikasi Kipin School 4.0 terhadap kemampuan peserta didik menyelesaikan soal-soal matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tarakan dengan populasi penelitian ialah kelas XII MIPA tahun ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh kelas XII MIPA 4 sebagai kelas kontrol dan XII MIPA 3 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif terdiri dari rata-rata hitung dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi sederhana dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol yaitu sebesar 47 untuk kelas eksperimen dan 34 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan uji t diperoleh nilai t_hitung lebih besar dari nilai t_tabel (t_hitung=2,57>t_tabel=2,004) yang berarti terdapat perbedaan kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika HOTS antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang disebabkan oleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan aplikasi Kipin School 4.0. Selain itu, hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai r_hitung lebih besar dari nilai r_tabel (r_hitung=0,329>r_tabel=0,260) dimana hal ini berarti terdapat pengaruh positif dari perlakuan yang diberikan terhadap kemampuan peserta didik menyelesaikan soal-soal matematika HOTS. Pengaruh yang diberikan ialah sebesar 10,8% dilihat dari nilai R-squared pada tabel ANAVA dan sisa 89,2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill (HOTS) Matematika SMA dengan Konteks Kehidupan Tanjung Palas

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan tes yang menuntut proses berpikir tingkat tinggi masih sangat kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah peserta didik kurang terlatih dalam menyelesaikan tes yang mengukur HOTS. Tujuan penelitian ini, yaitu 1) menyusun konstruk instrumen tes HOTS matematika SMA dengan konteks kehidupan Tanjung Palas, 2) mengembangkan instrumen tes HOTS matematika SMA dengan stimulus berupa konteks kehidupan masyarakat Tanjung Palas, dan 3) menganalisis kualitas butir tes HOTS yang dikembangkan ditinjau dari validitas, reliabilitas, dan karakteristik butir tes. Model penelitian yang digunakan adalah Design and Development (D&D) dalam bidang psikometri dengan tahap-tahap mengacu pada model pengembangan instrumen yang dikembangkan oleh Oriondo dan Antonio. Instrumen tes HOTS yang dikembangkan terdiri dari konstruk instrumen, kisi-kisi, kartu soal, butir tes, kunci jawaban, pedoman penskoran, dan pembahasan. Instrumen tes HOTS yang dikembangkan berupa Two Tier Multiple Choice (TTMC) sebanyak 7 butir. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Tanjung Palas tahun pelajaran 2021/2022. Data skor peserta tes yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan teori respon butir menggunakan Graded Response Model (GRM) 2-Parameter Logistic (PL) menggunaan bantuan program R. Semua butir tes memiliki bukti validitas isi dengan indeks V_Hitung melebihi V_Tabel(0,75), yaitu 0,850–0,979. Koefisien reliabilitas diestimasi berdasakan pendekatan teori respon butir, yaitu fungsi informasi tes. Fungsi informasi tes HOTS yang dikembangkan secara keseluruhan memberikan informasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kesalahan pengukurannya dengan titik perpotongan berada pada rentang kemampuan -5,20 sampai +3,30. Tingkat kesulitan butir terletak antara –4,848 sampai dengan 5,097 dengan rata-rata 0,0136 dan indeks daya pembeda butir terletak antara –0,658 sampai dengan 3,993. Instrumen tes HOTS yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengukur HOTS peserta didik pada materi program linear dan dijadikan informasi bagi para guru/calon guru tentang cara mengembangkan instrumen tes HOTS matematika SMA dengan konteks kehidupan Tanjung Palas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

An Analysis Of Higher Order Thinking Skills In Reading Skill At English Department 2018

2021•

AN ANALYSIS OF HIGHER ORDER THINKING SKILLS IN READING SKILL AT ENGLISH DEPARTMENT 2018 Abstract This study aimed at finding empirical evidences of higher order thinking skills (HOTS) distribution based on revised Bloom Taxonomy on the multiple-choice items in reading exercises of reading practices used in the English Dept. especially those provided for the students of 2018 intake. This employed a content analysis method to identify specific features of the questions items. The data were collected from the documents of reading exercises, table of check lists, table analysis and interview. The findings show that the HOTS (Higher order thinking skills) were only found in 44% of the question items (11 of 25 questions), meanwhile the rest was included in the lower order category. Among those of HOTS items, the most was analysis skills (24%), followed by evaluating skills (16%), and another skill of making/creating was only (4%). Thus, it can concluded that HOTS item was still very low and needed to be improved. Keywords: questions items of reading, reading skills, HOTS, analyzing, evaluation, creating.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HOTS PADA MATERI TRIGONOMETRI BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO KELAS XI KEPERAWATAN SMK KESEHATAN KALTARA TARAKAN.

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Identifikasi Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS Pada Materi Trigonometri Berdasarkan Taksonomi SOLO Kelas XI Keperawatan Smk Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS pada materi trigonometri berdasarkan taksonomi SOLO kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI Keperawatan semester ganjil tahun ajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Sampel dalam penelitian berjumlah 40 siswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh 2019/2020 di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian matematika dengan tipe soal HOTS dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa cendrung pada level multistructural. Persentase level multistructural sebesar 41% atau sebanyak 16 orang siswa. pada level ini siswa sudah mampu mengaplikasikan informasi yang didapatkan baik kedalam rumus maupun gambar tetapi siswa belum dapat menyelesaikan soal dengan baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail