ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERTUMBUHAN ALLOMETRIK DAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) YANG TERDAPAT DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan allometrik dan indeks kondisi kerang kapah (Meretrix meretrix) yang terdapat di perairan Pantai Amal Lama, Kota Tarakan. Sampel kerang di ambil secara langsung dari lokasi penelitian dan di analisis untuk memperoleh gambaran mengenai aspek pertumbuhan organisme laut tersebut. Analisis hubungan panjang-bobot diterapkan dengan menggunakan persamaan. Hasil perhitungan memberikan informasi mengenai pola pertumbuhan serta kondisi fisiologis kerang kapah yang hidup di kawasan penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tapal kuda merupakan spesies yang memiliki nilai ekologis dan berpotensi memiliki ekonomis tinggi, namun karena statusnya sebagai hewan langka dilindungi. Pemanfaatannya harus dibatasi dan diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan seperti riset dan edukasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan dan faktor kondisi berdasarkan parameter panjang dan berat kepiting tapal kuda (Tachypleus sp) di perairan Kota Tarakan menggunakan model pertumbuhan Von Bertalanffy. Pengambilan sampel dilakukan selama dua bulan di empat titik lokasi menggunakan alat tangkap kelong. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan model von bertalanffy dengan estimasi parameter pertumbuhan panjang maksimum (L∞), koefisien pertumbuhan (K), dan umur teoritis saat panjang nol (t0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting tapal kuda bersifat alometrik negatif, dengan panjang maksimal individu betina (47,798 cm) lebih besar dibandingkan individu jantan (44,178 cm). Indeks kondisi menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda memiliki bentuk tubuh yang sehat dan cenderung gemuk. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut mengenai aspek reproduksi dan mortalitas untuk mendukung upaya konservasi spesies ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruas Jalan Sei Bengawan Kota Tarakan merupakan jalan yang sering dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material karena adanya pembangunan pabrik kertas di jalan tersebut, sehinga mengakibatkan beban yang diterima jalan melebihi beban rencana (overloading) yang menjadi penyebab salah satu kerusakan dan ketidakrataan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tingkat kerusakan jalan dan ketidakrataan jalan serta jenis penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer berupa jenis, tingkat keparahan dan luasan kerusakan jalan serta data ketidakrataan jalan atau nilai IRI yang didapatkan dari aplikasi roadroid. Hasil penelitian didapatkan nilai tingkat kerusakan pada metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah 62 yang menunjukkan kondisi perkerasan dalam kategori sedang dan nilai tingkat ketidakrataan pada metode International Roughness Index (IRI) adalah 4,04 m/km dengan nilai tingkat pelayanan (PSI) adalah 1,81 yang menunjukkan kondisi pelayanan jalan Sei Bengawan kurang dengan rentang nilai PSI tingkat kepercayaan 95% berkisaran 1,60 - 2,02. Pemilihan jenis pemeliharaan pada keseluruhan ruas jalan Sei Bengawan adalah peningkatan jalan. Apabila, berdasarkan jenis kerusakan masing-masing segmen jalan, jenis penanganan berdasarkan aturan standar perbaikan Direktorat Jendral Bina Marga 1995 yaitu P2 (pengaspalan), P3 (pelapisan retak), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muara sungai Sesayap, yang terletak di Kabupaten Tanah Tidung Provinsi Kalimantan Utara, Muara adalah daerah dimana sungai atau sungai besar mengalir ke laut atau ke kolom air yang lebih besar. Muara merupakan ekosistem yang sangat dinamis dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (Bianchi, 2007). Keanekaragaman hayati dimuara sangat tinggi karena kondisi tersebut menciptakan habitat yang unik dan mendukung berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang tidak dapat hidup di tempat lain. Di muara, terdapat berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan moluska yang hidup di perairan dangkal dan berlumpur.di wilayah ekosistem pesisir, terdapat beragam potensi sumberdaya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti kepiting tapal kuda atau belangkas, yang dikenal luas oleh masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei langsung di lapangan. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan mengikuti nelayan alat tangkap kelong (set net). Pengukuran hasil sampel di laboratorium lapang di tempat hasil tangkapan kelong, setelah di lakukan pengambilan data panjang dan berat serta jenis kelamin, Tapal Kuda dilakukan pelepasan ke alam (release) telah dilakukan penelitian di bulan November – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan dari 100 sampel didapatkan 80 sampel jantan dan 20 sampel betina. Rasio kelamin jantan dan betina yaitu 4:1. Berdasarkan sifat pertumbuhan T. tridentatus baik jantan dan betina memiliki pertumbuhan alometri negatif dan indeks kondisi jantan dan betina di dominiasi bentuk tubuh kurus. Sehingga diperlukan upaya pengelolaan manajemen sumberdaya terhadap T. tridentatus agar tetap lestari dan berkelanjutan dengan dilakukan upaya konservasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERTUMBUHAN MORFOMETRIK MERISTIK DAN INDEKS KONDISI HORSESHOE CRAB (Tachypleus tridentatus) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu merupakan wilayah administrasi yang memiliki berbagai jenis keanekaragaman biota perairan di ekosistem pesisir salah satunya kepiting tapal kuda. Terdapat 4 jenis spesies tapal kuda yaitu Limulus polyphemus, Carcinoscorpius rotundicauda, Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus. Morfometri untuk mempelajari variasi, perubahan ukuran, dan perubahan bentuk pada suatu organisme. Indeks kondisi untuk mengukur tingkat kondisi sifat pertumbuhan untuk menentukan siklus reproduksi dan musim pemijahan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis morfometri meristik dan indeks kondisi tapal kuda di perairan Bunyu. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian purposive sampling dengan ikut nelayan alat tangkap pukat hela di perairan Bunyu selama 2 bulan dari Januari 2024-Maret 2024. Pengambilan sampel dilakukan secara survei langsung di lapangan dengan pengambilan sampel sebanyak 24 sampel dimana tiap bulan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 4 kali dengan 3 kali perulangan (stasiun) yang dilakukan pada saat air pasang laut (air besar). Pengambilan data berupa morfometri dan meristik serta panjang total, berat total dan jenis kelamin yang dilakukan langsung di lapangan. Setelah dilakukan pengambilan data penelitian, sampel di lepas ke alam (release). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total sampel sebanyak 81 ekor diantara 40 ekor jantan dan 41 ekor betina. Hasil penelitian analisis morfometri didapatkan jenis spesies T. tridentatus. Pola pertumbuhan jantan bersifat allometri positif dan betina bersifat allometri negatif. Indeks kondisi jantan dan betina berbentuk tubuh kurus. Perlunya menjaga dan melestarikan biota purba ini karena memiliki pertumbuhan yang cukup lama hingga mencapai 10 tahun. Upaya me-release dari hasil tangkapan merupakan salah satu upaya konservasi agar biota tapal kuda tetap lestari dan berkelanjutan. Kata kunci : Indeks Kondisi, Morfometri , Meristik , T. tridentatus , Bunyu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penangkapan ikan puput yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada penurunan populasi dan hasil tangkapan. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan pola pertumbuhan, faktor kondisi dan rasio kelamin ikan puput (Ilisha elongata) dari hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide selama 2 bulan (Januari-Februari 2022). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan puput (Ilisha elongata) jenis kelamin jantan dan betina adalah allometrik negatif (b3). Hasil analisis factor kondisi (Kn) ikan puput (Ilisha elongata) di perairan Juata Laut berkisar 1,00 – 1,01 untuk Jantan dan 1,02 – 1,04 untuk betina sehingga menunjukkan bentuk tubuh yang kurang pipih. Hasil perbadingan rasio kelamin pada ikan puput (Ilisha elongata) 1: 1,57 (140 ekor jantan : 220 ekor betina). Kesimpulan dari penilitian ini didapatkan pola pertumbuhan ikan puput selama minggu ke-1 sampai ke-7 menunjukkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat dan faktor kondisi ikan puput didapatkan bentuk tubuh yang kurang pipih dengan kondisi perairan Juata Laut yang baik (>100). Berdasarkan rasio kelamin, betina lebih banyak daripada jantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan mempunyai potensi laut yang berlimpah berupa sumberdaya ikan Ekor Kuning (S.lalandi) yang memiliki nilai jual Rp.10.000–15.000/kg dan ikan sarden (S.lemuru) Rp.5.000-10.000/kg. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pertumbuhan dan indeks kondisi Ikan Ekor Kuning dan Ikan Sarden di perairan Kota Tarakan. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian selama 3 bulan dari bulan Juli -September 2022. Objek penelitian adalah ikan ekor kuning (S.lalandi) dan ikan sarden (S.lemuru) yang diukur berupa panjang total, berat total dan jenis kelamin. Hasil penelitian pola pertumbuhan ikan ekor kuning jantan dan betina memiliki nilai b3 (allometrik negative) dengan persamaan W = 0,0219x2.6553 dan W = 0,0219x2.6553 yang mengartikan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat. Pola pertumbuhan ikan sarden jantan dan betina memiliki b>3 (allometrik positif) memiliki persamaan W = 0,0017L3.5795 dan W= 0,0034L3.3507 yang mengartikan bahwa pertumbuhan berat lebih cepat dari pertumbuhan panjang. Indeks kondisi tubuh ikan ekor kuning jantan kurus 43,65%, gemuk 56,35%, sementara indeks kondisi tubuh ikan ekor kuning betina tubuh kurus 52,5%, gemuk sebanyak 47,50%. Pada indeks kondisi ikan sarden jantan kurus 7%, gemuk 93% dan indeks tubuh ikan sarden betina kurus sebanyak 33,67% dan gemuk sebanyak 66,33%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kota Tarakan memiliki wilayah perairan laut seluas 406.52 km² memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup melimpah. Sumberdaya ikan di Kota Tarakan tidak hanya di laut saja ada juga yang berasal dari kegiatan kawasan tambak yaitu ikan mujair (O. mossambicus). Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui analisis pertumbuhan dan indeks kondisi ikan mujair (0. musambicus) dari perairan Tambak Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling dengan metode pengambilan data dengan cara survey atau observasi langsung ke lokasi penelitian di daerah Pasar Beringin Kota Tarakan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pertumbuhan dan indeks kondisi ikan mujair dengan pengamatan panjang total ikan berat ikan dan jenis kelamin ikan mujair. Hasil penelitian ikan mujair (O. mossambicus) dari ikan mujair jantan dan betina memiliki pertumbuhan allometri negatif yang berarti bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat di bandingkan dari berat ikan mujair dengan persamaan jantan W= 1,933 dan betina W= 1,938. Indeks kondisi dari Ikan Mujair di Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan memiliki indeks kondisi dari total 352 ekor ikan mujair jantan dengan bentuk tubuh kurus yaitu sebanyak 169 ekor atau sekitar 48,0% dan bentuk tubuh gemuk sebanyak 169 ekor atau msekitar 48,0%. Sedangkan dari total 374 ekor ikan mujair betina dengan bentuk tubuh kurus yaitu sebanyak 177 ekor atau sekitar 47,3% dan bentuk tubuh gemuk sebanyak 174 ekor atau sekitar 46,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan mempunyai potensi laut yang berlimpah berupa sumberdaya ikan yang cukup beragam salah satunya adalah hasil tangkapan nelayan berupa ikan selangat (A. chacunda) yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual sekitar IDR.10.000 – IDR. 15.000 perkilogram. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pertumbuhan dan indeks kondisi Ikan Selangat di perairan Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengambil data pada hasil tangkapan nelayan yang di daratkan di pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juli hingga bulan September 2022. Objek dari penelitian ini adalah ikan selangat (A. chacunda) , data yang digunakan yaitu panjang total, berat total dan jenis kelamin. Hasil Penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan jantan bersifat allometrik negatif memiliki persamaan W = 0,0365 x L2,6423 dengan nilai b3, sementara ikan betina memiliki persamaan W= 0,0424xL2,5965 yang mengartikan bahwa pertumbuhan berat lebih lambat dari pertumbuhan panjang. Indeks kondisi tubuh ikan Selangat jantan di Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan memiliki Indeks kondisi tubuh yaitu bentuk tubuh kurus sebanyak 55, 23%, Bentuk tubuh gemuk sebanyak 44, 71% dan indeks kondisi tubuh betina di Pasar Tradisional Beringin di Tarakan memiliki Indeks kondisi tubuh yaitu bentuk tubuh kurus sebanyak 64,2%, Bentuk tubuh gemuk sebanyak 35, 58%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Lobster pakistan (P. polyphagus) merupakan salah satu jenis udang barong yang secara geografis hidup di perairan laut tropis dan bernilai ekonomis baik di pasar domestik maupun ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio kelamin, pola pertumbuhan dan indeks kondisi lobster P. polyphagus di Perairan Barat Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 4 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 48 ekor jantan dan 22 ekor betina. Hasil analisis terhadap sampel didapatkan perbandingan rasio kelamin lobster pakistan jantan dan betina yaitu 2,18:1 dengan persentase 69% jantan dan 31% betina yang bersifat tidak seimbang. Pola pertumbuhan lobster pakistan yaitu allometrik negatif dengan nilai b (2,33) jantan dan (2,88) betina, hasil uji T terhadap lobster pakistan didapatkan b≠3 dimana menerima H1 yang artinya pertumbuhan bersifat allometrik. Persentase indeks kondisi pada lobster jantan sebesar 48% dan betina sebesar 55% sebagai sampel penelitian dikategorikan kurus.