Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Rasio Kelamin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD DAN TERTANGKAP PADA IKAN SENANGIN (Eleutheronema tetradactylum) YANG DIDARATKAN DI TANGKAHAN CV. MENTARI PAGI SEBATIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk menerangkan sex ratio atau nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad ikan dan ukuran pertama kali matang gonad serta ukuran pertama kali tertangkap pada ikan senangin yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan senangin. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember – Februari 2024. Total sampel penelitian sebanyak 300 ekor yang terdiri dari 294 ekor jantan dan 6 ekor betina. Sampel diukur panjangnya menggunakan penggaris. Pengamatan jenis kelamin dilakukan secara anatomi dengan melihat gonad ikan. Sex ratio sampel ikan senangin selama penelitian yaitu 1 : 0,02. Tingkat kematangan gonad ikan senangin jantan dan betina dominan TKG III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan senangin diperoleh nilai Lc > Lm (Lm = 28,920 cm; Lc = 48,695 cm), artinya sebagian besar ikan yang tertangkap di perairan Sebatik memiliki peluang untuk melakukan pemijahan dan ikan yang tertangkap sudah layak untuk ditangkap sehingga hal tersebut dapat menambah populasi ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN ALOMETRIK DAN INDEKS KONDISI TAPAL KUDA(Tachypleus tridentatus) DI MUARA SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara sungai Sesayap, yang terletak di Kabupaten Tanah Tidung Provinsi Kalimantan Utara, Muara adalah daerah dimana sungai atau sungai besar mengalir ke laut atau ke kolom air yang lebih besar. Muara merupakan ekosistem yang sangat dinamis dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (Bianchi, 2007). Keanekaragaman hayati dimuara sangat tinggi karena kondisi tersebut menciptakan habitat yang unik dan mendukung berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang tidak dapat hidup di tempat lain. Di muara, terdapat berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan moluska yang hidup di perairan dangkal dan berlumpur.di wilayah ekosistem pesisir, terdapat beragam potensi sumberdaya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti kepiting tapal kuda atau belangkas, yang dikenal luas oleh masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei langsung di lapangan. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan mengikuti nelayan alat tangkap kelong (set net). Pengukuran hasil sampel di laboratorium lapang di tempat hasil tangkapan kelong, setelah di lakukan pengambilan data panjang dan berat serta jenis kelamin, Tapal Kuda dilakukan pelepasan ke alam (release) telah dilakukan penelitian di bulan November – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan dari 100 sampel didapatkan 80 sampel jantan dan 20 sampel betina. Rasio kelamin jantan dan betina yaitu 4:1. Berdasarkan sifat pertumbuhan T. tridentatus baik jantan dan betina memiliki pertumbuhan alometri negatif dan indeks kondisi jantan dan betina di dominiasi bentuk tubuh kurus. Sehingga diperlukan upaya pengelolaan manajemen sumberdaya terhadap T. tridentatus agar tetap lestari dan berkelanjutan dengan dilakukan upaya konservasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK PERTUMBUHAN HUBUNGAN PANJANG BERAT, FAKTOR KONDISI DAN PERBANDINGAN JANTAN BETINA IKAN NOMEI (Harpadon nehereus) DI PERAIRAN JUATA KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nomei (Harpadon nehereus) atau yang lebih banyak dikenal dengan nama ikan lembek atau ikan tipis ini adalah salah satu ikan yang menjadi hasil tangakapan utama masyarakat di daerah Juata kota Tarakan. Memiliki nilai ekonomis yang tinggi menjadi salah satu alasan ikan ini menjadi hasil tangkapan utamanya, yaitu berkisar IDR 150.00 tiap kilogram (dalam bentuk ikan kering atau asin) dan tidak dijual dalam bentuk basah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana aspek hubungan Panjang berat, faktor kondisi, dan rasio kelamin pada ikan nomei (H.nehereus) yang menjadi tangkapan utama alat tangkap pukat hela atau trawl di perairan Juata Laut kota Tarakan. Metode penelitian yang digunkan yaitu deskripstif kuantitatif dan dilakukan selama dua bulan yaitu pada bulan Desember – Januari 2023. Pada pengambilan sampel menggunakan metode Random Sampling yang dilakukan sebanyak 12 kali selama periode neap tide. Hasil dari penelitian ini didapatkan sifat pertumbuhan pada ikan nomei yaitu allometrik negatif pada ikan jantan dan betina (nilai b pada ikan jantan 1.9289 dan pada betina 2.0744) dengan total ikan jantan sebanyak 910 dan ikan betina 890. Faktor kondisi ikan nomei jantan paling banyak ditemukan yang bertubuh gemuk sebanyak 454 ekor (50.22%) dan betina yang bertubuh kurus sebanyak 452 (50.96%). Rasio kelamin pada jantan dan betina yaitu 1:0.98 (jantan 910 dan betina 890). Dari hasil penenlitian ini dapat diketahui bahwa kondisi ikan nomei di perariran Juata kota Tarakan ini memiliki kondisi yang tidak baik dan perlu adanya upaya lebih lanjut dan pengendalian pada populasi ikan nomei ini agar keberadaannya tetap terjaga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERTUMBUHAN DAN INDEKS KONDISI LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) HASIL TANGKAPAN JARING INSANG (Gill net) DI PERAIRAN BARAT PULAU TARAKAN

2022•

Lobster pakistan (P. polyphagus) merupakan salah satu jenis udang barong yang secara geografis hidup di perairan laut tropis dan bernilai ekonomis baik di pasar domestik maupun ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio kelamin, pola pertumbuhan dan indeks kondisi lobster P. polyphagus di Perairan Barat Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 4 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 48 ekor jantan dan 22 ekor betina. Hasil analisis terhadap sampel didapatkan perbandingan rasio kelamin lobster pakistan jantan dan betina yaitu 2,18:1 dengan persentase 69% jantan dan 31% betina yang bersifat tidak seimbang. Pola pertumbuhan lobster pakistan yaitu allometrik negatif dengan nilai b (2,33) jantan dan (2,88) betina, hasil uji T terhadap lobster pakistan didapatkan b≠3 dimana menerima H1 yang artinya pertumbuhan bersifat allometrik. Persentase indeks kondisi pada lobster jantan sebesar 48% dan betina sebesar 55% sebagai sampel penelitian dikategorikan kurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bio-Populasi Ikan Senangin (Eleutheronema sp.) dan Ikan Arut (Lutjanus sp.) Hasil Tangkapan Jaring Insang (Gill net) yang Didaratkan di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Kota Tarakan pada bulan Januari – Maret 2021 dengan tujuan mengetahui bio-populasi ikan senangin dan ikan arut dari aspek sex ratio, pertumbuhan, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), IKG (Indeks Kematangan Gonad), fekunditas, ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan tertangkap (Lc). Total sampel penelitian 113 ekor yang terdiri dari ikan arut 81 ekor dan ikan senangin 32 ekor. Sampel diukur panjang menggunakan penggaris dan ditimbang bobotnya menggunakan timbangan analitik. Pengamatan jenis kelamin dilakukan secara anatomi dengan melihat gonad ikan. Sex ratio ikan sampel selama penelitian adalah 1 : 4 (ikan senangin) dan 1 : 2 (ikan arut). Berdasarkan model pertumbuhan ikan arut sebagai hasil tangkapan utama, diketahui parameter pertumbuhannya yaitu dugaan panjang maksimal tercapai (L∞) 71.26 cm, koefisien pertumbuhan (K) 0.0127 cm dan dugaan umur pada panjang teoritis null (t0) sebesar -1.0665 hari. TKG ikan senangin jantan dominan TKG I dan betina TKG IV. Sampel ikan arut jantan dominan TKG I dan betina TKG III. Kisaran IKG ikan senangin jantan 0.08 – 1.29 dan betina 0.11 – 3.47. IKG ikan arut jantan berkisar 0.08 – 1.62 dan betina 0.38 – 2.34. Nilai Lm ikan arut 30.6 cm dan ikan senangin 40.4 cm. Nilai ukuran Lc pada ikan arut 30.9 cm dan ikan senangin 34.7 cm. ABSTRACT The study was conducted in Tarakan City in January to March 2021 with the aim of finding out the bio-population of the Senangin fish and Arut fish from the aspect of sex ratio, growth, TKG (Gonadal Maturity Level), IKG (Gonadal Maturity Index), fecundity, size at first gonadal maturity (Lm) and caught (Lc). The total sample of the study was 113 fish consisting of 81 Arut and 32 Senangin. Samples were measured in length using a ruler and weighed using an analytical balance. Observation of sex was done anatomically by looking at the fish gonads. The sex ratio of the sampled fish during the study was 1:4 (Senangin fish) and 1:2 (Arut fish). Based on the growth model of Arut fish as the main catch, it was known that its growth parameters reached the estimated maximum length (L∞) 71.26 cm, gowth coefficient (K) of 0.0127 cm, and age estimation at null theoretical length (t0) of -1.0665 days. The male Senangin was dominant of TKG I and female of TKG IV. The male Arut was dominant of TKG I and female of TKG III. The range of IKG of male Senangin was 0.08-1.29 and the female was 0.11-3.47. The IKG of the male arut ranged from 00.08-1.62 and the female 0.38-2.34. The Lm value of Arut was 30.6 cm and Senangin was 40.4 cm. The value of Lc size in Arut was 30.9 cm and Senangin was 34.7 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail