BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Putri Nadya Rusman (NPM. 1740501063) dengan judul skripsi “Analisis Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pelaku Aborsi (Studi Kasus Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar) Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia salah satunya kasus aborsi yang dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan pada rahim bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pelakunya. Selain itu aborsi ilegal juga melanggar undang-undang , norma-norma sosial dan agama, diatur juga dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelaku aborsi dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, dan untuk mengetahui rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan hukum pidana materil atas Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar tidak sesuai hukumannya dengan pasal 77A Ayat (1) Jo, Pasal 45A Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo, Pasal 55 Ayat 1 (satu) ke-1 KUHPidana. Hal ini terlihat karena terpenuhinya unsur-unsur sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa tersebut. Rasio decidendi atau dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap perkara sebagaimna yang dimaksud dalam putusan hakim Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, yaitu bersifat yuridis yaitu dari dakwaan penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, dan pasal-pasal peraturan hukum pidana kemudian bersifat non yuridis yaitu alasan perbuatan terdakwa dan akibat dari perbuatan terdakwa serta hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Oleh sebab pertimbangan diatas maka hakim memutuskan terdakwa di nyatakan bersalah sehingga terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan membayar denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) akan tetapi putusan yang diberikan oleh hakim tidak setimpal dengan perbuatan si terdakwa. Kata Kunci : Tindak Pidana, Aborsi, Seks Bebas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Putri Nadya Rusman (NPM. 1740501063) dengan judul skripsi “Analisis Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pelaku Aborsi (Studi Kasus Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar) Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia salah satunya kasus aborsi yang dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan pada rahim bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pelakunya. Selain itu aborsi ilegal juga melanggar undang-undang , norma-norma sosial dan agama, diatur juga dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelaku aborsi dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, dan untuk mengetahui rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan hukum pidana materil atas Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar tidak sesuai hukumannya dengan pasal 77A Ayat (1) Jo, Pasal 45A Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo, Pasal 55 Ayat 1 (satu) ke-1 KUHPidana. Hal ini terlihat karena terpenuhinya unsur-unsur sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa tersebut. Rasio decidendi atau dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap perkara sebagaimna yang dimaksud dalam putusan hakim Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, yaitu bersifat yuridis yaitu dari dakwaan penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, dan pasal-pasal peraturan hukum pidana kemudian bersifat non yuridis yaitu alasan perbuatan terdakwa dan akibat dari perbuatan terdakwa serta hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Oleh sebab pertimbangan diatas maka hakim memutuskan terdakwa di nyatakan bersalah sehingga terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan membayar denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) akan tetapi putusan yang diberikan oleh hakim tidak setimpal dengan perbuatan si terdakwa. Kata Kunci : Tindak Pidana, Aborsi, Seks Bebas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KINERJA TERMINAL BOOM PANJANG KOTA TARAKAN ABSTRAK Kota Tarakan adalah sebuah kota di Kalimantan Utara, dan akan terus bertambah jumlah penduduknya. Dikota Tarakan bekembang layanana transportasi berbasis jaringan (transportasi daring). Hal ini menyebabkan layanan angkutan umum yang bersifat konvensional semakin terdesak dan dapat dikatakan hamper mengalami “kematian”. Di kota Tarakan angkutan umum penumpang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan No 21 Tahun 2002 tentang Perizinan Angkutan Jalan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui fasilitas Terminal Boom Panjang terhadap kesesuaian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2015, Serta mengetahui tingkat kinerja dari fasilitas Terminal Boom Panjang agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa dengan menggunakan House Of Quality (HOQ) dalam metode QFD. Dari hasil analisis kuadran (IPA) yang dimasukkan fedalam rumah kualitas House Of Quality (QFD) adalah atribut berada pada (kuadran A), Dan hasil analisis QFD yang terlebi dahulu dilaksanakan yaitu memperbaiki fasilitas-fasilitas terminal nilai Absolute Weight Importance 771,4, dan Weight Importance dengan presentase 66,7 %, Selanjutnya respon teknis melengkapi dan memberi rambu petunjuk di area sekitar terminal dengan nilai Absolute Weight Importance 257,1 dan Weight Importance dengan presentase 22,2 %, Yang terakhir adalah respon teknis menyediakan papan informasi khusus jadwal keberangkatan dengan nilai Absolute Weight Importance 128,6 dan Weight Importance dengan presentase 11,1 %. Denga menggunakan aplikasi SPSS versi 2.4 dan Microsoft excel (QFD)