ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SIZE COMPOSITION OF JANKI TOMPEL FISH (Lutjanus russellii) CAUGHT IN MODIFIED POLY VINLY CHLORIDE (PVC) TRAPS IN BUNYU WATER, NORTH KALIMANTAN Abstract Bunyu Island fisherman use fishing in the form of traps for generation because they have high economic value catcher. This study aimed to determine the composition of the size Jangki Tompel fish (Lutjanus russellii) caught by modified traps and to examine the effect of the cath on the parameters of water quality, temperature, brightness, salinity, and dissolved oxygen. This research was conducted from September to October 2020 in the waters of Bunyu Island. The research results showed that the composition of the size of tompel jangki fish (Lutjanus russellii) formed 6 size classes in the size of total length (PT), standard length (PS) and total weight (BT) with one size group. The results of testing water quality parameters of the number of catches showed a significance value > 0.05 meaning that the water quality parameters that were measured did not have a positive effect on the number of catches. Keywords: Modified Bubu, Bunyu Waters, Janki Tompel Fish, Water Quality Parameters
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami perubahan garis pantai akibat interaksi antara energi gelombang Laut Sulawesi, suplai sedimen daratan, dinamika muara, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai secara multitemporal serta faktor pengendali dinamika pesisir berupa abrasi dan akresi di Pulau Bunyu, khususnya pada kawasan Pantai TPI. Data utama berupa citra satelit multitemporal tahun 2016, 2022, 2024, dan 2026 yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter perubahan dihitung menggunakan End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR), serta interpretasi spasial terhadap sebaran abrasi dan akresi. Analisis didukung oleh data gelombang, angin, fetch, pasang surut, dan arus perairan. Hasil menunjukkan bahwa 66 transek (68,04%) mengalami abrasi yang terkonsentrasi pada segmen timur–tenggara yang terpapar langsung gelombang Laut Sulawesi, sedangkan 31 transek (31,96%) mengalami akresi yang terkonsentrasi di wilayah muara akibat suplai sedimen fluvial. Nilai EPR berkisar antara −2,99 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,59 m/tahun, sedangkan LRR berkisar antara −2,54 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,80 m/tahun. Gelombang swell dari arah utara menjadi pengendali utama dinamika sedimen, didukung oleh fetch panjang ke arah timur–tenggara. Studi ini menegaskan pentingnya pemantauan garis pantai berbasis citra satelit dan DSAS untuk mendukung pengelolaan pesisir Pulau Bunyu secara adaptif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan aset penghidupan petani hortikultura sayuran di Pulau Bunyu, Kabupaten This study aims to analyze the sustainability level of livelihood assets among vegetable horticulture farmers on Bunyu Island, Bulungan Regency, North Kalimantan. The assets assessed include social, infrastructure, financial, economic, and natural capital. A quantitative approach was employed using the Multi-Dimensional Scaling (MDS) technique with the Rapfish software tool. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation from 45 purposively selected respondents. The analysis results indicate that three assets—social (68.24), economic (56.35), and natural (57.33)—fall within the moderately sustainable category. Infrastructure assets (46.53) are categorized as less sustainable, while financial assets (17.27) are deemed unsustainable. The most sensitive attributes influencing sustainability include social participation, storage facilities, water access, agricultural insurance ownership, input prices, and the impacts of climate change. These findings highlight the need for improvements in financial and infrastructure aspects through enhanced funding support and strengthened agricultural facilities, while also maintaining and further developing the performance of assets that are already moderately sustainable.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan utara. Keberadaan tambang batu bara di Perairan Pulau Bunyu diduga mencemari perairan yang mengakibatkan menurunnya kondisi air laut. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan menurunnya kondisi ikan yang baik. Hubungan panjang berat ikan adalah salah satu informasi yang perlu diketahui dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, seperti penentuan selektifitas alat tangkap ikan agar ikan yang tertangkap hanya ikan yang memiliki ukuran layak tangkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesehatan fisik ikan yang tertangkap, termasuk ukuran, berat, dan kondisi lingkungan hidup ikan, guna mengetahui dampak dari penangkapan dan habitat ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan analisis data penelitian meliputi analisis hubungan panjang berat ikan dengan rumus W=〖aL〗^b (King,2007). Faktor kondisi adalah keadaan atau kondisi ikan yang menyatakan kegemukan ikan berdasarkan data panjang dan berat yang dinyatakan dengan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 sampel dengan 10 jenis ikan diperoleh nilai koefisien korelasi (b) berkisar 2,5408-3,3398. Hubungan panjang-berat ikan ini menunjukkan bahwa ikan dalam sampel tersebut memiliki pertumbuhan yang sehat, dengan berat yang sebanding dengan panjangnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERTUMBUHAN MORFOMETRIK MERISTIK DAN INDEKS KONDISI HORSESHOE CRAB (Tachypleus tridentatus) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu merupakan wilayah administrasi yang memiliki berbagai jenis keanekaragaman biota perairan di ekosistem pesisir salah satunya kepiting tapal kuda. Terdapat 4 jenis spesies tapal kuda yaitu Limulus polyphemus, Carcinoscorpius rotundicauda, Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus. Morfometri untuk mempelajari variasi, perubahan ukuran, dan perubahan bentuk pada suatu organisme. Indeks kondisi untuk mengukur tingkat kondisi sifat pertumbuhan untuk menentukan siklus reproduksi dan musim pemijahan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis morfometri meristik dan indeks kondisi tapal kuda di perairan Bunyu. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian purposive sampling dengan ikut nelayan alat tangkap pukat hela di perairan Bunyu selama 2 bulan dari Januari 2024-Maret 2024. Pengambilan sampel dilakukan secara survei langsung di lapangan dengan pengambilan sampel sebanyak 24 sampel dimana tiap bulan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 4 kali dengan 3 kali perulangan (stasiun) yang dilakukan pada saat air pasang laut (air besar). Pengambilan data berupa morfometri dan meristik serta panjang total, berat total dan jenis kelamin yang dilakukan langsung di lapangan. Setelah dilakukan pengambilan data penelitian, sampel di lepas ke alam (release). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total sampel sebanyak 81 ekor diantara 40 ekor jantan dan 41 ekor betina. Hasil penelitian analisis morfometri didapatkan jenis spesies T. tridentatus. Pola pertumbuhan jantan bersifat allometri positif dan betina bersifat allometri negatif. Indeks kondisi jantan dan betina berbentuk tubuh kurus. Perlunya menjaga dan melestarikan biota purba ini karena memiliki pertumbuhan yang cukup lama hingga mencapai 10 tahun. Upaya me-release dari hasil tangkapan merupakan salah satu upaya konservasi agar biota tapal kuda tetap lestari dan berkelanjutan. Kata kunci : Indeks Kondisi, Morfometri , Meristik , T. tridentatus , Bunyu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu mempunyai luas 192.32 km2 memiliki potensi hasil perikanan tangkap berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya yaitu sumberdaya ikan kerapu lumpur (Epinepheluss sp.). Epinephelus sp. merupakan ikan dikenal dengan “groupers” memiliki sifat hidup soliter, memangsa ikan dan krustase serta komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian bertujuan tentang model dan sifat pertumbuhan Epinephelus sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di pos penjualan ikan pulau Bunyu selama 2 bulan (Febuari-Maret 2023) dengan 8 kali sampling, menghasilkan total sampel sebanyak 240 ekor. Analisis model pertumbuhan menghasilkan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif, (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) pendekatan von Bertalanffy. Hasil penelitian menghasilkan struktur umur dengan persamaan y = 0.0142x + 2.85353 dan nilai R2 = 0.5826. Model pertumbuhan persamaan model Von Bertalanffy adalah Lt = 131.608 {1 - 2.71828-0.0194(t - 0.801835)}. Parameter pertumbuhan panjang infinitive mencapai (L∞) = 131,608 cm diperkirakan terjadi ketika ikan kerapu (Epinephelus sp.) mencapai umur 918 hari. Koefisien pertumbuhan (K) 0,0194 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (to) = -0,801 hari. Sifat pertumbuhan diekspresikan dalam hubungan panjang berat Epinephelus sp. menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif dalam total sampling. Hal ini berarti pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang atau kondisi tubuh ikan kerapu cenderung gemuk atau montok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MODEL DAN SIFAT PERTUMBUHAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu berbentuk pulau kecil dengan luas 198.32 km² punya potensi hasil perikanan yang berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya sumberdaya ikan selar tetengkek yang secara morfologis bernama ilmiah Megalaspis cordyla. Megalaspis cordyla adalah ikan pelagis kecil tergolong hewan carnivora dan sumberdaya ikan pelagis bernilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian tentang model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla dilakukan karena belum tersedia data ilmiah pertumbuhan biologi ikan selar dan melengkapi informasi tentang sumberdaya ikan di pulau Bunyu, agar pengelolaan sumberdaya perikanan di pulau Bunyu bisa lestari dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini berkaitan dengan model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla. Analisis model pertumbuhan menjelaskan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) dengan pendekatan von Bertalanffy. Analisis sifat pertumbuhan menggunakan metode hubungan panjang berat pola kubik. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali sampling total di perairan Bunyu terhadap sampel ikan Megalaspis cordylla. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif dengan pendekatan metode samplingnya purposive sampling. Total sampel penelitian 192 ekor ikan Megalaspis cordylla. Model perubahan panjang per umur pada grafik pergeseran struktur umur ikan Megalaspis cordylla yaitu a = -0,0305 dan nilai b = 2,0437 dengan nilai koefesien determinasi R² = 0,7581 atau melebihi dari 75,81%. Model pertumbuhan dalam bentuk persamaan model von bertalanffy adalah Lt = 67,007 ( 1-2,14266 -0,031 (t - 0,679)). Parameter pertumbuhan dengan panjang infinitive mencapai (L∞) = 67,007 cm diperkirakan terjadi pada umur 530 hari (1 tahun 5 bulan 4 hari), koefesien pertumbuhan (K) = 0,031 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (t0) = 0,679 hari. Hubungan panjang dan berat (panjang total, standar dan cagak dengan berat) menghasilkan nilai b ≠ 3 atau b 3 berarti pertumbuhannya allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan berat, yang didukung dengan hasil analisa uji t (thitung ttabel, terima H0) dengan nilai determinasi 73.9% - 76.4%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN SERTA HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU ABSTRAK Kecamatan Bunyu di Kabupaten Bulungan memiliki karakter pulau kecil memiliki potensi sumberdaya ikan yang berlimpah. Penelitian ini menerangkan serta menguraikan pengenalan jenis, ukuran panjang dan berat persentase komposisi jenis dan kategori jenis tangkapan bubu dasar di perairan Bunyu. Penelitian menggunakan metode survey dan deskriptif pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Komposisi dan kategori tangkapan pada alat tangkap bubu dasar dengan tangkapan utama (main catch) yaitu Kerapu (Epinephelus coioides), Kakap Tompel (Lutjanus johnii), Kakap Merah (Lutjanus bohar), dan Kakap Merah Bambangan (Lutjanus erythropterus) dengan persentase 92.5 %. Hasil tangkapan sampingan (Bycatch) 7.5% dan hasil tangkapan buangan (discard) 0%. Total sampling 8 kali menggunakan alat tangkap bubu dasar. Hasil tangkapan utama yang tertangkap alat tangkap bubu dasar memiliki pola / sifat pertumbuhan isometrik pada jenis ikan kerapu (Epinephelus coioides) dan ikan kakap tompel (Lutjanus johnii). Sifat pertumbuhan allometrik negative pada ikan kakap merah (Lutjanus Bohar) dan kakap merah bambangan (Lutjanus erythropterus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dan sumber data berupa kata dan kalimat yang mengandung kesalahan bahasa pada teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu yang berjumlah 35 teks laporan hasil observasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 221 kesalahan dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia yang terdiri dari 39 kesalahan pemakaian huruf kapital pada kata di awal kalimat, 10 kesalahan pemakaian huruf kapital pada huruf pertama nama geografi, 32 kesalahan pemakaian huruf miring pada kata atau ungkapan dalam bahasa asing, 22 kesalahan penulisan kata berimbuhan di-, me-, dan ter-, 8 kesalahan penulisan kata ulang, 12 kesalahan penulisan kata depan di- dan ke-, 4 kesalahan penulisan gabungan kata, 12 kesalahan penulisan angka dan bilangan, 20 kesalahan penulisan singkatan, 13 kesalahan pemakaian tanda titik (.) pada akhir kalimat pernyataan, 12 kesalahan tanda koma (,) pada kalimat perincian, 8 kesalahan tanda hubung (-) pada kata ulang, 11 kesalahan tanda hubung (-) untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris, dan 18 kesalahan penulisan unsur serapan. Kesalahan ejaan yang paling banyak dilakukan oleh siswa, yaitu pada kesalahan penulisan kata. Kesalahan tersebut terjadi karena faktor pemahaman siswa terhadap kaidah ejaan bahasa Indonesia yang kurang karena pembelajaran yang dilakukan secara daring, pengajaran bahasa Indonesia tidak tersampaikan secara maksimal, ketidaktelitian siswa pada saat menulis, dan kurangnya penggunaan kosakata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Pulau Bunyu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) salah satu pantai yang ada di Pulau Bunyu yang terletak di Desa Bunyu Selatan. Pantai TPI merupakan kawasan yang sering di datangi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Menurut warga banyak pasir-pasir yang tergerus air laut. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan kajian karakteristik gelombang pecah. Peramalan gelombang di lakukan dengan perhitungan menggunakan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin kurun waktu 10 tahun dari stasiun BMKG Tarakan untuk mendapatkan periode dan tinggi gelombang. Dari hasil perhitungan gelombang di Pantai TPI Pulau Bunyu di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan Maret 2020 dengan H = 2,765 m dan T= 6,880 det, Kr = 0,9404 – 1,0023 dan Ks = 0,913 – 1,244, Hb = 2,2 m, db = 0,4 dan Sudut = 17,2°. Pada gelombang angin dominan dengan H = 0,700 m dan T = 4,197 det, Kr = 0,8244-1,0545 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,7 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 28°. Pada Gelombang Rata-Rata dengan H = 0,720 m dan T = 4,391 det, Kr = 0,9190-0,9998 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,74 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 19°. Gelombang ini adalah gelombang yang merusak pantai karena tinggi gelombang lebih dari 1.00 meter. Kejadian ini hanya terjadi pada kondisi angin maksimum. Sedangkan pada kondisi besaran angin yang sering terjadi dan rata-rata, gelombang bersifat konstruktif atau tidak merusak pantai karena tinggi gelombang kurang dari 1.00 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum permasalahan dalam usaha penangkapan yang beranggapan bahwa daerah penangkapan ikan potensial adalah perairan yang memiliki ikan yang melimpah, sehingga hasil tangkapan lebih banyak. Namun anggapan tersebut tidak selamanya dapat dibenarkan. Penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak selektif berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan yang bervariasi jenis dan ukurannya. Selain itu, pengamatan mengenai aspek biologi ikan kiper (Scatophagus argus) pada Perairan Bunyu belum pernah dilakukan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aspek biologi mengenai kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus) yang tertangkap pada alat tangkap bubu di Perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu total pengambilan sampel sebanyak 4 trip selama 2 bulan di tempat pendaratan ikan. Kemudian tahap kedua yaitu melakukan identifikasi dan pengukuran sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Juni – Juli 2021, bertempat di Perairan Bunyu. Kelimpahan hasil tangkapan alat tangkapan bubu terdapat 5 spesies ikan yaitu kakap merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus malabaricus), Jangki Tompel (Lutjanus russelli), kiper (Scatophagus argus), dan buntal (Tetraodon sp.) Jenis ikan yang paling dominan yaitu ikan kiper (Scatophagus argus) dengan jumlah 39,71 %, hal ini diduga karena ikan kiper melakukan ruaya atau migrasi dan terdapat karang sebagai tempat persembunyian setelah selesai mencari makan. Struktur ukuran kiper (Scatophagus argus) rata- rata panjang dominan yaitu berada pada kisaran 21,5 – 23,9 jika dibandingkan dengan ukuran panjang pertama kali matang gonad Lm = 14 cm dapat dinyatakan bahwa semua hasil tangkapan termasuk dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Nelayan di perairan Bunyu masih banyak menggunakan alat tangkap bubu dikarenakan target hasil tangkapan bubu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan salah satu target hasil tangkapan dari alat tangkap bubu. Informasi terkait aspek distribusi ukuran dab hubungan panjang berat ikan kakap merah hasil tangkapan bubu di Indonesia sendiri masih relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran serta hubungan panjang berat ikan kakap merah yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu modifikasi berbahan poly vinyl chloride (PVC) di perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel ikan kakap merah yang tertangkap sebanyak 59 ekor. Distribusi ukuran panjang total ikan kakap merah yang tertangkap berkisar pada ukuran 12.3-30.2 cm, ukuran panjang standar berkisar 9.6-20.4 cm dan berat tubuh ikan berkisar pada berat 34-451 gram. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat terkonfirmasi sifat pertumbuhan ikan kakap merah hasil tangkapan bubu adalah alometrik negatif. Persamaan pada hubungan Panjang Total (PT) dan Berat (B) adalah y = 0.0432x2.6751 dan pada Panjang Standar (PS) dan Berat (B) adalah y = 0.0947x2.6134. Hasil pengujian kondisi perairan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan dengan nilai signifikansi > 0.05, bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh hasil tangkapan terhadap faktor kondisi perairan. Kata Kunci: Kakap Merah, Bubu Modifikasi, Perairan Bunyu, Panjang Total, Panjang Standar. ABSTRACT Fishermen in the water of Bunyu still use a lot of fishing gear because the target is traps that have a fairly high economic value. Red snapper (Lutjanus sp) is one of the catch targets from trap fishing gear. Information related to the aspect of size distribution and the relationship between length and weight of red snapper caught by traps in Indonesia is still relatively small. This study aims to determine the size distribution and length and weight relationship of red snapper caught using modified poly vinyl chloride (PVC) traps in Bunyu waters. This research was conducted from September to October 2020. The results showed that the number of samples of red snapper caught was 59 fish. The distribution of the total length ranged from 9.6-20.4 cm and the body weight of the fish ranged from 34-451 grams. Based on the analysis of the relationship between length and weight, it was confirmed that the growth properties of red snapper caught by traps were negative allometric. The equation for the relationship between Total Length (PT) and Weight (B) is y=0.0432x2.6751 and the Standard Length (PS) and Weight (B) is y = 0.0947x2.6134. The results of testing the condition of the waters on the number of catches were obtained with a significance value > 0.05, meaning that there was no effect of the catch on the water condition factor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..