Abstrak
Ikan nomei (Harpodon nehereus) merupakan target tangkapan utama oleh nelayan Juata Laut yang menggunakan alat tangkap trawl, karena memiliki nilai ekonomis sangat tinggi dan merupakan produk perikanan unggulan Kota Tarakan. Namun limbahnya tidak termanfaatkan yaitu kepala dan jeroan ikan Nomei, sehingga dapat diolah menjadi tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kepala ikan Nomei di kota Tarakan sebagai bahan pembuatan tepung ikan. Prosedur penelitian ini terdiri dari meliputi pembuatan tepung ikan dengan bahan yang digunakan berupa 100% jeroan ikan nomei, 100% kepala ikan nomei dan 50% jeroan dan 50% kepala ikan nomei, lalu dilakukan pengujian secara fisik dan pengujian proksimat yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian secara fisik tepung ikan nomei memiliki warna coklat terang dan coklat, memiliki aroma amis dan tekstur halus dan sangat halus. Hasil uji proksimat tepung kepala ikan nomei memiliki nilai protein 61,70%, lemak 6,8%, air 9%, abu 1,14, tepung jeroan ikan nomei nilai protein 49,47%, lemak 10%, air 10%, abu 1,07%, tepung kepala + jeroan ikan nomei nilai protein 52,76%, lemak 9,6%, air 10%, dan abu 1,44%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah tepung ikan nomei layak untuk digunakan karena syarat tepung ikan sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).