Survei Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri Sekota Tarakan
Kemandirian belajar perlu diberikan kepada peserta didik supaya mereka memiliki tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan dirinya dan dalam mengembangkan kemampuan belajar atas kemauannya sendiri siswa yang memiliki kemandirian tinggi dapat dilihat dari beberapa indikator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei serta pengumpulan data melalui angket. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 dari 1.525 populasi yang terdiri dari siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan sebagian besar berada pada kategori rendah dengan jumlah responden sebanyak 73 (52%). Kemandirian belajar siswa dilihat dari beberapa indikator yaitu hakikat mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 93 (66%) , tujuan mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 96 (69%), etos kerja berada di kategori rendah dengan jumlah responden 91(65%), rasa ingin tahu berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 72(51%), keberanian berada di kategori rendah dengan jumlah responden 69(49%), profesional berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 58(41%), kesadaran belajar berada di kategori rendah dengan jumlah responden 76(54%), dan menjadi pembelajar sepanjang hayat berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 77(55%)