Abstrak
Masa usia dini merupakan masa ketika pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat. WHO mencatat bahwa lebih dari 70 juta anak di Asia Tenggara tidak mencapai potensi perkembangan optimal, yang sebagian disebabkan oleh kurangnya keterlibatan ayah. Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan keterlibatan ayah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan sosialisasi dan kemandirian anak usia 4-6 tahun di TK ABA II. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional yang dilaksanakan di TK ABA II pada bulan Juni 2025. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 96 ayah dengan jumlah sampel terdiri dari 78 ayah yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur keterlibatan ayah, sosialisasi dan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keterlibatan ayah dalam pengasuhan sangat terlibat sebanyak 46 ayah (59,0%) dan mayoritas anak usia 4-6 tahun memiliki sosialisasi dan kemandirian cukup sebanyak 63 anak (80,8%). Dari hasil tersebut mayoritas ayah sangat terlibat dalam pengasuhan dengan memiliki anak yang sosialisasi dan kemandiriannya cukup sebanyak 35 ayah (44,9%). Analisis data dengan uji gamma menunjukkan p-value 0,007 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan sosialisasi dan kemandirian anak usia 4-6 tahun di TK ABA II. Penelitian ini menyarankan agar orang tua, khususnya ayah, lebih aktif terlibat dalam kegiatan anak, serta perlunya program yang mendorong keterlibatan ayah.