ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan usaha budidaya rumput laut serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi di Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 15 petani rumput laut dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi visual, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan responden berusia 20–55 tahun dengan rata-rata 38,8 tahun. Pendidikan didominasi SD sebanyak 9 orang (60%), dengan pengalaman budidaya 1–10 tahun (rata-rata 5,4 tahun). Luas area budidaya 635–936 m² (rata-rata 745,6 m²), dan hasil panen 100–400 kg (rata-rata 176,67 kg per panen). Total hasil panen seluruh responden 2.650 kg dengan hasil rusak 1.303 kg. Rata-rata persentase kerugian tiap responden mencapai 48,44%. Seluruh responden pernah mengalami kontaminasi fungi dengan skor intensitas 1–4 (rata-rata 2,87). Uji korelasi Spearman menunjukkan usia ρ = -0,037 (Sig. = 0,897); pendidikan ρ = -0,086 (Sig. = 0,761); pengalaman budidaya ρ = 0,112 (Sig. = 0,691); luas area ρ = -0,185 (Sig. = 0,508); dan hasil panen ρ = 0,506 (Sig. = 0,055). Seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga belum ditemukan bukti statistik yang cukup untuk mendukung hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengalaman budidaya, luas area, dan hasil panen dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi pada taraf signifikansi 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.