Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

CHANDRA KURNIAWAN

4 karya publik ditemukan.

2026: 22022: 2

PENGARUH PENGGUNAAN MESIN PENGERING TIPE VERTICAL DRYER TERHADAP KUALITAS BERAS DI PABRIK BERAS CV. SAHI JAYA MANDIRI, SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.

PENGARUH PENGGUNAAN MESIN PENGERING TIPE VERTICAL DRYER TERHADAP KUALITAS BERAS DI PABRIK BERAS CV. SAHI JAYA MANDIRI, SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) GUNA OPTIMALISASI DISTRIBUSI IKAN BANDENG UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI TAMBAK

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Supply Chain Management (SCM) merupakan strategi yang mengacu pada tindakan dalam organisasi, dan jumlah bisnis dalam rantai pasok guna mendukung fungsi pribadi sistem jangka panjang dan rantai pasok secara total. Implementasi supply Chain Management telah banyak terjadi, misalnya seperti mengaitkan penyuplai sebagai rekan kerja dalam fase penyuplai bahan baku, menjalin hubungan baik dengan pelanggan untuk memberi kesenangan terhadap konsumen, serta pemberian informasi mengenai peningkatan barang baik dengan penyuplai ataupun pelanggan, dan taktik berkompetisi guna mewujudkan tolak ukur taraf operasional untuk menyerahkan kepercayaan mutu barang yang cocok dengan pasar. Oleh karena itu pola distribusi rantai pasok ikan bandeng, sebaiknya para anggota rantai pasok melakukan kesepakatan waktu, kuantitas, dan kualitas agar aliran produk, finansial, dan informasi lebih tertata dengan baik. Model supply Chain ikan bandeng yaitu nelayan menyalurkan ikan bandeng ke pedagang besar. Dari pedagang besar kemudian ikan di pasok ke pedagang kecil/pengecer yang ada di pasar pasar tradisional. Kemudian dari pedagang kecil/pengecer ikan bandeng dibeli langsung oleh konsumen akhir yang datang kepasar. Penelitian ini dilakukan pada tambak milik bapak Rahman dengan observasi dan wawancara yang kemudian hasilnya akan dianalisis dan diperoleh informasi apakah penerapan Supply Chain Management yang diterapkan pada sistem distribusi Ikan Bandeng telah optimal atau tidak

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) GUNA OPTIMALISASI DISTRIBUSI IKAN BANDENG UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI TAMBAK

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Supply Chain Management (SCM) merupakan strategi yang mengacu pada tindakan dalam organisasi, dan jumlah bisnis dalam rantai pasok guna mendukung fungsi pribadi sistem jangka panjang dan rantai pasok secara total. Implementasi supply Chain Management telah banyak terjadi, misalnya seperti mengaitkan penyuplai sebagai rekan kerja dalam fase penyuplai bahan baku, menjalin hubungan baik dengan pelanggan untuk memberi kesenangan terhadap konsumen, serta pemberian informasi mengenai peningkatan barang baik dengan penyuplai ataupun pelanggan, dan taktik berkompetisi guna mewujudkan tolak ukur taraf operasional untuk menyerahkan kepercayaan mutu barang yang cocok dengan pasar. Oleh karena itu pola distribusi rantai pasok ikan bandeng, sebaiknya para anggota rantai pasok melakukan kesepakatan waktu, kuantitas, dan kualitas agar aliran produk, finansial, dan informasi lebih tertata dengan baik. Model supply Chain ikan bandeng yaitu nelayan menyalurkan ikan bandeng ke pedagang besar. Dari pedagang besar kemudian ikan di pasok ke pedagang kecil/pengecer yang ada di pasar pasar tradisional. Kemudian dari pedagang kecil/pengecer ikan bandeng dibeli langsung oleh konsumen akhir yang datang kepasar. Penelitian ini dilakukan pada tambak milik bapak Rahman dengan observasi dan wawancara yang kemudian hasilnya akan dianalisis dan diperoleh informasi apakah penerapan Supply Chain Management yang diterapkan pada sistem distribusi Ikan Bandeng telah optimal atau tidak