ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Supply Chain Management (SCM) merupakan strategi yang mengacu pada tindakan dalam organisasi, dan jumlah bisnis dalam rantai pasok guna mendukung fungsi pribadi sistem jangka panjang dan rantai pasok secara total. Implementasi supply Chain Management telah banyak terjadi, misalnya seperti mengaitkan penyuplai sebagai rekan kerja dalam fase penyuplai bahan baku, menjalin hubungan baik dengan pelanggan untuk memberi kesenangan terhadap konsumen, serta pemberian informasi mengenai peningkatan barang baik dengan penyuplai ataupun pelanggan, dan taktik berkompetisi guna mewujudkan tolak ukur taraf operasional untuk menyerahkan kepercayaan mutu barang yang cocok dengan pasar. Oleh karena itu pola distribusi rantai pasok ikan bandeng, sebaiknya para anggota rantai pasok melakukan kesepakatan waktu, kuantitas, dan kualitas agar aliran produk, finansial, dan informasi lebih tertata dengan baik. Model supply Chain ikan bandeng yaitu nelayan menyalurkan ikan bandeng ke pedagang besar. Dari pedagang besar kemudian ikan di pasok ke pedagang kecil/pengecer yang ada di pasar pasar tradisional. Kemudian dari pedagang kecil/pengecer ikan bandeng dibeli langsung oleh konsumen akhir yang datang kepasar. Penelitian ini dilakukan pada tambak milik bapak Rahman dengan observasi dan wawancara yang kemudian hasilnya akan dianalisis dan diperoleh informasi apakah penerapan Supply Chain Management yang diterapkan pada sistem distribusi Ikan Bandeng telah optimal atau tidak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.ABSTRAK Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik yang ada di Kota Tarakan harus disertai dengan peningkatan kualitas penyaluran terhadap para pelanggan yakni mampu memberikan aliran energi listrik dengan daya yang mencukupi dan handal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keandalan sistem distribusi tenaga listrik berdasarkan SAIDI, SAIFI dan parameter keandalan di PT. PLN TARAKAN selama 2 Tahun dari 2018 - 2019. SAIDI Tahun 2018 tertinggi terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 2,62 jam/plg/bln dan SAIDI terendah pada bulan Januari 0,07 jam/plg/bln. Sedangkan SAIFI pada Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Februari sebesar 2,51 kali/plg/bln dan SAIFI terendah pada bulan Januari sebesar 0,11 kali/plg/bln. Pada Tahun 2019 SAIDI tertinggi pada bulan Maret yaitu sebesar 8,42 jam/plg/bln dan terendah pada bulan Februari sebesar 0,12 jam/plg/bln. Nilai SAIFI tertinggi juga terdapat pada bulan Maret yaitu sebesar 2,3 kali /plg/bln dan SAIFI terendah tpada bulan Februari sebesar 0,1 kali /plg/bln. Nilai SAIDI dan SAIFI pada Tahun 2018-2019 masih masuk dalam standar SPLN Tarakan Tahun 2018-2019 yaitu 10 jam/plg/bln dan 10 Kali/plg/bln. Tahun 2018 laju kegagalan tertinggi pada bulan Agustus sebesar 12,4 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 4,1 kegagalan. Sedangkan Tahun 2019 laju kegagalan tertinggi pada bulan Mei sebanyak 10,2 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Februari sebanyak 1,7 kegagalan. Laju perbaikan pertahun (U) Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Agustus sebesar 4.268,80 jam/tahun dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 412,5 jam/tahun. Sedangkan pada tahun 2019 laju perbaikan pertahun tertinggi pada bulan Maret sebanyak 4.804,90 jam/tahun dan terendah pada bulan Februari sebanyak 70,4 jam/tahun. Nilai laju perbaikan (r) Tahun 2018 tertinggi pada bulan Agustus sebesar 344,26 jam dan nilai terendah pada bulan Januari yaitu 100,61 jam. Sedangkan pada Tahun 2019 laju perbaikan (r) tertinggi pada bulan Maret yaitu 539,88 jam dan terendah pada bulan Februari yaitu 41,45 jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan energi listrik di tanjung selor yang semakin meningkat setiap tahunnya dengan memperhatikan kapasitas trafo yang ada pada gardu distribusi. Apa bila beban listrik yang ditanggung atau diterima oleh gardu distribusi lebih besar dari pada dari pada kapasitas gardu distribusi bisa menyebabkan gardu distribusi mengalami overload atau mengalami beban lebih sehingga suplai tenaga listrik kekonsumen terhenti atau terputus.Metode yang digunakan dalam skripsi ini memakai metode peramalan time series model dekomposisi yaitu menggunakan beberapa metode pendekatan yaitu : musiman, trend, siklus.Hasil peramalan beban puncak trafo distribusi 50 kVA dari tahun 2020 sampai 2028 mengalami peningkatan beban trafo setiap tahunnya.Dengan rata-rata peningkatan sebesar 388.4784294 kW.Berdasarkan ramalan beban didapatkan bahwa kebutuhan beban pada trafo 50 kVA mengalami peningkatan beban setiap tahunnya disebabkan karena kebutuhan beban yang meningkat sehingga pergantian trafo dimulai dari tahun 2020.