ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kebakaran merupakan bencana yang menimbulkan kerugian signifikan terhadap keselamatan jiwa dan harta benda, yang sering diperparah oleh keterlambatan respons akibat deteksi manual. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis mobile robot Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan kamera dan web monitoring. Sistem menggunakan sensor DHT22, MQ-2, sensor api 5 channel, sensor ultrasonik, serta kamera ESP32-CAM, dengan ESP32-S3 sebagai pusat kendali yang mengirimkan data ke web berbasis Laravel melalui HTTP REST API. Metode Rule-Based System (RBS) digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi menjadi Aman, Waspada, dan Bahaya, sekaligus mengatur pergerakan robot. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja secara fungsional dan terintegrasi dengan baik, dengan akurasi keseluruhan sebesar 61,1% dari 18 skenario pengujian. Kinerja sistem lebih optimal pada kondisi indoor (88,9%) dibandingkan outdoor (33,3%), yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sistem memiliki keandalan komunikasi yang baik dengan nilai packet loss sebesar 0%, namun masih terdapat delay yang cukup tinggi, yaitu rata-rata 1998,04 ms pada indoor dan 1342,3 ms pada outdoor. Perbedaan nilai delay tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pengujian, di mana pada pengujian indoor terdapat hambatan berupa tembok dan struktur bangunan yang dapat mengganggu transmisi data, sedangkan pada pengujian outdoor lingkungan cenderung lebih terbuka sehingga proses komunikasi data berlangsung lebih baik. Secara keseluruhan, sistem mampu melakukan deteksi dini kebakaran secara otomatis, meskipun masih memerlukan optimasi sensor, navigasi, dan komunikasi data untuk meningkatkan kinerja, khususnya pada kondisi outdoor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Kualitas udara yang buruk di ruang laundry dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi operasional. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan uap kimia, kelembapan berlebih, dan suhu tinggi yang dapat menciptakan lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem ventilasi otomatis untuk pengendalian kualitas udara di ruang laundry berbasis Internet of ThingsF (IoT) dengan metode rule-based. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas CO, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta platform Blynk IoT untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Metode rule-based mengklasifikasikan kondisi udara menjadi tiga kategori (Normal, Waspada, dan Bahaya), kemudian mengaktifkan kipas exhaust, LED indikator, dan buzzer secara otomatis sesuai tingkat bahaya yang terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan sistem bekerja dengan baik selama pengujian tiga hari (8-10 Desember 2025) dengan total 360 sampel data. Metode rule-based berhasil mengklasifikasikan kondisi udara dengan tingkat akurasi 100%, mampu mendeteksi lonjakan tertinggi dengan suhu 34.8°C, kelembaban 68%, dan CO 60 ppm, serta menurunkan kondisi secara otomatis melalui aktivasi kipas exhaust. Analisis akurasi sensor menunjukkan sensor suhu DHT22 mencapai 97,840%, sensor kelembaban DHT22 mencapai 84,652%, dan sensor gas MQ-135 mencapai 92,442%, sehingga akurasi sistem keseluruhan mencapai 91,645%. Integrasi dengan platform Blynk IoT mencapai tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, packet loss 0% (sangat baik berdasarkan standar TIPHON), dan latency 194,25 ms (baik). Sistem terbukti layak dan andal untuk meningkatkan kualitas udara secara otomatis dan responsif, meskipun terdapat keterbatasan pada akurasi sensor kelembaban dan sensor gas CO, serta dapat diadaptasi untuk penggunaan di berbagai lingkungan dengan kebutuhan serupa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan dan kebutuhan sehari-hari manusia, baik untuk pertanian, industri, maupun rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan air yang baik sangat diperlukan agar ketersediaannya tetap terjaga. Namun dalam praktiknya, PDAM Tanjung Selor masih menghadapi kendala karena sistem monitoring ketinggian air yang digunakan bersifat manual, sehingga kurang efisien dan berpotensi menyebabkan tangki meluap atau kosong. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan prediksi ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Mamdani untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan air. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem dibangun menggunakan sensor ultrasonik JSN-SR04T yang tahan air, mikrokontroler Wemos D1 R1, indikator LED, Buzzer, serta platform Blynk untuk monitoring jarak jauh. Data dikumpulkan sebanyak 12 sampel dengan interval 10 menit, kemudian diproses menggunakan logika Fuzzy Mamdani untuk menentukan kategori level ketinggian air (kosong, setengah, penuh) serta dilakukan prediksi tren dengan regresi linear untuk memprediksi waktu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring secara real-time dengan rata-rata Error keseluruhan sebesar 1,15%, sehingga tingkat akurasi mencapai 98,85%. Selain itu, performa komunikasi data menunjukkan rata-rata latensi sebesar 342 ms dengan Packet Loss 0%, dengan jarak pengujian sejauh 12 meter yang membuktikan bahwa sistem dapat mentransmisikan data secara stabil tanpa kehilangan informasi. Implementasi metode Fuzzy Mamdani terbukti meningkatkan keandalan pembacaan data sensor dan mendukung prediksi perubahan ketinggian air. Secara keseluruhan hasil tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk melakukan monitoring ketinggian Level air. Oleh karena itu, sistem monitoring berbasis IoT dengan metode Fuzzy Mamdani layak di implementasikan karena dapat mengurangi kesalahan manual, meningkatkan efisiensi, serta membantu PDAM Tanjung Selor dalam mengelola pasokan air secara lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Plankton berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai pakan alami bagi berbagai organisme yang kelimpahannya dipengaruhi oleh kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air dengan struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, yaitu Desa Sambungan, Desa Tanah Merah dan Desa Bebatu. Parameter abiotik yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, DO, nitrat, dan fosfat. Parameter biotik mencakup kelimpahan, keanekaragaman (H'), keseragaman (E), dan dominansi plankton. Hasil menunjukkan kelimpahan tertinggi terdapat di Stasiun 3 dengan fitoplankton 360 sel/L dan zooplankton 5 ind/L, sedangkan kelimpahan terendah di Stasiun 2 (fitoplankton 250 sel/L; zooplankton 3 ind/L) dan Stasiun 1 (fitoplankton 163 sel/L; zooplankton 5 ind/L). Indeks keanekaragaman di Stasiun 1 (fitoplankton 1,121; zooplankton 1,442) dan Stasiun 2 (fitoplankton 1,108; zooplankton 1,009) tergolong sedang, sedangkan di Stasiun 3 lebih rendah (fitoplankton 0,993; zooplankton 0,714). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sangat dipengaruhi oleh nitrat (R² = 99,9%), salinitas (R² = 93,5%), suhu (R² = 80,5%), dan fosfat (R² = 77,2%). Zooplankton dipengaruhi oleh DO (R² = 93,4%) dan suhu (R² = 84,2%). Kualitas air terbukti memengaruhi struktur komunitas plankton secara signifikan. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton dan zooplankton dipengaruhi oleh berbagai parameter kualitas air, terutama nutrien, suhu, salinitas, dan oksigen terlarut. Setiap jenis plankton merespons faktor lingkungan secara berbeda, sehingga kualitas air berperan penting dalam membentuk struktur komunitas plankton. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kualitas air demi menjaga keseimbangan ekosistem tambak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan e-commerce yang pesat telah mendorong penggunaan metode pembayaran Cash on Delivery (COD) secara luas. Namun, metode ini sering menemui kendala seperti ketidakhadiran penerima di lokasi pengiriman dan minimnya dokumentasi transaksi, yang dapat memicu risiko kehilangan atau kerusakan paket. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan prototipe Smartbox berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendukung penerimaan paket COD secara mandiri dan terpantau. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Wemos D1 R32 sebagai pusat kendali utama, sensor ultrasonik HY-SRF05 untuk pengukuran tinggi paket, sensor load cell HX711 untuk pengukuran berat, ESP32-CAM untuk dokumentasi visual, serta solenoid door lock sebagai mekanisme penguncian otomatis. Antarmuka monitoring dan kontrol dilakukan melalui aplikasi Blynk, yang memungkinkan pengguna memantau data sensor secara real-time, mengendalikan pintu, serta mengambil foto paket dan kurir yang kemudian diunggah ke Google Drive sebagai bukti transaksi. Hasil pengujian menunjukkan sensor load cell memiliki akurasi rata-rata 97,85% dan sensor ultrasonik sebesar 93,57%. Kamera ESP32-CAM berhasil mendokumentasikan seluruh percobaan dengan tingkat keberhasilan 100%, sedangkan konektivitas sistem tercatat stabil dengan Packet Loss 0% hingga jarak 7 meter dan waktu rata-rata pengiriman data sekitar 12 detik. Selain itu, skema penerimaan paket COD dapat dijalankan dengan baik tanpa hambatan, termasuk proses pengambilan uang secara langsung oleh kurir. Dengan kinerja sensor yang akurat, sistem kontrol pintu yang responsif, dan dokumentasi otomatis yang mendukung transparansi, Smartbox ini dinilai layak sebagai solusi praktis dan aman untuk mendukung pengiriman paket COD secara real-time.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lampu lalu lintas memiliki peran vital dalam mengatur kelancaran arus kendaraan di persimpangan jalan. Namun, sistem pemantauan kondisi lampu lalu lintas di Kota Tarakan masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan keterlambatan dalam deteksi dan penanganan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem monitoring kerusakan lampu lalu lintas berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroller ESP32, sensor arus PZEM-004T, serta integrasi dengan aplikasi Blynk dan Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memantau kondisi lampu lalu lintas secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi. Sensor arus berhasil membedakan kondisi lampu menyala (0,03 A) dan mati (0 A), dengan kabel NYM menghasilkan akurasi pembacaan 100% dan kabel AWG sebesar 92,86%. Sistem tetap terhubung secara stabil ke jaringan WiFi dalam rentang jarak 2 hingga 8 meter tanpa kehilangan data (packet loss 0%), dengan nilai latency antara 127,65 ms hingga 142,03 ms, masih dalam batas wajar. Pengujian transmisi data melalui aplikasi Blynk sebanyak 24 kali menunjukkan akurasi pengiriman dan penerimaan data sebesar 100%, sementara pengiriman notifikasi melalui Telegram rata-rata hanya memerlukan waktu 2 detik. Secara keseluruhan hasill tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk mendeteksi kerusakan lampu lalu lintas secara otomatis. Oleh karena itu, sistem ini layak diimplementasikan untuk meningkatkan keandalan dan efektivitas pemeliharaan infrastruktur lalu lintas di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebakaran Rumah merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tarakan dengan salah satu penyebab utama yaitu korsleting listrik. Peristiwa ini umumnya terjadi di kawasan permukiman padat penduduk akibat kelalaian dalam memantau penggunaan listrik serta kurangnya sistem deteksi dini kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe sistem monitoring listrik rumah berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Rule-Based System yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara dini. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, sensor arus dan tegangan (PZEM-004T) untuk memantau parameter listrik dan sensor suhu (Thermistor NTC) untuk mengidentifikasi perubahan suhu di sekitar perangkat. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode Rule-Based System untuk menentukan status kondisi listrik (Normal, Waspada, atau Berbahaya). Sistem dilengkapi dengan aplikasi Blynk IoT yang memungkinkan pemantauan kondisi secara real-time, pengiriman notifikasi dini, serta kontrol jarak jauh seperti pemutusan aliran listrik saat bahaya terdeteksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sistem ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan tingkat akurasi pengukuran sistem mencapai 99,46%, serta kemampuan dalam klasifikasi kondisi kelistrikan yang berjalan secara optimal. Integrasi dengan aplikasi Blynk IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian sistem secara real-time dengan akurasi pengiriman data mencapai 100%, tanpa kehilangan paket (packet loss 0%), rata-rata waktu penerimaan notifikasi antara 10,6 hingga 14,7 detik, serta rata-rata latency error sebesar 268,3 ms. Dengan demikian, sistem ini dinilai efektif dalam mendeteksi potensi risiko kebakaran secara dini dan memberikan solusi dalam meningkatkan keamanan instalasi kelistrikan rumah tangga, khususnya di wilayah rawan seperti Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah longsor merupakan salah satu dari tiga bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, dengan 291 kejadian tercatat sepanjang tahun 2020. Faktor-faktor seperti kelembapan tanah, kemiringan lereng, dan getaran menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring dan peringatan dini potensi longsor berbasis IoT dengan metode Fuzzy Sugeno yang efektif dalam mendeteksi potensi longsor. Hasil kalibrasi menunjukkan tingkat keakuratan sensor yang tinggi, dengan sensor kemiringan (MPU6050) memiliki akurasi 99,72%, sensor kelembapan tanah (YL-69) 100%, dan sensor getaran (SW-420) 100%. Sistem ini mengintegrasikan ketiga sensor tersebut yang terhubung dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan real-time, memungkinkan akses data secara cepat dan akurat. Pengujian dilakukan dengan membuat tanah berlapis tiga, yaitu aluvial, laterit, dan gambut, serta mensimulasikan berbagai kondisi seperti kemiringan hingga 60°, kelembapan mencapai 70%, dan pemberian getaran untuk menguji respons sistem terhadap perubahan lingkungan. Data hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor berfungsi dengan baik dalam mendeteksi potensi longsor, sementara logika Fuzzy Sugeno mampu mengidentifikasi tingkat bahaya dengan efektivitas 100% berdasarkan parameter kemiringan, kelembapan, dan getaran tanah. Sistem ini juga berhasil mengirim data secara real-time ke aplikasi Blynk dan memberikan notifikasi bahaya yang dapat diterima langsung oleh perangkat mobile, sehingga memungkinkan respons cepat terhadap kondisi darurat. Selain itu, sistem peringatan dini yang menggunakan buzzer terbukti akurat dan responsif, dengan efektivitas mencapai 100%, memberikan sinyal peringatan yang jelas saat kondisi berbahaya terdeteksi. Keseluruhan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dan dapat diandalkan untuk memantau perubahan kondisi tanah serta memberikan peringatan dini terhadap potensi longsor, sehingga dapat berkontribusi dalam mitigasi risiko bencana di wilayah rawan longsor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung oleh logika fuzzy memberikan solusi inovatif dalam sektor pertanian dengan memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara langsung. Hal ini dapat dilakukan melalui sensor kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang dipasang di lapangan, sehingga dapat memantau kondisi tanaman secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan respon yang cepat dan akurat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di lapangan. Dengan penggunaan logika fuzzy, sistem dapat menganalisis data sensor dan membuat keputusan penyiraman yang optimal sesuai dengan kondisi tanah. Selama proses kalibrasi sensor kelembapan tanah, didapatkan nilai offset sebesar 1.43, yang didapatkan dari penyesuaian batas atas dan batas bawah pembacaan kelembapan tanah, guna meningkatkan ketepatan pengukuran kelembapan dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan penyiraman dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang terdeteksi oleh sensor. Misalnya, ketika tanah berada dalam kondisi kering (≤58%), pompa akan aktif dengan kecepatan tinggi (ON) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sementara itu, pada kondisi kelembapan tanah normal (62%–79%), pompa akan beroperasi dengan kecepatan sedang. Jika tanah tergolong basah (≥85%), pompa akan mati (OFF) karena penyiraman tidak lagi diperlukan. Meskipun intensitas cahaya turut berperan dalam pengoperasian pompa, keputusan utama tetap bergantung pada tingkat kelembapan tanah. Dalam kondisi intensitas cahaya rendah (±24.000 lux), pompa tetap beroperasi dengan kecepatan sedang selama kelembapan tanah dalam kategori normal. Pada intensitas cahaya sedang (±27.000–45.000 lux), kecepatan pompa akan disesuaikan dengan tingkat kelembapan tanah, dan berlaku untuk intensitas cahaya tinggi (±53.000–59.000 lux), untuk intensitas cahaya dilakukan dengan mengaktifkan mode tertinggi untuk memastikan akurasi sensor intensitas cahaya pada library. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan tanah dengan tepat tanpa pemborosan air. Dengan tingkat akurasi maksimal, sistem ini dapat berfungsi secara tepat dengan kebutuhan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Setelah menyelesaikan penelitian ini yaitu melakukan rancang bangun korektor
faktor daya otomatis pada listrik rumah tangga menggunakan kombinasi kapasitor
secara seri dan paralel yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan
listrik di rumah tangga. Alat dapat bekerja dengan baik pada pembebanan induktif
dengan pengujian sistem secara tanpa variasi kapasitor didapatkan nilai faktor daya
rata-rata 0,85 dan pada saat sistem dilakukan dengan variasi kapasitor didapatkan
nilai faktor daya rata-rata sebesar 0,89 Pada pengujian selama 24 jam di dapatkan
faktor daya yang bervariasi saat menggunakan APFD faktor daya awal 0,77
menjadi 0,47 pada saat penambahan kapasitor sehingga diketahui jenis faktor daya
tersebut leading sehingga tidak dapat perbaikan menggunakan kapasitor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik adalah memperbaiki faktor daya pada beban listrik rumah tangga. Dalam era Internet of Things (IoT), teknologi dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pemantauan faktor daya pada beban listrik rumah tangga. Penelitian ini dirancang sebuah alat monitoring dan perbaikan faktor daya pada beban listrik rumah tangga berbasis IoT yang dapat mengendalikan kapasitor sebagai kompensasi daya reaktif yang dihasilkan oleh pembebanan induktif. Hasil pengujian tanpa menggunakan kapasitor variasi didapatkan faktor daya rata-rata adalah senilai 0,86 dan sesudah perbaikan didapatkan faktor daya rata-rata sebesar 0,93. Sedangkan hasil pengujian pada saat pemasangan langsung dengan beban listrik rumah tangga, alat tidak mampu memperbaiki faktor daya dikarenakan jenis beban yang dominan adalah jenis beban kapasitif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini ternak burung walet merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Suhu dan kelembaban sangat perlu dijaga dan harus sesuai dengan habitat aslinya seperti di goa pada umumnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang bisa menjaga suhu, kelembaban yang relatif konstan, kegelapan dengan iluminasi yang sesuai, serta pengawasan terhadap keadaan rumah walet tanpa menganggu kenyamanan burung walet yang ada di dalamnya. Agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memantau dan mengkontrol suhu serta kelembaban dan juga cahaya. Pada sistem ini, teknologi berupa Internet of Thing (IoT) dibutuhkan untuk otomasi monitoring dan controling keadaan rumah walet dengan mudah. Penelitian ini menggunakan dua sensor yaitu DHT22 dan BH1750 untuk mendeteksi suhu, kelembapan dan cahaya pada rumah walet. NODEMCU ESP8266 Sebagai mikrokontroler dan alat komunikasi menerima data dan mengirim data ke aplikasi blynk. Melalui penelitian ini diketahui perubahan suhu, kelembapan dan cahaya didalam rumah walet melalui smartphone menggunakan sistem internet of things (IoT). Kedua sensor, yaitu DHT22 dan BH1750 bekerja dengan baik untuk mengukur suhu, kelembapan dan cahaya dengan nilai akurasi pada DHT22 untuk mengukur suhu sebesar 98,74% sedangkan nilai akurasi untuk mengukur kelembapan sebesar 97,46%. Sensor BH1750 juga bekerja dengan baik dengan nilai akurasi sebesar 96,75%. Rancang bangun sistem ini juga dapat membantu dan mempermudah para peternak burung walet agar burung walet dapat berkembang biak dengan baik dan menghasilkan liur walet yang bagus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada suatu sistem jaringan instalasi suatu perusahaan produk atau industri tidak menutup kemungkinan untuk mengkonsusmsi beban yang sangat besar. sebagian besar industri memiliki mesin produksi berkapasitas beban yang sangat besar terutama beban induktif. beban induktif sangat berpengaruh pada kualitas φ di sistem jaringan yang akan mengakibatkan kerugian besar baik itu dari pihak PLN (Perusahaan Milik Negara) maupun dari pihak industri. Dari hal tersebut, perlu dilakaukan pemonitoringan nilai cos φ. Selain itu juga perlu dilakukan solusi agar beban reaktif pada industri tersebut tidak melampaui batas yang telah di tetapkan PLN. Dalam penelitian ini telah dilakukan pemonitoringan cos φ pada sistem kemudian akan memutus beban dengan mengontrol sircuit breaker ketika cos φ diketahui melampaui batas yang telah ditentukan yaitu 0,85. Pada penelitian yang saya terapkan ketika cos phi jatuh sebesar 0,76 ketika daya reaktif terputus maka cosphi kembali normal sebesar 0,86. Relay tersputus menyesuaikan seberapa besar nilai cos phi yang jatuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada suatu sistem jaringan instalasi suatu perusahaan produk atau industri tidak menutup kemungkinan untuk mengkonsusmsi beban yang sangat besar. sebagian besar industri memiliki mesin produksi berkapasitas beban yang sangat besar terutama beban induktif. beban induktif sangat berpengaruh pada kualitas φ di sistem jaringan yang akan mengakibatkan kerugian besar baik itu dari pihak PLN (Perusahaan Milik Negara) maupun dari pihak industri. Dari hal tersebut, perlu dilakaukan pemonitoringan nilai cos φ. Selain itu juga perlu dilakukan solusi agar beban reaktif pada industri tersebut tidak melampaui batas yang telah di tetapkan PLN. Dalam penelitian ini telah dilakukan pemonitoringan cos φ pada sistem kemudian akan memutus beban dengan mengontrol sircuit breaker ketika cos φ diketahui melampaui batas yang telah ditentukan yaitu 0,85. Pada penelitian yang saya terapkan ketika cos phi jatuh sebesar 0,76 ketika daya reaktif terputus maka cosphi kembali normal sebesar 0,86. Relay tersputus menyesuaikan seberapa besar nilai cos phi yang jatuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam yang potensial di sektor perikanan. Untuk menjaga suhu pada cold storage udang sangatlah penting dikarenakan udang sangat sensitif sekali dengan suhu yang tinggi memengaruhi kesegaran udang. Agar penelitian ini bermanfaat untuk optimalisasi hasil tangkap atau pasca panen nelayan agar layak ekspor, sehingga alat yang dibangun ini bertujuan untuk membuat alat yang dapat melakukan monitoring suhu dan pengontrolan suhu cold storage udang secara berkelanjut berbasis IOT. Alat ini dibuat menggunakan NODEMCU ESP8266 sebagai proses data, di dalam NODEMCU ESP8266 sudah dilengkapi oleh modul wifi sebagai komunikasi monitoring secara online. Sensor suhu DS18B20 sebagai pendeteksi suhu dalam cold storage udang. untuk sistem pengontrolan suhu secara otomatis, menggunakan module relay berfungsi sebgai menyalakan pompa dan solenoid valve untuk mengalirkan aliran air es untuk mendinginkan cold storage udang yang mengalami kenaikan suhu. Hasil dari penelitian ini sensor suhu mampu mengukur suhu dengan prensentase pada sensor satu didapatkan nilai error sebesar 0,007% dengan nilai akurasi 99,30%. nilai error sensor dua 0,015% dengan akurasi didapatkan 99,589%. Dari tingkat hasil pembacaan kedua sensor dan alat mampu memberikan informasi sehingga petani tambak mengetahui dan menambahkan es agar kualitas udang terjaga dengan baik. Dan sistem otomatis yang dibangun berfungsi sangat baik mampu menurunkan suhu dari 100C hingga menurun di suhu 50C dalam durasi 4 menit sehingga sistem otomatis berkerja sangat baik ketika saat di tinggal aktivitas lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
.Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64% dan cos φ 0.43%.