Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

78 hasil
Subjek: IOT
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Probiotik RICA Dalam Mereduksi Unsur Nitrogen Pada Tambak Udang Windu (Penaeus Monodon) Di Kabupaten Bulungan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN KOMBINASI FISIOTERAPI DADA DAN INHALASI AROMATHERAPI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP PERBAIKAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN SESAK

2026•

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi pernapasan akibat penumpukan sekret di jalan napas. Penumpukan sekret pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas yang ditandai dengan batuk, sesak, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk membantu mobilisasi sekret, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki pola pernapasan. Penerapan fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan aromaterapi minyak kayu putih dilakukan pada dua pasien dengan diagnosis TB paru masing – masing dilakukan 1 kali sehari dengan durasi waktu 10 menit dan dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Hasil pengkajian awal pasien pertama sebelum dilakukan inttervensi frekuensi pernapasan 32 kali/menit setelah dilakukan intervensi selama 3 hari berturut – urut frekuensi napas menjadi 27 kali/menit dan pada pasien kedua dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit. Intervensi memberikan hasil yang baik dalam membantu memperbaiki bersihan jalan napas dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat TB paru

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU KUALITAS AIR DARI SUMUR BOR BERBASIS IOT UNTUK DETEKSI DINI KONTAMINASI LINGKUNGAN

2026•

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan air sumur bor masih menjadi sumber utama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh saluran air perpipaan. Namun, kualitas air sumur bor belum dipantau secara rutin, sehingga berpotensi mengalami kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis internet of things untuk mendukung deteksi dini kontaminasi Lingkungan. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terintegrasi dengan empat sensor, yaitu sensor pH (4502c), sensor kekeruhan (SEN0189) , sensor TDS (Total Dissolved Solids), dan sensor warna (TCS3200). Data hasil pengukuran dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis website untuk memudahkan pemantauan jarak jauh. Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, pengujian performa komunikasi data, serta implementasi metode rule-based system yang mengacu pada standar baku mutu kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan bahwa sensor pH memiliki nilai rata-rata error sebesar 1,13%, TDS memiliki rata-rata error sebesar 2,02%, sensor kekeruhan dan warna (TCS3200) memiliki rata-rata error sebesar 0%. Berdasarkan 30 data hasil pengujian pada dua sumur bor, sistem mengidentifikasi bahwa kualitas air tidak memenuhi kriteria kelayakan sehingga diklasifikasikan sebagai “Tidak Layak” dikarenakan salah satu parameter pengukuran melebihi ambang batas yang ditetapkan pada rule-based system yaitu, pada nilai kekeruhan sebesar 147 NTU dan TDS sebesar 507 ppm. Pengujian performa komunikasi data menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% dan rata-rata latency sebesar 2,078 ms, yang menujukkan bahwa seluruh data berhasil dikirim dan diterima tanpa kehilangan paket selama proses pengujian. Dengan demikian, sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis IoT yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran secara akurat, mendukung proses pemantauan kualitas air secara real-time, serta membantu deteksi dini terhadap potensi kontaminasi lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Biblioterapi Menggunakan Pop Up Book pada Anak Pra Sekolah dengan Hospitalisasi di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan

2026•

Hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) merupakan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis, terutama jika tidak ditangani sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam keperawatan anak karena dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh Biblioterapi menggunakan pop up book merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu anak mengelola kecemasan melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan cerita. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan implementasi biblioterapi menggunakan pop up book serta menganalisis perubahan tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien anak usia pra sekolah yang dirawat di Ruang Anggrek B1 RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 06-08 Juni 2026 dengan diagnosis observasi febris disertai kecemasan akibat hospitalisasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Intervensi dilaksanakan melalui lima fase, yaitu persiapan, orientasi, kerja, diskusi, dan evaluasi, dengan melibatkan orang tua. Hasil menunjukkan penurunan skor FIS pada An. F dari 4 menjadi 1 dan pada An. M dari 5 menjadi 1, dengan rata-rata penurunan 3,5 poin. Penurunan kecemasan juga ditunjukkan oleh berkurangnya tangisan, meningkatnya kooperatif selama tindakan keperawatan, perbaikan pola tidur, serta normalisasi frekuensi nadi. Biblioterapi menggunakan pop up book efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi (child centered care).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Panaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor pembatas utama dalam keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon). Akumulasi senyawa beracun akibat penurunan kualitas air sering kali memicu penurunan kesehatan udang hingga mortalitas massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi probiotik RICA dalam memperbaiki kondisi lingkungan perairan serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu pada sistem tambak tradisional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2025 di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan membandingkan petak perlakuan probiotik RICA dan petak kontrol (non-probiotik), dengan parameter kualitas air merujuk pada Baku Mutu Permen KP No. 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak tambak dengan perlakuan probiotik memiliki kondisi lingkungan yang lebih stabil, ditandai dengan konsentrasi oksigen terlarut (5,7–7,1 mg/L), pH (8,08–8,48), dan amonia (0,01–0,31 mg/L) yang lebih baik dibandingkan dengan petak non-probiotik. Meskipun beberapa parameter seperti amonia, nitrit, dan alkalinitas pada kedua perlakuan belum sepenuhnya memenuhi baku mutu, aplikasi probiotik RICA terbukti mampu menekan akumulasi senyawa nitrogen berbahaya (Amonia dan Nitrit) lebih efektif dari pada petak non-probiotik. Hal ini sesuai dengan kelangsungan hidup udang windu yang mencapai 24,7% pada petak perlakuan probiotik, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan petak non-probiotik yang hanya sebesar 7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik RICA lebih baik dalam perbaikan kualitas air serta peningkatan kelangsungan hidup udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PAKAN IKAN OTOMATIS DAN PEMANTAUAN KEKERUHAN AIR AKUARIUM IKAN HIAS BERBASIS INTERNET OF THINGS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SEMIOTIKA PADA KORAN ONLINE TEMPO EDISI 1 JANUARI - 31 JANUARI 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RIZQI ADI SAPUTRA, 2026. Analisis Koran Semiotik Cover Koran Online Tempo Edisi 1 Januari- 31 Januari 2025 (kajian semiotik). Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Siti Fathonah, M.Pd. dan Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S, M.A). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam cover koran online Tempo edisi 1 januari 31 januari 2025 menggunakan pedekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian ini adalah mengindentifikasi serta menginterpretasikan tanda-tanda visual yang terdapat pada cover koran, yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi terhadap sampul koran Tempo dalam periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual pada cover koran Tempo tidak hanya berfungsi sebagai ilustrasi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mengandung makna tersirat terkait isu sosial, politik, dan buaya. Ikon digunakan untuk merepresentasikan objek secara langsung, indeks menunjukkan hubungan sebab-akibat atau konteks tertentu, sedangkan simbol mengandung makna yang dibentuk berdasarkan kesepakatan sosial. Melalui analisis semiotika peirce, ditemukan bahwa setiap cover koran memiliki pesan kritis yang disampaikan secara implisit melalui kombinasi gambar, warna, dan teks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cover koran online Tempo merupakan bentuk komunikasi visual yang efektif dalam membangun opini punlik dan menyampaikan kritik sosial. Dengan demikian, kajian semiotika dapat membantu pembaca memahami makna yang tersembunyi di balik representasi visual dalam media massa. Kata Kunci : Semiotika, Cover Koran, Tempo, Komunikasi Visual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PENCATATAN PENGUNJUNG DENGAN SMART GATE BERBASIS IOT DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan masih menerapkan sistem pencatatan pengunjung melalui proses input data secara manual pada sistem yang tersedia, sehingga proses pencatatan membutuhkan waktu, berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data, dan pemantauan informasi kunjungan belum sepenuhnya tersaji secara otomatis dan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pencatatan pengunjung dengan integrasi smart gate berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Rapid Application Development (RAD), yang meliputi tahap perencanaan kebutuhan, perancangan, konstruksi, dan implementasi sistem. Sistem yang dibangun memanfaatkan RFID sebagai media identifikasi pengunjung, mikrokontroler sebagai pusat kendali, motor stepper sebagai penggerak palang smart gate, Firebase Real-time Database sebagai media komunikasi IoT, serta sistem web berbasis Laravel dan Mysql untuk pengelolaan data dan pemantauan kunjungan. Pengujian sistem dilakukan melalui pengujian pembacaan RFID, pengujian smart gate, pengujian black box, pengujian IoT, serta pengujian akurasi dan waktu respons sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca kartu RFID, memverifikasi UID, mencatat data masuk dan keluar, serta mengendalikan smart gate secara otomatis. Pengujian IoT pada jarak 1, 5, 10, dan 15 meter menghasilkan Packet loss sebesar 0%, sedangkan pengujian terhadap 25 UID dengan 45 proses pencatatan menghasilkan akurasi sebesar 100%. Rata-rata waktu respons sistem adalah 1.235,3 ms atau sekitar 1,23 detik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dibangun mampu mendukung pencatatan pengunjung secara otomatis, akurat, terintegrasi, dan lebih mudah dipantau di Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Mobile Robot IoT Terintegrasi Kamera Dan Web Monitoring

2026•

Kebakaran merupakan bencana yang menimbulkan kerugian signifikan terhadap keselamatan jiwa dan harta benda, yang sering diperparah oleh keterlambatan respons akibat deteksi manual. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis mobile robot Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan kamera dan web monitoring. Sistem menggunakan sensor DHT22, MQ-2, sensor api 5 channel, sensor ultrasonik, serta kamera ESP32-CAM, dengan ESP32-S3 sebagai pusat kendali yang mengirimkan data ke web berbasis Laravel melalui HTTP REST API. Metode Rule-Based System (RBS) digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi menjadi Aman, Waspada, dan Bahaya, sekaligus mengatur pergerakan robot. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja secara fungsional dan terintegrasi dengan baik, dengan akurasi keseluruhan sebesar 61,1% dari 18 skenario pengujian. Kinerja sistem lebih optimal pada kondisi indoor (88,9%) dibandingkan outdoor (33,3%), yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sistem memiliki keandalan komunikasi yang baik dengan nilai packet loss sebesar 0%, namun masih terdapat delay yang cukup tinggi, yaitu rata-rata 1998,04 ms pada indoor dan 1342,3 ms pada outdoor. Perbedaan nilai delay tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pengujian, di mana pada pengujian indoor terdapat hambatan berupa tembok dan struktur bangunan yang dapat mengganggu transmisi data, sedangkan pada pengujian outdoor lingkungan cenderung lebih terbuka sehingga proses komunikasi data berlangsung lebih baik. Secara keseluruhan, sistem mampu melakukan deteksi dini kebakaran secara otomatis, meskipun masih memerlukan optimasi sensor, navigasi, dan komunikasi data untuk meningkatkan kinerja, khususnya pada kondisi outdoor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL UKIRAN PADA RUMAH ADAT DAYAK GAAI DI DESA LONG BUANG KECAMATAN PESO KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOPITA, 2026 Makna Simbol Ukiran Pada Rumah Adat Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S. S., M.Pd dan Dr. Asih Riyanti, M.Pd) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna pada ukiran rumah Adat suku Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat suku Dayak Gaai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik catat. Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Data penelitian terdiri dari 6 data berupa ukiran, 2 data berupa gambar, 6 data berupa benda, 1 data berupa pahatan, 6 data berupa warna, 3 data berupa arsitektur. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori segitiga makna, maka di peroleh kesimpulan bahwa data yang berada di dalam rumah adat tersebut memiliki makna yang berbeda. Emdal, Giyong, Tekhung Emnuk, Ong Tehun memiliki makna yang dapat memanggil Roh nenek moyang, Mengkai Madoh, Smeak masin, Elbung memiliki makna yang religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Gaai kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang layak. Guleng memiliki makna simbol yang yang menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat ditempat terkenal akan banyak tradisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna prosesi aweh adat suku Dayak Lundayeh di desa lung barang kecamatan mentarang hulu kabupaten Malinau Kalimantan Utara

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna prosesi Aweh adat Suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Huliu Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Prosesi Aewh Adat ini menarik untuk diteliti karena memiliki beberapa proses yang harus dilakukan secara berurutan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa makna pada prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatang Mentarang Hulu Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah Prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh. jumlah data dalam Penelitian ini adalah 18 data, diantaranya yaitu: fata, abe, bane, leku sulau, beret, bakad, tekip, tayen/rubi, rong basung, apar, abet ulu deley, bakad deley, Nuduk, Namong, proses penguguman, ngaru burung, fetutup, iraw Aweh, nated biung. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori penanda (signifer) dan petanda (signifed) dari Ferdinand De Saussure.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prototype Pengendalian SIstem Penutup Atap dan Kipas Otomatis untuk Jemuran Pakaian (Studi Kasus Pada Cuaca Kota Tarakan)

2026•

Cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan sering mengganggu proses penjemuran pakaian karena hujan dapat turun secara tiba-tiba dan menyebabkan pakaian kembali basah. Penelitian ini merancang Prototypesistem penutup atap dan kipas otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor Raindrop untuk membaca nilai ADC hujan dan tidak hujan serta sensor LDR untuk mengukur intensitas cahaya dalam satuan lux dengan kategori Cerah dan Tidak Cerah. Data diproses oleh NodeMCU ESP32 untuk mengendalikan motor DC dalam membuka dan menutup atap serta mengaktifkan kipas sebagai alat bantu pengeringan. Sistem terintegrasi dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time. Mode otomatis bekerja saat nilai ADC Raindrop >600 dan nilai lux LDR 300, sedangkan mode manual dikendalikan melalui Blynk. Hasil kalibrasi sensor LDR menunjukkan nilai lux 0–300 dikategorikan Tidak Cerah dan 300–50.000 lux sebagai Cerah. Sensor Raindrop dengan ADC 0–600 menunjukkan Tidak Hujan dan 600–4095 menunjukkan Hujan. Pengujian pada tanggal 16–17 Februari 2026 sebanyak 20 data menunjukkan tingkat kesesuaian 100%. Sebanyak 19 pengujian mencatat ADC 0 (Tidak Hujan) dengan intensitas cahaya 3,78–144.417 lux, dan pada seluruh kondisi tersebut atap terbuka serta kipas OFF. Pada tanggal 16 Februari 2026 pukul 12.17 tercatat lux 31.651 dan ADC 798, sistem mendeteksi Hujan dalam kondisi Cerah sehingga atap menutup dan kipas ON sesuai logika. Integrasi Blynk menghasilkan akurasi pengiriman data 100%, Packet loss 0%, dan rata-rata Latency47 ms pada jarak 3–15 meter. Sistem bekerja optimal dan responsif terhadap perubahan cuaca.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Monitoring Pemberian Nutrisi pada Hydrofarm Tenaga Surya Berbasis IoT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MONITORING PEMBERIAN NUTRISI PADA HYDROFARM TENAGA SURYA BERBASIS IoT Nama : Ayu Wulan Sari NPM : 2040302040 Dosen Pembimbing : Fitriani, S.T., M.T.1 : Abil Huda, S.T., M.T.2 Abstrak Perkembangan teknologi pertanian modern mendorong penerapan sistem hidroponik atau hydrofarm yang memanfaatkan media air sebagai sarana budidaya tanaman. Kestabilan larutan nutrisi menjadi faktor utama keberhasilan hidroponik yang dapat dipantau melalui nilai Total Dissolved Solids (TDS). Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring serta pengendalian otomatis pemberian nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem dilengkapi sensor TDS, layar LCD, serta aplikasi Blynk untuk pemantauan data secara real-time melalui koneksi WiFi. Kalibrasi sensor dilakukan menggunakan larutan calibration solution tersertifikasi standar internasional dan dibandingkan dengan TDS meter sebagai nilai referensi, menghasilkan faktor kalibrasi sebesar 1,001 ppm. Validasi pengukuran menggunakan larutan standar 1382 ppm menunjukkan rata-rata error sebesar 0,01% dengan tingkat akurasi mencapai 99,99%. Sistem mampu mengontrol pompa nutrisi A dan B secara otomatis ketika nilai TDS berada di bawah ambang batas 500–1000 ppm sehingga konsentrasi nutrisi tetap stabil. Hasil pengujian selama 14 hari menunjukkan performa sistem yang konsisten dengan rata-rata error harian sebesar 0,00628% dan akurasi rata-rata 99,993%. Sistem berhasil melakukan monitoring dan pengendalian nutrisi secara otomatis dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi serta efektivitas budidaya hydrofarm. Kata kunci: Hydrofarm, Internet Of Things( IoT), Total Dissolved Solids (TDS).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS NUTRISI AIR PADA TANAMAN BAYAM HIDROPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS

2025•

.Tanaman bayam merupakan salah satu komoditas sayuran dengan tingkat permintaan yang tinggi sehingga memerlukan pengelolaan nutrisi yang optimal, khususnya pada sensor pH, (TDS), dan suhu air. Pada budidaya hidroponik, permasalahan yang sering terjadi adalah ketidak seimbangan nutrisi akibat proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman layu, daun menguning, serta pertumbuhan yang terhambat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem pemantauan kualitas nutrisi air yang mampu bekerja secara otomatis dan real-time untuk menjaga kestabilan kondisi nutrisi tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring kualitas nutrisi air pada tanaman bayam hidroponik berbasis IoT. Sistem ini menggunakan Mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terhubung dengan sensor pH, sensor TDS, dan sensor suhu air. Data hasil pembacaan sensor dikirim secara real-time ke platform Blynk sehingga dapat dipantau melalui perangkat smartphone maupun website. Nilai acuan kualitas nutrisi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pH ideal 5,5–6,5, TDS 700–1600 ppm, dan suhu optimal 18–25°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dan stabil dalam memantau kualitas nutrisi air. Tingkat Akurasi sensor berdasarkan perhitungan error rate diperoleh sebesar 96,76% untuk sensor pH, 98,50% untuk sensor TDS, dan 98,12% untuk sensor suhu.Pengujian keseluruhan sistem dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama, sistem mencapai tingkat Akurasi sebesar 86,6%, dengan pH berada pada kisaran 6,36–6,60 dan nilai TDS menurun dari 1127 ppm menjadi 543 ppm, sehingga kualitas air meningkat dari kategori “buruk” menjadi “sedang” hingga “baik”. Pada hari kedua, tingkat kesesuaian sistem sebesar 73,3%, dengan pH 6,29–6,64 dan TDS menurun hingga 547 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data secara real-time melalui aplikasi Blynk serta memberikan informasi kondisi nutrisi air secara akurat sesuai kategori ambang batas yang ditentukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN FUNGSI RITUAL MUI LEBU DALAM KEHIDUPAN SUKU DAYAK UMA KULIT (Kajian Semiotik)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi ritual Mui Lebu pada masyarakat Suku Dayak Uma Kulit di Desa Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan. Ritual Mui Lebu merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan desa dari segala macam energi negatif atau bala demi kesejahteraan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, tindakan, benda-benda, dan makanan yang terkait dengan prosesi ritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat Suku Dayak Uma Kulit, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori segitiga makna Charles Sanders Peirce yang mencakup tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant). Kata Kunci: Ritual Mui Lebu, Suku Dayak Uma Kulit, Semiotik, Makna, Fungsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Simbol Seni Bela Diri Kuntau Tidung di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan simbol budaya dalam seni bela diri Kuntau Tidung di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung (kajian semiotika) dari Charles Sanders Pierce. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian semiotika dari Charles Sanders Pierce, yaitu teori triadic, di antaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Data pada penelitian ini berupa makna dan simbol gerakan seni bela diri kuntau. Sumber data pada penelitian ini seni bela diri Kuntau di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung dan tokoh adat Suku Tidung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan mencatat atau menulis. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menganalisis atau menafsirkan data. Hasil dari penelitian ini terdapat 27 simbol yang digunakan pada seni bela diri Kuntau di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung yang dipercayai membawa hal-hal baik dan bermanfaat untuk menjaga keamanan diri sendiri maupun pada diri seseorang yang sangat membutuhkan, sehingga setiap simbol memiliki makna dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu bentuk harapan agar diri dan keluarga memiliki keamanan yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Solar Tracker Axis Pada PLTS Berbasis IoT Dengan Metode Real Time Clock

2025•

Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun pemanfaatan panel surya konvensional yang bersifat statis masih belum optimal karena tidak mampu mengikuti pergerakan matahari, sehingga mengurangi efisiensi konversi energi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun sistem solar tracker satu sumbu berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan metode Real time clock (RTC) sebagai input. Sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 dan menggunakan motor servo untuk menggerakkan panel. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perancangan alat, pemrograman sistem kontrol, dan pengujian kinerja panel surya selama 14 hari. Data pengukuran mencakup tegangan, arus, daya, dan sudut orientasi panel tracker, kemudian dibandingkan dengan panel surya statis yang diposisikan pada sudut tetap 10°. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem solar tracker mampu meningkatkan daya keluaran panel surya, dengan nilai peningkatan 5,1%-10,8% dengan rata-rata efisiensi sebesar 7,0% dibandingkan sistem statis. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi RTC dan ESP32 pada sistem pelacak matahari dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL DALAM PROSESI MECAQ UNDAT (PANEN PADI) DI DESA AGUNG BARU KECAMATAN SUNGAI BOH (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang makna dan simbol dalam prosesi Mecaq Undat, yaitu tradisi panen padi masyarakat Dayak Kenyah di Desa Agung Baru. Tradisi ini sarat dengan simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai spiritualitas, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta leluhur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce yang memfokuskan pada analisis sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretasi) dalam setiap rangkaian upacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol, seperti gong, alu kayu, pakaian adat, serta sesaji, memiliki makna mendalam yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan upacara, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang menegaskan identitas Dayak Kenyah. Gong misalnya melambangkan panggilan sakral untuk kebersamaan, alu kayu menggambarkan kerja sama dan ketekunan, sedangkan pakaian adat dan hiasannya menjadi simbol status, kesucian, serta penghormatan terhadap leluhur. Interpretasi dari simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa prosesi Mecaq Undat bukan hanya kegiatan panen, melainkan sebuah ritual sakral yang mengandung pesan syukur, solidaritas, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Pierce mampu mengungkap kedalaman makna simbolik dalam tradisi Dayak Kenyah dan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail