Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Ukiran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

.Sistem Pengenalan Pola Ukiran Rumah Tongkonan Toraja dengan Algoritma Deep Learning Berbasis YOLOv7 dan YOLOv8

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ukiran pada rumah adat Tongkonan Toraja merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai filosofis, historis, dan simbolik yang menggambarkan identitas masyarakat Toraja. Keberagaman pola ukiran memiliki makna tersendiri, namun perubahan sosial menyebabkan pemahaman terhadap pola ukiran tradisional semakin berkurang, khususnya pada generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem pengenalan pola ukiran rumah Tongkonan Toraja menggunakan pendekatan Deep Learning berbasis algoritma YOLOv7 dan YOLOv8. Dataset yang digunakan terdiri dari 630 citra ukiran yang mencakup tiga jenis pola, yaitu pa’tedong, pa’kapubaka, dan pa’bareallo, yang diperoleh melalui dokumentasi lapangan dan sumber daring. Dataset tersebut diaugmentasi untuk meningkatkan variasi data sehingga menghasilkan 1.635 citra, kemudian dibagi menjadi 92% data pelatihan, 4% data validasi, dan 4% data pengujian. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dataset, anotasi, augmentasi, pelatihan model menggunakan 50 epoch dengan ukuran citra 512×512 piksel, serta pengujian model. Berdasarkan hasil evaluasi data validasi, YOLOv7 memperoleh nilai Precision 0,963, Recall 0,987, mAP50 0,993, dan mAP50-95 0,856, sedangkan YOLOv8 memperoleh Precision 0,997, Recall 1,000, mAP50 0,995, dan mAP50-95 0,907. Pada tahap pengujian, YOLOv7 memperoleh Precision 0,947, Recall 0,902, mAP50 0,980, dan mAP50-95 0,805, sedangkan YOLOv8 memperoleh Precision 1,000, Recall 1,000, mAP50 0,995, dan mAP50-95 0,898. Hasil tersebut menunjukkan bahwa YOLOv8 memiliki performa lebih optimal dibandingkan YOLOv7 dalam mendeteksi dan mengenali pola ukiran Tongkonan. Sistem yang dihasilkan mampu memberikan deteksi berupa bounding box, nama kelas, dan nilai confidence untuk mendukung proses digitalisasi dan pelestarian budaya berbasis computer vision.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL UKIRAN PADA RUMAH ADAT DAYAK GAAI DI DESA LONG BUANG KECAMATAN PESO KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOPITA, 2026 Makna Simbol Ukiran Pada Rumah Adat Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S. S., M.Pd dan Dr. Asih Riyanti, M.Pd) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna pada ukiran rumah Adat suku Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat suku Dayak Gaai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik catat. Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Data penelitian terdiri dari 6 data berupa ukiran, 2 data berupa gambar, 6 data berupa benda, 1 data berupa pahatan, 6 data berupa warna, 3 data berupa arsitektur. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori segitiga makna, maka di peroleh kesimpulan bahwa data yang berada di dalam rumah adat tersebut memiliki makna yang berbeda. Emdal, Giyong, Tekhung Emnuk, Ong Tehun memiliki makna yang dapat memanggil Roh nenek moyang, Mengkai Madoh, Smeak masin, Elbung memiliki makna yang religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Gaai kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang layak. Guleng memiliki makna simbol yang yang menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat ditempat terkenal akan banyak tradisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA UKIRAN PETI MATI SUKU TORAJA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep matematika apa saja yang terkandung dalam ukiran-ukiran yang terdapat pada Peti Mati Suku Toraja. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan Teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data maka dilakukan analisis data dengan cara penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian yaitu terdapat beberapa konsep matematika yang terkandung dalam ukiran peti mati suku Toraja antara lain: lingkaran, segitiga, dan belah ketupat pada motif ukiran (Pa'barre Allo), dan persegi pada motif ukiran (Pa'doti Siluang II). Selain itu terdapat juga konsep garis seperti garis lengkung pada motif ukiran (Pa'erong) dan konsep simetri lipat pada motif ukiran Pa'doti Langi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA SMP NEGERI 11 TARAKAN TERHADAP PEMANFAATAN ETNOMATEMATIKA UKIRAN TORAJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMP Negeri 11 Tarakan terhadap pemanfaatan etnomatematika ukiran Toraja dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 11 Tarakan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnomatematika ukiran Toraja dapat membantu proses pembelajaran, karakteristik ukiran Toraja dapat memotivasi siswa dalam belajar, dan membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami. Ukiran Toraja dapat membantu proses pembelajaran karena dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun karakteristik yang dimiliki ukiran Toraja seperti warna yang mencolok, bentuk unik, sehingga memberikan kesan yang menarik perhatian siswa sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar. Selanjutnya etnomatematika ukiran Toraja dapat membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami. Hal ini karena penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran membuat pelajaran membekas dalam ingatan sehingga materi yang dipelajari menggunakan ukiran Toraja tidak mudah dilupakan dan dapat membantu mengingat materi pelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika : Konsep Matematika Pada Ukiran Rumah Adat Toraja

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep matematika apa saja yang terkandung dalam ukiran-ukiran yang terdapat pada rumah Tongkonan adat Toraja dan padangan siswa SMPN 3 Tarakan jika dalam proses pembelajaran matematika mengandung konteks yang berbasis etnomatematik. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan analisi. Setelah melakukan pengumulan data maka dilakukan analisis data dengan cara mereduksi data, kemudian menyajikan data dan setelah itu melakukan penarikan kesimpulan. Adapun di dapatkan temuan penelitian yaitu terdapat beberapa konsep matematika yang terkandung dalam ukiran rumah adat toraja antara lain: 1) Konsep bangun datar yang terdapat pada ukiran Pa’Sekong Kandaure yang berbentuk persegi panjang, Pa’Pollo’ Songkang berbentuk belah ketupat, Pa’ Barre Allo berbentuk lingkaran dan Pa’Kollong Bu’Ku yang berbentuk segitiga. 2) Konsep simetri juga terdapat pada ukiran rumah tongkonan adat Toraja yaitu pada ukiran Pa’Tedong yaitu bentuk simetri lipat. Selain itu diperoleh juga temuan mengenai pandangan siswa SMPN 3 Tarakan bahwa mereka tertarik dan setuju apabila dilakukan pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan konteks etnomatematika.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA UKIRAN PADA MAKAM SUKU DAYAK KENYAH DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN (KAJIAN SEMIOTIK)

2020•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna ukiran pada makam suku dayak kenyah Di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Metode pada penelitan ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa makna ukiran pada makam suku dayak kenyah. Sumber data pada penelitian ini adalah masyarakat suku dayak kenyah yang mengetahui makna ukiran pada makam. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, teknik catat, teknik rekam. Artinya peneliti terjun langsung ke lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Berdasarkan data tersebut terdapat dua klasifikasi data yaitu, klasifikasi data ukiran pada makam bangsawan yang berjumlah 8 data. ukiran pada makam bangsawan tidak bisa digunaka oleh sembarang orang kecuali orang bangsawan yang berketurunan raja. Klasifikasi data ukiran pada makam rakyat biasa yang berjumlah 14 data. Ukiran yang ada pada makam rakyat biasa itu hanya ukiran yang diukir sesuai dengan karakter orang-orang tersebut. Data tersebut kemudian dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sing merupakan sesutu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign) berupa konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda (sign) atau sesutu yang dirujuk tanda. Interpretan (Interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail