MAKNA UKIRAN PADA MAKAM SUKU DAYAK KENYAH DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN (KAJIAN SEMIOTIK)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna ukiran pada makam suku dayak kenyah Di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Metode pada penelitan ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa makna ukiran pada makam suku dayak kenyah. Sumber data pada penelitian ini adalah masyarakat suku dayak kenyah yang mengetahui makna ukiran pada makam. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, teknik catat, teknik rekam. Artinya peneliti terjun langsung ke lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Berdasarkan data tersebut terdapat dua klasifikasi data yaitu, klasifikasi data ukiran pada makam bangsawan yang berjumlah 8 data. ukiran pada makam bangsawan tidak bisa digunaka oleh sembarang orang kecuali orang bangsawan yang berketurunan raja. Klasifikasi data ukiran pada makam rakyat biasa yang berjumlah 14 data. Ukiran yang ada pada makam rakyat biasa itu hanya ukiran yang diukir sesuai dengan karakter orang-orang tersebut. Data tersebut kemudian dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sing merupakan sesutu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign) berupa konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda (sign) atau sesutu yang dirujuk tanda. Interpretan (Interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda.