Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: NOPITA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL UKIRAN PADA RUMAH ADAT DAYAK GAAI DI DESA LONG BUANG KECAMATAN PESO KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2026•

NOPITA, 2026 Makna Simbol Ukiran Pada Rumah Adat Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S. S., M.Pd dan Dr. Asih Riyanti, M.Pd) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna pada ukiran rumah Adat suku Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat suku Dayak Gaai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik catat. Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Data penelitian terdiri dari 6 data berupa ukiran, 2 data berupa gambar, 6 data berupa benda, 1 data berupa pahatan, 6 data berupa warna, 3 data berupa arsitektur. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori segitiga makna, maka di peroleh kesimpulan bahwa data yang berada di dalam rumah adat tersebut memiliki makna yang berbeda. Emdal, Giyong, Tekhung Emnuk, Ong Tehun memiliki makna yang dapat memanggil Roh nenek moyang, Mengkai Madoh, Smeak masin, Elbung memiliki makna yang religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Gaai kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang layak. Guleng memiliki makna simbol yang yang menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat ditempat terkenal akan banyak tradisi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL UKIRAN PADA RUMAH ADAT DAYAK GAAI DI DESA LONG BUANG KECAMATAN PESO KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOPITA, 2026 Makna Simbol Ukiran Pada Rumah Adat Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S. S., M.Pd dan Dr. Asih Riyanti, M.Pd) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna pada ukiran rumah Adat suku Dayak Gaai Di Desa Long Buang Kecamatan Peso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat suku Dayak Gaai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik catat. Jumlah data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 22 data. Data penelitian terdiri dari 6 data berupa ukiran, 2 data berupa gambar, 6 data berupa benda, 1 data berupa pahatan, 6 data berupa warna, 3 data berupa arsitektur. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori segitiga makna, maka di peroleh kesimpulan bahwa data yang berada di dalam rumah adat tersebut memiliki makna yang berbeda. Emdal, Giyong, Tekhung Emnuk, Ong Tehun memiliki makna yang dapat memanggil Roh nenek moyang, Mengkai Madoh, Smeak masin, Elbung memiliki makna yang religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Gaai kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang layak. Guleng memiliki makna simbol yang yang menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat ditempat terkenal akan banyak tradisi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail