ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang berdampak buruk bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Dalam beberapa studi kasus ditemukan bahwa ruangan tertutup sering kali menjadi tempat melakukan aktivitas merokok. Hal ini diperburuk oleh kurangnya sistem yang dapat mendeteksi dan memantau keberadaan asap rokok pada ruangan tertutup. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem pendeteksi dan monitoring asap rokok pada ruangan tertutup menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Penelitian ini, menggunakan sensor MQ-2 untuk mendeteksi konsentrasi asap rokok dan gas berbahaya lainnya. Data yang diperoleh dari sensor akan dikirimkan secara real-time melalui modul NodeMCU ESP8266 ke platform Blynk untuk pemantauan jarak jauh. Untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik dilakukan kalibrasi pada Sensor MQ-2 menggunakan regresi linear dengan nilai slope -0,44 dan intercept 1,53. Pengujian sensor ini menghasilkan nilai rata – rata error sebesar 3,76% dengan nilai akurasi rata – rata adalah 96,24%, dan mampu mendeteksi asap rokok dalam rentang 0-10.000 PPM. Konektivitas IoT melalui platform Blynk menunjukkan performa optimal dengan packet loss 0% pada jarak 1-5 meter dan latency konsisten 67-68 ms. Pada pengujian keseluruhan sistem dilakukan selama 4 jam (18:30-22:30 Wita) dengan 45 data sampel. Hasil menunjukkan sistem mampu mengklasifikasikan tingkat bahaya secara akurat: kondisi aman (48,89% data) dengan konsentrasi 21,56-49,37 PPM mengaktifkan LED hijau; kondisi sedang (31,11% data) dengan konsentrasi 50-199 PPM mengaktifkan LED kuning dan buzzer peringatan; kondisi bahaya (20,0% data) dengan konsentrasi 200-848,08 PPM mengaktifkan LED merah, buzzer panjang dan menyalakan exhaust fan. Penelitian membuktikan bahwa sistem pendeteksi dan monitoring asap rokok berbasis IoT pada ruangan tertutup telah memenuhi seluruh spesifikasi yang diharapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengisian ulang air minum pada depot air umumnya masih dilakukan secara manual oleh tenaga manusia, yang cenderung kurang efisien, membutuhkan waktu lebih lama, dan berisiko terhadap kesalahan pengisian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem otomatis pengisian ulang air galon berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengisian. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, yang diintegrasikan dengan sensor infrared proximity untuk mendeteksi keberadaan galon, serta modul relay untuk mengendalikan pompa air. Data dari sensor dikirim secara real-time ke aplikasi Blynk yang memungkinkan pengguna memantau status pengisian, waktu pengisian, serta kondisi pompa secara jarak jauh. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur keamanan berupa proteksi terhadap tumpahan air guna mencegah pemborosan dan kerusakan peralatan. Implementasi sistem dilakukan langsung di lingkungan nyata, yaitu di Depot Air Minum Fitrah Qua. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pengisian otomatis berdasarkan deteksi galon dengan durasi pengisian selama 77 detik untuk galon 15 liter dan 89 detik untuk galon 19 liter. Dari 60 sampel pengisian, tercatat rata-rata selisih waktu pengisian sebesar 0,25 detik dan tingkat error hanya 0,31%, menunjukkan konsistensi dan akurasi yang tinggi. Selain itu, performa komunikasi jaringan sangat stabil dengan rata-rata latency di bawah 300 ms dan packet loss sebesar 0%. Sistem ini menggunakan perangkat keras yang mudah diperoleh dan perangkat lunak open-source, sehingga memungkinkan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, sistem ini dinilai efektif dan berpotensi menjadi solusi inovatif di wilayah yang belum menerapkan otomatisasi pengisian air, seperti di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lampu lalu lintas memiliki peran vital dalam mengatur kelancaran arus kendaraan di persimpangan jalan. Namun, sistem pemantauan kondisi lampu lalu lintas di Kota Tarakan masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan keterlambatan dalam deteksi dan penanganan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem monitoring kerusakan lampu lalu lintas berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroller ESP32, sensor arus PZEM-004T, serta integrasi dengan aplikasi Blynk dan Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memantau kondisi lampu lalu lintas secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi. Sensor arus berhasil membedakan kondisi lampu menyala (0,03 A) dan mati (0 A), dengan kabel NYM menghasilkan akurasi pembacaan 100% dan kabel AWG sebesar 92,86%. Sistem tetap terhubung secara stabil ke jaringan WiFi dalam rentang jarak 2 hingga 8 meter tanpa kehilangan data (packet loss 0%), dengan nilai latency antara 127,65 ms hingga 142,03 ms, masih dalam batas wajar. Pengujian transmisi data melalui aplikasi Blynk sebanyak 24 kali menunjukkan akurasi pengiriman dan penerimaan data sebesar 100%, sementara pengiriman notifikasi melalui Telegram rata-rata hanya memerlukan waktu 2 detik. Secara keseluruhan hasill tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk mendeteksi kerusakan lampu lalu lintas secara otomatis. Oleh karena itu, sistem ini layak diimplementasikan untuk meningkatkan keandalan dan efektivitas pemeliharaan infrastruktur lalu lintas di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebakaran Rumah merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tarakan dengan salah satu penyebab utama yaitu korsleting listrik. Peristiwa ini umumnya terjadi di kawasan permukiman padat penduduk akibat kelalaian dalam memantau penggunaan listrik serta kurangnya sistem deteksi dini kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe sistem monitoring listrik rumah berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Rule-Based System yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara dini. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, sensor arus dan tegangan (PZEM-004T) untuk memantau parameter listrik dan sensor suhu (Thermistor NTC) untuk mengidentifikasi perubahan suhu di sekitar perangkat. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode Rule-Based System untuk menentukan status kondisi listrik (Normal, Waspada, atau Berbahaya). Sistem dilengkapi dengan aplikasi Blynk IoT yang memungkinkan pemantauan kondisi secara real-time, pengiriman notifikasi dini, serta kontrol jarak jauh seperti pemutusan aliran listrik saat bahaya terdeteksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sistem ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan tingkat akurasi pengukuran sistem mencapai 99,46%, serta kemampuan dalam klasifikasi kondisi kelistrikan yang berjalan secara optimal. Integrasi dengan aplikasi Blynk IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian sistem secara real-time dengan akurasi pengiriman data mencapai 100%, tanpa kehilangan paket (packet loss 0%), rata-rata waktu penerimaan notifikasi antara 10,6 hingga 14,7 detik, serta rata-rata latency error sebesar 268,3 ms. Dengan demikian, sistem ini dinilai efektif dalam mendeteksi potensi risiko kebakaran secara dini dan memberikan solusi dalam meningkatkan keamanan instalasi kelistrikan rumah tangga, khususnya di wilayah rawan seperti Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian. Internet of Things memungkinkan otomatisasi dan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem penyiraman otomatis dan monitoring bibit kakao berbasis IoT di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien serta meningkatkan akurasi pemantauan kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data sensor dan memastikan keakuratan sensor. Selain itu, pendekatan eksperimental digunakan dalam desain penelitian untuk mengatur RTC dan mengubah nilai ADC pada sensor. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 dengan sensor kelembapan tanah, suhu (DHT22) serta sensor pH tanah. Data perolehan hasil sensor akan dikirim pada LCD dan Blynk untuk pemantauan via smartphone. Sistem memiliki tiga mode penyiraman yaitu : otomatis saat kelembapan 40%, terjadwal dengan RTC (Real Time Clock) dan manual melalui Blynk. Proses Pengujian kalibrasi Sensor menggunakan Soil Survey Instrument sebagai alat perbandingan, dari hasil kalibrasi tesebut Sensor kelembapan tanah mendeteksi 0-30% pada kondisi tanah kering (DRY), 40-70% pada kondisi normal (NOR), dan 80-100% pada kondisi basah (WET+). Sensor DHT22 memiliki akurasi 99,36% dengan tingkat error 6,64%, sedangkan sensor pH tanah memiliki akurasi 89,31% pada kondisi asam (pH 3-4), 94,05% pada kondisi netral (pH 6-7), dan 93,56% pada kondisi basah (pH 9-10), dengan error maksimal 10,68%. Berdasarkan hasil Implementasi sistem yang dilakukan, pengujian dilakukan selama 9 jam (pukul 09:00 - 16:59) dengan pengambilan data setiap 30 menit dan pembacaan sensor setiap 2 detik hasil pengujian sistem rata-rata kelembapan tanah berada pada 65,25%, lalu pada penyiraman mode terjadwal pompa dapat aktif selama 15 detik berdasarkan hasil pengaturan RTC yang dimasukan pada program yaitu pukul 09.00, 12.00, 13.00 dan 16.00. Sensor pH menunjukkan pH normal (7,76) serta suhu udara rata-rata 31,44°C. sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi kualitas bibit kakao serta pemeliharan berupa penyiraman secara otomatis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hydrofarm dapat dimanfaatkan diwilayah yang terbatas. Sistem hydrofarm ini menggunakan beban pompa untuk mengalirkan air sebagai media tanam. Sehingga, diperlukan sumber listrik yang cukup. Beberapa petani yang ingin mengurangi penggunaan biaya listrik akan menggunakan energi terbarukan. Oleh karena itu penelitian ini menerapkan PLTS sebagai sumber catu daya utama dan akan dikombinasikan dengan catu daya yang berasal dari PLN. Dimana hasil listrik yang dihasilkan PLTS ini dapat dimonitoring dengan sensor PZEM004T dan dapat dipantau dari aplikasi blynk dengan bantuan IoT. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif. Hasil rancang bangun sistem PLTS ini berhasil menyuplai beban tertinggi di nilai 91,61 W. Rancang bangun ini juga menerapkan ATS untuk memindahkan antara suplai dari PLN maupun PLTS. Kesalahan pembacaan sensor PZEM004T untuk keluaran tegangan sebesar 0,27% dan arus sebesar 1,35%. Untuk jarak ESP32 sebagai pengirim data dengan sumber hotspot tanpa halangan sejauh 70 m dan untuk jarak data yang dapat diterima pengguna tak terbatas asalkan ESP32 dan pengguna terakses oleh internet.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem pemantauan perairan pada Sungai Buaya di pulau bunyu menjadi hal yang sangat penting dilakukan, karena air pasang yang terlalu tinggi yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yaitu alat yang dapat memantau kelajuan air dan ketinggian air sungai ketika air pasang menggunakan teknologi Internet of Things. Sistem pemantuan ini menggunakan NodeMCU ESP8266 yang sudah terdapat Wi-Fi, sensor water level, sensor water flow dan buzzer. Sistem ini diaplikasikan untuk memantau kelajuan air sungai ketika pasang dan ketinggian air sungai dengan menggunakan aplikasi blynk. Prinsip kerja sistem ini sensor water flow dan sensor water level akan terbaca dan mengirimkan data tersebut pada aplikasi blynk sehingga dapat mengetahui nilai kelajuan air sungai dan ketinggian, dan notifikasi berupa text dan buzzer dapat merespon sebagai peringatan dini untuk daerah sekitar Sungai Buaya. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa sistem ini mampu berkerja dengan baik untuk menjadi sebuah peringatan dini pada debit dan ketinggian air sungai di daerah Sungai Buaya. Dimana pada hasil data sensor water level nilai error sebesar 2,15% dan nilai akurasi sebesar 97,86%. Pada pengujian notifikasi pada aplikasi blynk pembacaan ketika air sungai menyentuh sensor dan didapatkan nilai rata-rata delay sebesar 1,728 detik dan untuk respon delay buzzer pada aplikasi blynk didapatkan nilai rata-rata 0,622 detik. Pada hasil sensor water flow didapatkanlah nilai error sebesar 5,75% dan nilai akurasi sebesar 94,25%. Dengan luas penampang daerah sungai buaya sebesar 21,052 m^2 sehingga nilai keseluruhan debit yang didapatkan sebesar 5,073 m^3/det.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bulungan dan memiliki sumber daya alam berlimpah, sehingga membuat Pulau Bunyu banyak dilirik oleh perusahaan – perusahaan pertambangan besar untuk mengambil dan mengolah hasil sumber daya alam tersebut, yang mungkin dapat merubah kualitas udara disekitar area pertambangan menjadi kurang baik. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah alat yang memiliki sensor elektronik sebagai piranti masukan, mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai piranti proses, dan penampil Aplikasi Blynk sebagai piranti keluaran. Penelitian ini dilakukan 2 tahap pengujian yaitu pada sensor GP2Y1010AU0F dan perangkat lunak Aplikasi Blynk. Pada pengujian sensor dilakukan dengan cara menguji error alat dan dilanjutkan menguji tegangan menggunkan 3 sampel berupa asap, abu kertas, dan debu untuk menguji tegangan terhadap dust density. Pada pengujian error didapatkan hasil yang tidak terlalu besar yaitu 1,43% dan 1,67% nilai error, dan pada pengujian tegangan didapatkan hasil yang berbeda-beda pada pengujian sampel sesuai dengan kepadatan masing-masing sampel. Sedangkan pada tahap pengujian perangkat lunak aplikasi Blynk dilakukan didalam ruangan dan diluar ruangan, pada pengujian perangkat lunak didapatkan hasil yang baik dimana aplikasi Blynk akan menampilkan notifitkasi apabila debu yang terbaca berada diatas ambang batas.