Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Penulis: JONI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung<1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS DAN MONITORING PADA BIBIT KAKAO PT PKN SECARA REAL-TIME BERBASIS INTERNET OF THINGS

2025•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan teknologi mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian. Internet of Things memungkinkan otomatisasi dan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem penyiraman otomatis dan monitoring bibit kakao berbasis IoT di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien serta meningkatkan akurasi pemantauan kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data sensor dan memastikan keakuratan sensor. Selain itu, pendekatan eksperimental digunakan dalam desain penelitian untuk mengatur RTC dan mengubah nilai ADC pada sensor. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 dengan sensor kelembapan tanah, suhu (DHT22) serta sensor pH tanah. Data perolehan hasil sensor akan dikirim pada LCD dan Blynk untuk pemantauan via smartphone. Sistem memiliki tiga mode penyiraman yaitu : otomatis saat kelembapan 40%, terjadwal dengan RTC (Real Time Clock) dan manual melalui Blynk. Proses Pengujian kalibrasi Sensor menggunakan Soil Survey Instrument sebagai alat perbandingan, dari hasil kalibrasi tesebut Sensor kelembapan tanah mendeteksi 0-30% pada kondisi tanah kering (DRY), 40-70% pada kondisi normal (NOR), dan 80-100% pada kondisi basah (WET+). Sensor DHT22 memiliki akurasi 99,36% dengan tingkat error 6,64%, sedangkan sensor pH tanah memiliki akurasi 89,31% pada kondisi asam (pH 3-4), 94,05% pada kondisi netral (pH 6-7), dan 93,56% pada kondisi basah (pH 9-10), dengan error maksimal 10,68%. Berdasarkan hasil Implementasi sistem yang dilakukan, pengujian dilakukan selama 9 jam (pukul 09:00 - 16:59) dengan pengambilan data setiap 30 menit dan pembacaan sensor setiap 2 detik hasil pengujian sistem rata-rata kelembapan tanah berada pada 65,25%, lalu pada penyiraman mode terjadwal pompa dapat aktif selama 15 detik berdasarkan hasil pengaturan RTC yang dimasukan pada program yaitu pukul 09.00, 12.00, 13.00 dan 16.00. Sensor pH menunjukkan pH normal (7,76) serta suhu udara rata-rata 31,44°C. sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi kualitas bibit kakao serta pemeliharan berupa penyiraman secara otomatis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS DAN MONITORING PADA BIBIT KAKAO PT PKN SECARA REAL-TIME BERBASIS INTERNET OF THINGS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian. Internet of Things memungkinkan otomatisasi dan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem penyiraman otomatis dan monitoring bibit kakao berbasis IoT di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien serta meningkatkan akurasi pemantauan kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data sensor dan memastikan keakuratan sensor. Selain itu, pendekatan eksperimental digunakan dalam desain penelitian untuk mengatur RTC dan mengubah nilai ADC pada sensor. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 dengan sensor kelembapan tanah, suhu (DHT22) serta sensor pH tanah. Data perolehan hasil sensor akan dikirim pada LCD dan Blynk untuk pemantauan via smartphone. Sistem memiliki tiga mode penyiraman yaitu : otomatis saat kelembapan 40%, terjadwal dengan RTC (Real Time Clock) dan manual melalui Blynk. Proses Pengujian kalibrasi Sensor menggunakan Soil Survey Instrument sebagai alat perbandingan, dari hasil kalibrasi tesebut Sensor kelembapan tanah mendeteksi 0-30% pada kondisi tanah kering (DRY), 40-70% pada kondisi normal (NOR), dan 80-100% pada kondisi basah (WET+). Sensor DHT22 memiliki akurasi 99,36% dengan tingkat error 6,64%, sedangkan sensor pH tanah memiliki akurasi 89,31% pada kondisi asam (pH 3-4), 94,05% pada kondisi netral (pH 6-7), dan 93,56% pada kondisi basah (pH 9-10), dengan error maksimal 10,68%. Berdasarkan hasil Implementasi sistem yang dilakukan, pengujian dilakukan selama 9 jam (pukul 09:00 - 16:59) dengan pengambilan data setiap 30 menit dan pembacaan sensor setiap 2 detik hasil pengujian sistem rata-rata kelembapan tanah berada pada 65,25%, lalu pada penyiraman mode terjadwal pompa dapat aktif selama 15 detik berdasarkan hasil pengaturan RTC yang dimasukan pada program yaitu pukul 09.00, 12.00, 13.00 dan 16.00. Sensor pH menunjukkan pH normal (7,76) serta suhu udara rata-rata 31,44°C. sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi kualitas bibit kakao serta pemeliharan berupa penyiraman secara otomatis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penguatan Pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Dalam Mewujudkan Tata Kelola BUM Desa Yang Baik

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penguatan pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam mewujudkan tata kelola BUM Desa yang baik serta tugas dan kewenangan pengawas BUM Desa. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: Pertama, pengaturan pengawasan eksternal dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, inspektorat daerah kabupaten melakukan pengawasan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, serta Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Pengaturan pengawasan internal di laksanakan oleh Pengawas yang terdapat di dalam perangkat organisasi BUM Desa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa. Kedua, tugas dan kewenangan pengawas BUM Desa diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa, perumusan kebijakan, keuangan, kerja sama, dan pemeriksaan pembukuan BUM Desa merupakan kewenangan bersama penasihat dan pengawas, tugas dari pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan BUM Desa dan menyampaikan laporan hasil pengawasan tahunan kepada Musyawarah Desa. Inspektorat daerah kabupaten memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan yang diadukan oleh masyarakat dan dapat memberikan sanksi administratif terhadap perangkat organisasi BUM Desa yang melakukan penyimpangan, tugas pengawasan dilakukan dalam bentuk audit. Badan Pemeriksa Keuangan memiliki kewenangan mengawasi BUM Desa karena BUM Desa menerima penyertaan dana Desa dari APBN serta memiliki tugas dalam memeriksa tanggung jawab keuangan negara termasuk keuangan Desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penguatan Pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Dalam Mewujudkan Tata Kelola BUM Desa Yang Baik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penguatan pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam mewujudkan tata kelola BUM Desa yang baik serta tugas dan kewenangan pengawas BUM Desa. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: Pertama, pengaturan pengawasan eksternal dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, inspektorat daerah kabupaten melakukan pengawasan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, serta Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Pengaturan pengawasan internal di laksanakan oleh Pengawas yang terdapat di dalam perangkat organisasi BUM Desa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa. Kedua, tugas dan kewenangan pengawas BUM Desa diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa, perumusan kebijakan, keuangan, kerja sama, dan pemeriksaan pembukuan BUM Desa merupakan kewenangan bersama penasihat dan pengawas, tugas dari pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan BUM Desa dan menyampaikan laporan hasil pengawasan tahunan kepada Musyawarah Desa. Inspektorat daerah kabupaten memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan yang diadukan oleh masyarakat dan dapat memberikan sanksi administratif terhadap perangkat organisasi BUM Desa yang melakukan penyimpangan, tugas pengawasan dilakukan dalam bentuk audit. Badan Pemeriksa Keuangan memiliki kewenangan mengawasi BUM Desa karena BUM Desa menerima penyertaan dana Desa dari APBN serta memiliki tugas dalam memeriksa tanggung jawab keuangan negara termasuk keuangan Desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Dinding Penahan Tanah Pada Lereng Sungai Dengan Dinding Beton Kantilever Sebagai Alternatif Pencegahan Longsor. Studi Kasus, Sungai Lungun Sabanar Baru Kab. Bulungan

2021•

.Kabupaten Bulungan merupakan salah satu kabupaten yang berada di Kalimantan Utara, Di Kabupaten Bulungan terdapat sebuah daerah aliran Sungai yang secara geografis terletak pada 116°04'41" - 117°57'56" bujur timur (BT) 2°09'19" - 3°34'49" lintang utara (LT) dimana aliran sungainya melewati desa Sabanar Baru Kecamatan Tanjung Selor yakni Sungai Lungun. Tujuan penelitian adalah untuk menghindari longsor sekaligus dapat menormalisasi sungai sehingga bisa memiliki multifungsi. Metode yang digunakan pada perencanaan dinding penahan tanah ini adalah metode perhitungan dinding penahan tanah yang didasarkan pada teori tekanan Rankine. Berdasarkan hasil pembahasan dengan metode Fellenius kondisi lereng eksisting didapatkan nilai FK 1,222 dan program bantu Geostudio Slope/W didapatkan nilai FK 1,090, pembuatan dinding penahan tanah dengan pondasi minipile. Untuk stuktur tanah pada kedalaman 0,00 m hingga 6,00 m berupa lempung dan tanah pasir pada kedalaman 6,00 m - 11,00 m. Dimensi dinding penahan tanah yang digunakan memiliki lebar atas 0,30 m, lebar bawah 0,40 m, tinggi dinding 4,00 m dan lebar kaki 2,00 m. Pada dinding menggunakan tulangan utama D19 – 500, dan D19 – 350, tulangan kaki D19 – 350, dan tulangn susut D10 – 100 dengan perkuatan pondasi minipile ukuran 20x20 cm dengan panjang 2,00 m sehingga didapatkan kontrol stabilitas guling 1,63, kontrol stabilitas geser 4,0, dan kontrol stabilitas daya dukung tanah 5,1. Hasil perbandingan setelah dilakukan permodelan perencenaan dinding penahan tanah pada Geostudio Slope/W didapatkan nilai faktor keamanan lereng/tebing sungai sebesar 3,894

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn. T DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Adapun Tujuan Khusus dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini, yaitu: Melakukan proses keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menerapkan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi, melakukan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa medis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, membandingkan antara teori dan praktik Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, melaksanakan pemecahan masalah pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian asuhan keperawatan pada Tn. T dengan penyakit Diabetes Melitus dapat dilakukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan landasan teori dan tujuan yang telah ditetapkan. Penulis melakukan asuhan keperawatan melalui setiap tahap dari proses keperawatan yang terangkai mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi. Penulis melaksanakan seriap tahapan sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deteksi dan Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Padi (Oryza sativa L.) Di Sentra Budidaya Tanaman padi Kabupaten Bulungan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan yuridis terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika (studi putusan nomor:06/Pid.Sus.Anak/2015/PN.Tar dan putusan nomor :185/Pid.Sus/2019/PN.Tar)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Joni Samin, Faculty of Law, University of Borneo Tarakan, NPM. 14.501010.004, with the title "Juridical Review of Children as Narcotics Actors (decision number: 06 / Pid.Sus.Anak / 2015 / PN.Tar).", With Supervisor I, Dr. Syafruddin, S.H., M.Hum and Supervisor II, Zulvia Makka. S.H., M.H. The development of narcotics abuse is increasing day by day and the government has issued rules governing the handling of children who become narcotics abuse offenders, namely the Law of the Republic of Indonesia Number 35 Year 2009 concerning Narcotics. Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2012 concerning the Criminal Justice System for Children, while children as victims are regulated in Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 concerning Protection of Children. Therefore, every criminal offense committed by a child is settled through a judicial process in which the settlement process uses a different mechanism than the court in general. This research was conducted through the collection of legal materials, namely those carried out by collecting primary data, beginning with collecting all legal materials related to the problem, clarifying it, then compiling it systematically to make it easier to read and study it. based on the description of the discussion that has been explained, the writer can draw conclusions as follows: the judge's judgment in imposing a crime on a child in a case decision Number: 6 / Pid.Sus. Child / 2016 / PN.Tar and case decision Number 185 / Pid.Sus / 2019 / PN.Tar is appropriate and appropriate where the judge in passing the verdict on the child pays attention to the status of the child and gives a criminal sentence which is much lighter. 3 of 1997 concerning juvenile court and Law No.8 of 1981 concerning Criminal Procedure Code and other statutory regulations. The judge's judgment was correct according to the author to see evidence that had been fulfilled seeing the defendant was still a child who still had a chance to improve himself, the panel of judges it is appropriate to provide relief for children involved in article 112 paragraph 1 (one) Law No. 35 of 2009 concerning narcotics.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail