Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: SURIADI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK GELEMBUNG RENANG IKAN ALU-ALU (Sphyraena jello) DAN KOLAGEN YANG DIHASILKAN MELALUI EKSTRAKSI Acid Soluble Collagen (ASC)

2024•

Kolagen merupakan protein jaringan ikat silang yang tersusun oleh asam amino glisina, prolin dan hidroksiprolin yang banyak berada di kulit, tulang, sisik dan gelembung renang ikan. Gelembung renang diketahui memiliki kandungan kolagen yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi sifat fisiokimia gelembung renang ikan alu-alu (Sphyraena jello) dan kolagen yang dihasilkan melalui ekstraksi Acid Soluble Collagen (ASC). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel gelembung renang ikan alu-alu. Pre-treatment menggunakan NaOH 0,1M dan ekstraksi kolagen menggunakan asam asetat 0,50 M dengan rasio sampel dan larutan (1:10 b/v). Parameter yang dianalisis meliputi penentuan proporsi gelembung renang dari ikan alu-alu yang digunakan dan komposisi kimianya, penghitungan rendemen, nilai pH, pengujian FTIR dan analisis asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelembung renang ikan alu-alu memiliki proporsi 1,06%, kadar protein 30,76±0,13. Rendemen kolagen yang diperoleh sebesar 6,67±0,30% dengan nilai pH 6,8±0,10. Kolagen gelembung renang ikan alu-alu menghasilkan karakteristik gugus amida (A, B, I, II, III) dan asam amino penciri glisin 10,78 mg/g, prolin 4,92 mg/g, alanin 4,60 mg/g. Gelembung renang ikan alu-alu terbukti memiliki potensi dijadikan sebagai sumber alternatif kolagen dari hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK GELEMBUNG RENANG IKAN ALU-ALU (Sphyraena jello) DAN KOLAGEN YANG DIHASILKAN MELALUI EKSTRAKSI Acid Soluble Collagen (ASC)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kolagen merupakan protein jaringan ikat silang yang tersusun oleh asam amino glisina, prolin dan hidroksiprolin yang banyak berada di kulit, tulang, sisik dan gelembung renang ikan. Gelembung renang diketahui memiliki kandungan kolagen yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi sifat fisiokimia gelembung renang ikan alu-alu (Sphyraena jello) dan kolagen yang dihasilkan melalui ekstraksi Acid Soluble Collagen (ASC). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel gelembung renang ikan alu-alu. Pre-treatment menggunakan NaOH 0,1M dan ekstraksi kolagen menggunakan asam asetat 0,50 M dengan rasio sampel dan larutan (1:10 b/v). Parameter yang dianalisis meliputi penentuan proporsi gelembung renang dari ikan alu-alu yang digunakan dan komposisi kimianya, penghitungan rendemen, nilai pH, pengujian FTIR dan analisis asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelembung renang ikan alu-alu memiliki proporsi 1,06%, kadar protein 30,76±0,13. Rendemen kolagen yang diperoleh sebesar 6,67±0,30% dengan nilai pH 6,8±0,10. Kolagen gelembung renang ikan alu-alu menghasilkan karakteristik gugus amida (A, B, I, II, III) dan asam amino penciri glisin 10,78 mg/g, prolin 4,92 mg/g, alanin 4,60 mg/g. Gelembung renang ikan alu-alu terbukti memiliki potensi dijadikan sebagai sumber alternatif kolagen dari hasil perikanan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN SENSOR COS Φ UNTUK MONITORING SEGITIGA DAYA PADA JARINGAN 1 FASA

2021•

.Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64% dan cos φ 0.43%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail