Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Subjek: kan nila
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KULIT BUAH PEPAYA PADA KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan ikan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi, memiliki nilai kecernaan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan optimum ikan. Daun pepaya yang mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan terhadap pakan buatan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang di kaji meliputi Panjang mutlak, Berat mutlak, Survival rate, Spesifik Grouth Rate, Feed Convertion Rate, dan Kualitas Air. Penekitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu K 0%, P1 1%, P2 2%, P3 3%, P4 4% gr/kg daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan pakan buatan yang ditambahkan tepung daun pepaya pada perlakuan 3% gr/kg pakan buatan yang mampu menghasilkan 2,24 gr berat spesifik, 1,85 cm panjang mutlak, Feed Convertion Rate (FCR) berada di titik 1,63 (≥1), tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan nilai 93,33% tingkat kelangsungan hidup diatas dari 50% tergolong baik. Namun demikian hasil uji sidik ragam dari keempat perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan peningkatan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya sebanyak 3% gr/kg pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan berat ikan nila. Di mana pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian pakan 5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN IKAN NILA (oreocromis niloticus) YANG DIBERIKAN PAKAN MAGGOT DENGAN TEKNIK PEMUASAAN SECARA PERIODIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya ikan nila menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan kebutuhan alternatif nutrisi yang lebih ekonomis, sehingga penggunaan maggot. (Hermetia illucens) dan teknik pemuasaan periodik menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Budidaya ikan nila Oreochromis niloticus menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan pertumbuhan juvenil yang lambat akibat efisiensi pakan yang rendah serta peningkatan limbah amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tepung maggot yang dikombinasikan dengan teknik pemuasaan secara periodik pada. ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lenkap (RAL) dengan Empat perlakuan dan tiga kali ulangan diterapkan selama 30 hari masa penelitian yaitu P1 tanpa puasa, P2 (1:2), P3 (3:2), dan P4 (2:3) dengan parameter pertumbuhan, SGR, FCR, SR, dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa P4 dengan 70% maggot memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan panjang 1,8 cm, berat 1,59 g. nilai FCR 1,13, SGR 0,07%/hari, serta SR 100%. Meskipun analisis tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05), kecenderungan data menunjukkan bahwa kombinasi pakan maggot dan pemuasaan periodik mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki respons pertumbuhan, dan menjaga stabilitas kualitas air, sehingga layak diterapkan sebagai strategi budidaya nila yang lebih efisien dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pengaplikasian Maggot Black Soldier Fly (Hermatia illucens) sebagai Altenatif Pakan pada ikan nila (Oreochromis niloticus)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk kisaran salinitas yang luas. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi budidaya ikan nila adalah melalui penggunaan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Salah satu alternatif pakan yang dapat digunakan adalah maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens), yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi menggantikan pakan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian pakan alami maggot Black Soldier Fly dengan pakan pelet terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas pakan pelet (perlakuan A), kombinasi 50% pelet dan 50% maggot (perlakuan B), serta pakan maggot 100% (perlakuan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (kombinasi 50% pelet dan 50% maggot) memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi sebesar 3,10 cm. Selanjutnya diikuti oleh perlakuan A (100% pelet) dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,71 cm, dan perlakuan C (100% maggot) sebesar 2,51 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Pakan merupakan 70% penyumbang biaya terbesar dalam produksi budidaya ikan nila, oleh karena itu diperlukan bahan baku alternatif pembuatan pakan. Salah satu bahan pakan potensial adalah maggot. Maggot mengandung protein sebesar 42,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung maggot dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini adalah eksperimen deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan 3 ulangan, P0 (kontrol), P1 (pakan komersil 70% dan tepung maggot 30%), P2 (50% pakan komersil + 50%tepung maggot), dan P3 (70% pakan komersil dan 30%tepung maggot). Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan bobot (0,45 g) dan panjang (1,13 cm) yang lebih tinggi, nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) yang paling optimal (2,87), serta rasio konversi pakan (FCR) terendah (1,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan nutrisi antara protein dan energi pada perlakuan P1 mampu mendukung pertumbuhan ikan nila merah secara optimal. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan P1 berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, SGR dan FCR (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan pada semua perlakuan mencapai 100%. FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstract Feed accounts for 70% of the largest cost in tilapia cultivation production, therefore alternative raw materials are needed for feed production. One potential feed ingredient is maggot. Maggot contains 42.55% protein. This study aims to determine the effect of maggot flour formulation and commercial feed on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). This research method is a quantitative descriptive experiment with 4 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (70% commercial feed and 30% maggot flour), P2 (50% commercial feed + 50% maggot flour), and P3 (70% commercial feed and 30% maggot flour). Treatment P1 resulted in higher weight (0.45 g) and length (1.13 cm) growth, the most optimal specific growth rate (SGR) value (2.87), and the lowest feed conversion ratio (FCR) (1.88). These results indicate that the nutritional balance between protein and energy in the P1 treatment is able to support optimal growth of red tilapia. Analysis of variance (ANOVA) results showed that the P1 treatment significantly affected absolute weight, absolute length, SGR, and FCR (P 0.05). The survival rate (SR) of fish in all treatments reached 100%.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT (Hermetia Illucens) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tepung maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan baku alternatif yang kaya protein dan dapat dijadikan sebagai salah satu pakan alternatif untuk budidaya ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung maggot (Hermetia illucens) dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan pakan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 (100% pakan komersil), P1 (65% pakan komersil + 35% tepung maggot), P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot), dan P3 (55% pakan komersil + 45% tepung maggot. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung maggot mampu meningkatkan kandungan protein hingga 43,75% pada perlakuan P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot) menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak (1,03 cm) dan bobot mutlak tertinggi (1,02 g), nilai Feed Conversion Ratio (FCR) paling efisien (1,62), Specific Growth Rate (SGR) yang tinggi (3,32), serta tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) yang cukup tinggi (93,33%). Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan formulasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0.05) terhadap semua parameter uji. Penambahan tepung maggot pada pakan komersil hingga 40% memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan ikan nila. Maggot meal (Hermetia illucens) is a protein-rich alternative feed ingredient that can be used as an alternative feed for tilapia cultivation. This study aimed to determine the effectiveness of adding maggot meal (Hermetia illucens) to commercial feed on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). This study used a quantitative descriptive method with 4 feed treatments and 3 replications, namely P0 (100% commercial feed), P1 (65% commercial feed + 35% maggot flour), P2 (60% commercial feed + 40% maggot flour), and P3 (55% commercial feed + 45% maggot flour. Maintenance was carried out for 30 days. The results of the study showed that the P2 treatment The results of the proximate test showed that feed with the addition of maggot flour was able to increase protein content up to 43.75% in the P2 treatment (60% commercial feed + 40% maggot flour) resulted in the highest absolute length growth (1.03 cm) and absolute weight (1.02 g), the most efficient Feed Conversion Ratio (FCR) value (1.62), a high Specific Growth Rate (SGR) (3.32), and a fairly high survival rate (93.33%). The results of the physical test (ANOVA) showed that the provision of Feed with different formulations did not significantly affect (P > 0.05) all test parameters. The addition of maggot flour to commercial feed at a concentration of up to 40% yielded the best results for tilapia growth.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diberi Pakan Penambahan Tepung Maggot (Hermetia ilucens)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pakan komersial yang mahal menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), sehingga diperlukan alternatif sumber protein yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Tepung maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan pakan alternatif yang kaya protein (40–50%) dan berpotensi menggantikan sebagian pakan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung maggot dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila. Ikan nila dipilih karena merupakan komoditas perikanan air tawar yang penting di Kalimantan Utara, baik dari segi ekonomi maupun nilai gizi.Penelitian dilakukan selama satu bulan menggunakan metode eksperimen deskriptif kuantitatif dengan empat perlakuan dan tiga ulangan: P0 (kontrol, tanpa tepung maggot), P1 (30 g tepung maggot), P2 (50 g tepung maggot), dan P3 (70 g tepung maggot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, Feed Conversion Ratio (FCR), Specific Growth Rate (SGR), dan Survival Rate (SR). Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa tepung maggot mengandung protein kasar 42,55%, lemak kasar 6,20%, dan kadar air 3%. Perlakuan P2 (50 g tepung maggot) memberikan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Pada perlakuan tersebut, ikan nila mengalami peningkatan berat dari 0,92 g menjadi 4,5 g dan panjang dari 3,6 cm menjadi 5,7 cm selama periode penelitian. Nilai FCR terbaik sebesar 0,17, SGR sebesar 49,75%, dan SR sebesar 80% juga dicapai pada perlakuan P2. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan tepung maggot dalam pakan mampu meningkatkan performa pertumbuhan ikan nila secara signifikan. Dengan demikian, tepung maggot berpotensi sebagai substitusi pakan komersial yang efektif dan berkelanjutan dalam budidaya ikan nila, khususnya pada dosis 50 g per pakan uji.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH PADA PAKAN UNTUK KETAHANAN TUBUH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP INFEKSI BAKTERI A. hydrophila

2025•

Penyakit aeromoniasis yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang sering menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik sebagai pengendali infeksi memiliki dampak negatif seperti resistensi bakteri dan residu dalam lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan pemanfaatan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai imunostimulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun sirih melalui pakan terhadap ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp. Penelitian menggunakan rancangan percobaan lengkap teracak (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: K- (ikan terinfeksi Aeromonas tanpa pemberian ekstrak), K+ (ikan sehat tanpa infeksi dan tanpa ekstrak), C (infeksi + ekstrak 0,3 ml/100 g pakan), D (infeksi + ekstrak 0,6 ml/100 g pakan), dan E (infeksi + ekstrak 0,9 ml/100 g pakan). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan (SR), respon makan, laku pertumbuhan Spesifik (SGR), gejala klinis dan perubahan bobot. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih dapat meningkatkan respon imun non-Spesifik dan ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp, dengan efek yang optimal pada dosis tertentu. Dosis 0,3 ml/100 g pakan diperkirakan memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan dosis tinggi. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih berpotensi sebagai imunostimulan alami yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tubuh ikan nila, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pencegahan penyakit yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUSUNAN FILTER DALAM SISTEM RESIRKULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan bagian penting dalam budidaya perairan, namun berbagai aktivitas seperti metabolisme ikan yang menghasilkan limbah menyebabkan air menjadi tercemar. Hal tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Sistem resirkulasi menjadi solusi tepat untuk diterapkan, karena adanya filter yang berfungsi menjaga kualitas air tetap optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas variasi susunan filter sistem resirkulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dan variasi susunan terbaik filter sistem resirkulasi. Rancangan penelitian terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : Kontrol (tanpa filter), perlakuan 2 (sabut kelapa + zeolit + bioball), perlakuan 3 (zeolit + bioball + sabut kelapa), perlakuan 4 (bioball + sabut kelapa + zeolit). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dengan susunan terbaik pada perlakuan P2. Pertumbuhan bobot mutlak P2 adalah 1,66 g, dan panjang mutlak P2 adalah 1,23 cm. Laju pertumbuhan spesifik pada P2 adalah 2,54% dan kelangsungan hidup pada P2 adalah 67%. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan susunan filter tidak berbeda nyata antar perlakuan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun susunan filter terbaik ditunjukan pada perlakuan P2 (sabut kelapa + zeolit + bioball).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Tepung Maggot (Hermetia illunces) dan Tepung Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS TEPUNG MAGGOT (Hermetia illunces) DAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Tepung maggot (Hermetia illunces) adalah larva dewasa dari lalat Black Soldier Fly yang dijadikan tepung untuk digunakan sebagai bahan alami dalam meningkatkan kandungan nutrisi pakan seperti protein. Sedangkan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) berasal dari daun tanaman pepaya yang mengandung enzim papain bersifat protease yang dapat memecah protein menjadi asam amino untuk mendukung metabolisme dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari tepung maggot (Hermetia illunces) dan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 5 perlakuan 3 ulangan, P0 (Kontrol), P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P2 (Tepung maggot 30 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P3 (Tepung maggot 20 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P4 (Tepung maggot 10 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram). Nilai tertingi yang didapatkan pada Panjang Mutlak, Berat Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram) sedangkan Survival Rate (SR) pada semua perlakuan tidak mengalami kematian pada ikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas dari tepung maggot dan tepung daun pepaya pada pakan komersil mampu memberikan rasio pertumbuhan ikan nila yang lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Teknik Pemuasaan Secara Periodik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan merupakan bagian penting dalam kegiatan budidaya perikanan. Namun biaya pakan menjadi faktor pembatas bagi para pembudidaya, karena menjadi biaya modal produksi yang besar. Pemberian pakan dengan teknik pemuasaan secara periodik dapat menjadi solusi dalam mengurangi biaya produksi, tetapi pertumbuhan biota tidak terhambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pertumbuhan ikan nila dengan teknik pemuasaan secara periodik. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan, terdiri dari P1 (kontrol), P2 (1 hari puasa 6 hari makan), P3 (2 hari puasa 4 hari makan), dan P4 (3 hari puasa 2 hari makan). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup (SR), Feed Convertion Ratio (FCR), Sepesific Growth Rate (SGR) dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan berat mutlak terbaik pada P2 dengan 2.96 g, pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada P2 1.09 cm, pertumbuhan SGR terbaik pada P2 3.11%, nilai kelangsungan hidup (SR) terbaik pada P2 86.67% dan nilai FCR terbaik pada P2 1.34%. Analisis statistik menunjukkan pertumbuhan berat mutlak dan SGR berpengaruh nyata, dengan perlakuan terbaik pada P2 (1 hari puasa 3 hari makan). Sedangkan pertumbuhan panjang mutlak, FCR dan kelangsungan hidup tidak berpengaruh nyata

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS VITAMIN E DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•

Ikan nila merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi, dimana kebutuhan benih maupun ikan konsumsi dari tahun ketahun cenderung terus meningkat seiring dengan usaha perluasan budidaya. Ikan nila sudah lama dikenal oleh masyarakat luas sebagai ikan konsumsi dan mengandung gizi yang hampir sama dengan jenis ikan air tawar lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas vitamin E dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu survival rate, berat mutlak, panjang mutlak dan kualitas air. Pada penelitian ini dilakukan sebanyak 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan konsentrasi uji pakan pellet F.999 tanpa kombinasi vitamin E, pakan pelet dengan penambahan vitamin E 0,01mg/g pakan, 0,02mg/g pakan, 0,03mg/g pakan. hasil pertumbuhan bobot dan Panjang yang terbaik didapatkan pada perlakuan 4 dengan pakan pellet F.999 yang dikombinasikan dengan vitamin E dengan dosis 0,03mg/g pakan, didapatkan hasil 2,80 cm untuk Panjang mutlak dan 4,73 g untuk bobot mutlak. Nilai tingkat kelangsungan hidup (SR) pada perlakuan 4 yaitu 95,6 %. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Hasil uji proksimat kadar air, kadar lemak, protein, dan karbohidrat sesuai SNI. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila bila dibandingkan dengan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN, KELULUS HIDUPAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN (FCR) PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ANTARA SISTEM BIOFLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sistem budidaya intensif dengan memanfaatkan lahan terbatas yang banyak diterapkan saat ini adalah dengan menggunakan kolam terpal baik secara konvensional maupun bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengukur dan membandingkan tingkat pertumbuhan ikan nila antara sistem bioflok dan sistem konvensional. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan SGR, pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR dan FCR yang dihitung menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian pada perlakuan 1 konvensioal dan perlakuan 2 bioflok dengan masing-masing 3 ulangan yang menunjukkan bahwa bioflok memiliki nilai SGR yang terbaik yaitu 1,6%. Pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik perlakuan 2 bioflok dengan penambahan bobot lebih cepat pada setiap ulangan yang mencapai rata-rata bobot 23 gram pada akhir penelitian. Panjang mutlak yang terbaik pada sistem bioflok dengan nilai 3,1 cm. Nilai SR tertinggi mencapai 99,5% pada bioflok. FCR terbaik dengan nilai 1%. Kualitas air pada bioflok yang meliputi suhu, pH, DO, dan amonia dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Kesimpulannya adalah sistem bioflok memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan sistem konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Sistem Resirkulasi Dengan Menggunakan Filter Yang Berbda Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pengembangan kegiatan budidaya untuk meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan air, lahan dan polusi terhadap lingkungan, sistem resirkulasi adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas air tetap optimal selama pemeliharaan ikan dengan kepadatan yang tinggi, oleh karena itu air merupakan hal yang penting dalam kegiatan budidaya, maka perlu dilakukan metode yang tepat dalam manajemen kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sistem resirkulasi dengan menggunakan filter yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, (P1) kontrol tanpa filter, (P2) filter spons, kerikil, ijuk dan bioball, (P3) filter spons, kerikil, arang dan zeolite, (P4) spons, cangkang kerang, ijuk, zeolite, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pretumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus), kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan nila pada perlakuan bobot mutlak terendah (P1) 1,26gr, dan tertinggi (P3) 1,77gr dengan panjang mutlak terendah (P1) 3,0cm, dan tertinggi pada (P3) 3,58cm. Hasil kelangsungan hidup (SR), (P1) 53%, presentase terendah sedangkan tertinggi yaitu (P3) 95%. Hasil laju pertumbuhan spesifik (SGR), nilai terendah pada (P1) 0,81 dan (P2) 0,81 sedangkan yang tertinggi pada (P3) 1,02. Hasil kualitas air pada suhu 28-29oC, pada pH 6-7, pada Amoniak 0,13 – 1,60, pada nitrit 0,9 – 2,00, pada nitrat 0,13 – 1,09, dan pada DO 4,1 – 6,6. Kesimpulan yang dapat di ambil dalam penelitian ini yaitu, pada setiap perlakuan yang dilakukan menggunakan RAS dengan penggunaan filter yang berbeda pada setiap perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUASA PERIODIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•

Pakan merupakan bagian biaya produksi kegiatan budidaya yang paling besar. namun biaya pakan menjadi faktor pembatas bagi para pembudidaya. Pemberian pakan dengan teknik puasa periodik dapat mengurangi biaya produksi tetapi pertumbuhan ikan tidak terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh puasa periodik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan P1 (kontrol), P2 (1 hari puasa 3 hari makan), P3 (2 hari puasa 2 hari makan), dan P4 (3 hari puasa 1 hari makan). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada P2 dengan 3.00g, pertumbuhan berat mutlak terbaik pada P2 2.08cm, pertumbuhan SGR terbaik pada P2 3.19%, pertumbuhan SR terbaik pada P2 73.33% dan pertumbuhan FCR terbaik pada P2 0,09%. Analisis anova menunjukkan pertumbuhan berat mutlak dan SGR berpengaruh nyata, dengan perlakuan terbaik pada P2 (1 hari puasa 3 hari makan).sedangkan pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup tidak berpengaruh nyata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Upaya untuk meningkatkan produktifitas budidaya ikan nila diantaranya adalah dengan pemberian probiotik pada pakan. Bakteri dalam probiotik dapat memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara menurunkan jumlah bakteri patogen, meningkatkan respon inang terhadap penyakit, meningkatkan nutrisi pakan, membuat produk pakan lebih efisien dan meningkatkan kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 yang dikultur dan disemprotkan pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (kontrol), P2 (pemberian probiotik selang 1 hari sekali), P3 (pemberian probiotik selang 2 hari sekali), P4 (pemberian probiotik selang 3 hari sekali) dan P5 (pemberian probiotik selang 4 hari sekali). Hasil penelitian yang terbaik adalah pada perlakuan 3 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 10,4 gr, panjang 4,5 cm, SGR 2,8%, serta nilai FCR 1:1,09 dan kelangsungan hidup sebesar 96%. Pemberian pakan probiotik selang 2 hari sekali dapat dijadikan acuan untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Maggot Sebagai Pakan Alternatif Untuk Menunjang Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas perikanan Indonesia yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah dikenal lama, relatif cepat tumbuh dan mempunyai respon yang baik terhadap lingkungan sehingga muda untuk dibudidayakan. Departemen perikanan dan Akuakultur FAO (Foad and Agriculture Oranization) menetapkan ikan nila diurutan ketiga setelah udang dan salmon sebagai salah satu sukses Akuakultur di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot sebagai pakan alternatif dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: kontrol (pemberian pakan pellet 100%), perlakuan 2 (pemberian pakan pellet 75% + pakan maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pellet 50% + pakan maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pellet 25% + pakan maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian pakan maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, survival Rate (SR), spesifik Growt Rate (SGR), Grow Rate (RGR) dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,97, pertumbuhan Panjang tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,20. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan oleh perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 1,46%, laju pertumbuhan relatif tertinggi pada perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 38,02%. Sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 3 dengan nilai 95,56%. Maggot merupakan pakan alternatif untuk menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila karena maggot memiliki kandungan protein tinggi, tekstur yang kenyal dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Kata Kunci: Ikan nila, kelangsungan hidup, maggot, pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DARI KOMBINASI DAUN KATUK (Sauropus androgynus L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Orechromis niloticus)

2023•

Daun katuk (Sauropus androgynous) merupakan tanaman herbal yang banyak mengandung asam lemak dan protein yang tinggi dan begitu juga dengan daun papaya yang mengandung enzim papain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ikan nila (Oreochormis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan kombinasi daun katuk dan daun papaya sebagai bahan alternativ campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 perlakuan, P1= 275 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun pepaya, P1= 300 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, P3= 325 gram/kg daun katuk, 2 gram/kg daun papaya, parameter yang diukur meliputi panjang mutlak, berat mutlak, SGR, FCR, SR, parameter kualitas air, analisis statistic menggunakan ANOVA dengan model RAK. Hasil dari penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada P3 sebesar 3,8 cm, berat mutlak terbaik pada P3 sebesar 10,13 gr, specific growth rate terbaik pada P3 sebesar 0,34%, dan feed convertion ratio terbaik pada P3 sebesar 0,70% menunjukkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan survival rate menunjukan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 24-25oC, pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi daun katuk dan daun papaya yang ditambahkan pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga daun katuk dan daun papaya dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromi Niloticus) Menggunakan Pakan Kombinasi Tepung Daun Katuk ( Sauropus Androgynus) Dan Tepung Daun Pepaya(Carica Papaya)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan mengandung asam lemak yang tinggi. Begitu juga dengan tumbuhan daun pepaya yang mengandung enzim papain dan berperan dalam meningkatkan proses penyerapan protein dari pakan kedalam tubuh ikan namun, kombinasi dari keduanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung daun katuk dan daun pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 = 175 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 2 = 200 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 3 = 275 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya. Parameter yang diukur meliputi Panjang Mutlak, Berat Mutlak,SGR,FCR, Parameter kualitas air. Analisis statistic menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 4,3 cm, Berat mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 8,6 gr, Specific Growth Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 0,21%, Feed Converion Ratio terbaik pada perlakuan P3 sebesar 2,4%, dan Survival Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 83%. Dengan kombinasi 225 mampu meningkatkan pertumbuhan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bernilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Data perlakuan kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 25oc-27oc. pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian kombinasi daun katuk dan daun pepaya mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga tepung daun katuk dan daun pepaya dapat dijadikan bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail