Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Bioflok
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efikasi Sistem Bioflok Dengan Penambahan Kitosan Terhadap Produktivitas Udang Windu (Penaeus monodon) Dan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp

2025•

Udang merupakan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan sangat digemari oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efikasi sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) dan kelimpahan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan tiga ulangan yaitu perlakuan P1 (kontrol), perlakuan P2 (kolam bioflok tanpa penambahan kitosan), perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm). Hasil perhitungan TVB (Total Vibrio Bakteri) paling rendah didapatkan pada P2 (3,4 × 10^2 CFU/ml), dan tertinggi pada P1 (8,1 × 10^3 CFU/ml). Parameter pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai ABW (Average Body Weight) 0,299 g/hari, ADG (Average Daily Growth) 0,007 g/hari, SGR (Specific Growth Rate) 14,25 %/hari, SR (Survival Rate) 68,33 % dan FCR (Feed Conversion Ratio) 1,14. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masing-masing perlakuan masih optimal dan tidak melewati ambang batas untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Penggunaan sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) pada media pemeliharaan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi jumlah total bakteri Vibrio sp. Penggunaan bioflok dengan penambahan kitosan memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP KUALITAS AIR PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN SISTEM BIOFLOK

2025•

Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomis tinggi, namun produktivitasnya mengalami penurunan signifikan. Teknologi bioflok yang melibatkan mikroorganisme penting digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas air pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bioflok dengan penambahan kitosan sebagai koagulan untuk meningkatkan kualitas air dan pertumbuhan udang windu. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: kolam tanpa bioflok (P1), kolam bioflok tanpa kitosan (P2), dan kolam bioflok dengan 100 ppm kitosan (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan hasil terbaik, dengan nilai rata-rata pertumbuhan harian (ADG) sebesar 0,00074 g/hari, tingkat pertumbuhan spesifik (SGR) 14,25%/hari, tingkat kelangsungan hidup (SR) 68,33%, rasio konversi pakan (FCR) 1,14, bobot akhir (ABW) 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm, dan total heterobakteri 1,53 X 10⁶ CFU/mL. Penambahan kitosan terbukti memperbaiki kualitas air dan mendukung pembentukan bioflok yang stabil, sehingga meningkatkan produktivitas budidaya udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN, KELULUS HIDUPAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN (FCR) PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ANTARA SISTEM BIOFLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sistem budidaya intensif dengan memanfaatkan lahan terbatas yang banyak diterapkan saat ini adalah dengan menggunakan kolam terpal baik secara konvensional maupun bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengukur dan membandingkan tingkat pertumbuhan ikan nila antara sistem bioflok dan sistem konvensional. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan SGR, pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR dan FCR yang dihitung menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian pada perlakuan 1 konvensioal dan perlakuan 2 bioflok dengan masing-masing 3 ulangan yang menunjukkan bahwa bioflok memiliki nilai SGR yang terbaik yaitu 1,6%. Pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik perlakuan 2 bioflok dengan penambahan bobot lebih cepat pada setiap ulangan yang mencapai rata-rata bobot 23 gram pada akhir penelitian. Panjang mutlak yang terbaik pada sistem bioflok dengan nilai 3,1 cm. Nilai SR tertinggi mencapai 99,5% pada bioflok. FCR terbaik dengan nilai 1%. Kualitas air pada bioflok yang meliputi suhu, pH, DO, dan amonia dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Kesimpulannya adalah sistem bioflok memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan sistem konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS BUDIDAYA SISTEM BIOFLOK MENGGUNAKAN AERASI UNIRING TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teknologi bioflok dapat memperbaiki kualitas air di dalam media pemeliharaan ikan lele intensif dan bioflok juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan bagi ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan aerasi uniring pada teknologi bioflok terhadap laju pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dipelihara selama 30 hari menggunakan aerasi uniring dan batu aerasi yang terdiri dari 5x ulangan. Masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Hasil penelitian menunjukan perlakuan aerasi uniring menghasilkan oksigen terlarut yang lebih optimal pada kisaran 4,3 – 5,71 mg/l, laju pertumbuhan spesifik yaitu sebesar 5,9±0,1%, kelangsungan hidup ikan sebesar 98±0,30%, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5±0 cm, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 7,52±0,32 gram. Nilai FCR sebesar 0,78±0,05, dan volume flok sebesar 18,8±1,78 ml/liter. Kesimpulan penelitian ini aerasi uniring dapat digunakan untuk bioflok.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail