Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: FITRI NURJANAH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN, KELULUS HIDUPAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN (FCR) PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ANTARA SISTEM BIOFLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL

2024•Koleksi Perpustakaan

Salah satu sistem budidaya intensif dengan memanfaatkan lahan terbatas yang banyak diterapkan saat ini adalah dengan menggunakan kolam terpal baik secara konvensional maupun bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengukur dan membandingkan tingkat pertumbuhan ikan nila antara sistem bioflok dan sistem konvensional. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan SGR, pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR dan FCR yang dihitung menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian pada perlakuan 1 konvensioal dan perlakuan 2 bioflok dengan masing-masing 3 ulangan yang menunjukkan bahwa bioflok memiliki nilai SGR yang terbaik yaitu 1,6%. Pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik perlakuan 2 bioflok dengan penambahan bobot lebih cepat pada setiap ulangan yang mencapai rata-rata bobot 23 gram pada akhir penelitian. Panjang mutlak yang terbaik pada sistem bioflok dengan nilai 3,1 cm. Nilai SR tertinggi mencapai 99,5% pada bioflok. FCR terbaik dengan nilai 1%. Kualitas air pada bioflok yang meliputi suhu, pH, DO, dan amonia dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Kesimpulannya adalah sistem bioflok memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan sistem konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN, KELULUS HIDUPAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN (FCR) PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ANTARA SISTEM BIOFLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sistem budidaya intensif dengan memanfaatkan lahan terbatas yang banyak diterapkan saat ini adalah dengan menggunakan kolam terpal baik secara konvensional maupun bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengukur dan membandingkan tingkat pertumbuhan ikan nila antara sistem bioflok dan sistem konvensional. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan SGR, pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR dan FCR yang dihitung menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian pada perlakuan 1 konvensioal dan perlakuan 2 bioflok dengan masing-masing 3 ulangan yang menunjukkan bahwa bioflok memiliki nilai SGR yang terbaik yaitu 1,6%. Pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik perlakuan 2 bioflok dengan penambahan bobot lebih cepat pada setiap ulangan yang mencapai rata-rata bobot 23 gram pada akhir penelitian. Panjang mutlak yang terbaik pada sistem bioflok dengan nilai 3,1 cm. Nilai SR tertinggi mencapai 99,5% pada bioflok. FCR terbaik dengan nilai 1%. Kualitas air pada bioflok yang meliputi suhu, pH, DO, dan amonia dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Kesimpulannya adalah sistem bioflok memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan sistem konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail