Abstrak
Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomis tinggi, namun produktivitasnya mengalami penurunan signifikan. Teknologi bioflok yang melibatkan mikroorganisme penting digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas air pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bioflok dengan penambahan kitosan sebagai koagulan untuk meningkatkan kualitas air dan pertumbuhan udang windu. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: kolam tanpa bioflok (P1), kolam bioflok tanpa kitosan (P2), dan kolam bioflok dengan 100 ppm kitosan (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan hasil terbaik, dengan nilai rata-rata pertumbuhan harian (ADG) sebesar 0,00074 g/hari, tingkat pertumbuhan spesifik (SGR) 14,25%/hari, tingkat kelangsungan hidup (SR) 68,33%, rasio konversi pakan (FCR) 1,14, bobot akhir (ABW) 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm, dan total heterobakteri 1,53 X 10⁶ CFU/mL. Penambahan kitosan terbukti memperbaiki kualitas air dan mendukung pembentukan bioflok yang stabil, sehingga meningkatkan produktivitas budidaya udang windu.