BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan pada mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Jumlah peserta penelitian sebanyak 72 orang. Untuk memilih peserta wawancara secara spesifik, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Peneliti secara sengaja memilih 6 mahasiswa: 2 mahasiswa dengan nilai tertinggi, 2 dengan nilai sedang, dan 2 dengan nilai terendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dokumen, lembar observasi, dan panduan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan: penarikan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara unsur-unsur pemahaman bacaan, menemukan gagasan utama merupakan aspek yang paling sulit dalam keterampilan pemahaman bacaan, dengan indeks kesulitan sebesar 86%. Aspek yang paling sulit kedua adalah membuat kesimpulan, dengan indeks sebesar 72%. Menemukan arti kosakata memiliki indeks kesulitan sebesar 45%, sedangkan menemukan informasi faktual dan mengidentifikasi referensi memiliki indeks kesulitan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 36% dan 30%. Kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan adalah sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide utama, siswa mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan, siswa memiliki keterbatasan kosakata, siswa tidak memiliki strategi pemahaman bacaan yang tepat, siswa tidak memahami tata bahasa dan struktur, siswa tidak memahami arti kosakata, dan siswa tidak mengidentifikasi referensi; selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan serta lingkungan siswa yang memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan pada mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Jumlah peserta penelitian sebanyak 72 orang. Untuk memilih peserta wawancara secara spesifik, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Peneliti secara sengaja memilih 6 mahasiswa: 2 mahasiswa dengan nilai tertinggi, 2 dengan nilai sedang, dan 2 dengan nilai terendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dokumen, lembar observasi, dan panduan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan: penarikan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara unsur-unsur pemahaman bacaan, menemukan gagasan utama merupakan aspek yang paling sulit dalam keterampilan pemahaman bacaan, dengan indeks kesulitan sebesar 86%. Aspek yang paling sulit kedua adalah membuat kesimpulan, dengan indeks sebesar 72%. Menemukan arti kosakata memiliki indeks kesulitan sebesar 45%, sedangkan menemukan informasi faktual dan mengidentifikasi referensi memiliki indeks kesulitan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 36% dan 30%. Kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan adalah sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide utama, siswa mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan, siswa memiliki keterbatasan kosakata, siswa tidak memiliki strategi pemahaman bacaan yang tepat, siswa tidak memahami tata bahasa dan struktur, siswa tidak memahami arti kosakata, dan siswa tidak mengidentifikasi referensi; selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan serta lingkungan siswa yang memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN MAHASISWA MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI LABORATORIUM KEPERAWATAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Angka kejadian Covid-19 di Indonesia sangat tinggi bahkan mencapai 155 ribu kasus meninggal.Kalimantan Utara melaporkan sebanyak 45.116 kasus terkonfirmasi dengan 859 meninggal.Sementara di Kota Tarakan melaporkan 16.988 kasus terkonfirmasi dengan 371 meninggal.Pelaksanaan pendidikan atau perkulihan di masa pandemi Covid-19 harus memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan.Pengaplikasian protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 memerlukan dasar pengetahuan yang benar tentang penyakit itu sendiri.Pengetahuan merupakan hal penting dalam membentuk perilaku termasuk kepatuhan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 terhadap kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Universitas Borneo Tarakan.Jenispenelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional (studi potong lintang).Penelitian ini melibatkan 100 responden yang merupakan mahasiswa Diploma III Keperawatan di Universitas Borneo Tarakan dengan metode consecutive sampling. Berdasarkan hasil Uji Chi Square menunjukkan hasil uji statistik dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan. Kesimpulan semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang Covid-19, maka semakin tinggi kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol kesehatan atau semakin rendah tingkat pengetahuan maka semakin rendah kepatuhan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rantai pasok cabai rawit merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui mekanisme rantai pasok pada komoditas cabai rawit terkait aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan (2) Untuk mengetahui efesiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai share keuntungan. Metode penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling digunakan untuk pengambilan contoh lembaga atau mata rantai yang terlibat. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran di Pasar Gusher Kota Tarakan meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokanberupa cabai rawit dengan kualitas terbaik, (b)aliran informasi pada rantai pasokan komoditas cabai rawit adalah informasi dari petani dan pedagang pengepul, (c)aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan dimana aliran keuangan tersebut sistem pembayaran yang digunakan yaitu tunai.Terdapat tiga saluran rantai pasok yaitu : margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp. 47.750/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp. 10.833/kg dan pada saluran III diperoleh total margin Rp.28.333/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total 66%, kemudian saluran II diperoleh total 91,2% dan pada saluran III diperoleh total margin 74%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok II merupakan saluran paling efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rantai pasok cabai rawit merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui mekanisme rantai pasok pada komoditas cabai rawit terkait aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan (2) Untuk mengetahui efesiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai share keuntungan. Metode penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling digunakan untuk pengambilan contoh lembaga atau mata rantai yang terlibat. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran di Pasar Gusher Kota Tarakan meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokanberupa cabai rawit dengan kualitas terbaik, (b)aliran informasi pada rantai pasokan komoditas cabai rawit adalah informasi dari petani dan pedagang pengepul, (c)aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan dimana aliran keuangan tersebut sistem pembayaran yang digunakan yaitu tunai.Terdapat tiga saluran rantai pasok yaitu : margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp. 47.750/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp. 10.833/kg dan pada saluran III diperoleh total margin Rp.28.333/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total 66%, kemudian saluran II diperoleh total 91,2% dan pada saluran III diperoleh total margin 74%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok II merupakan saluran paling efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN MAHASISWA MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI LABORATORIUM KEPERAWATAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Angka kejadian Covid-19 di Indonesia sangat tinggi bahkan mencapai 155 ribu kasus meninggal.Kalimantan Utara melaporkan sebanyak 45.116 kasus terkonfirmasi dengan 859 meninggal.Sementara di Kota Tarakan melaporkan 16.988 kasus terkonfirmasi dengan 371 meninggal.Pelaksanaan pendidikan atau perkulihan di masa pandemi Covid-19 harus memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan.Pengaplikasian protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 memerlukan dasar pengetahuan yang benar tentang penyakit itu sendiri.Pengetahuan merupakan hal penting dalam membentuk perilaku termasuk kepatuhan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 terhadap kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Universitas Borneo Tarakan.Jenispenelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional (studi potong lintang).Penelitian ini melibatkan 100 responden yang merupakan mahasiswa Diploma III Keperawatan di Universitas Borneo Tarakan dengan metode consecutive sampling. Berdasarkan hasil Uji Chi Square menunjukkan hasil uji statistik dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan. Kesimpulan semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang Covid-19, maka semakin tinggi kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol kesehatan atau semakin rendah tingkat pengetahuan maka semakin rendah kepatuhan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan luas sehingga memiliki hasil perikanan air tawar yang besar. Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya dan tepung daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan berukuran 3,2 cm. Parameter yang diukur, panjang mutlak, berat mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR), Feed Covertion Ratio (FCR) dan kualitas air seperti suhu, pH, DO, dan amoniak. Pada penelitian ini, dengan pengaruh pemberian tepung buah papaya dan tepung daun katuk memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila, pada perlakuan p4 dengan Pertumbuhan panjang 6,7 cm, berat 2,31 g, (SGR) 4,1 gr, (SR) 88,30% dan (FCR) 0,17 gr. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitas air suhu berkisar 25-310C, pH 7,15-7,80, DO 4,05-4,53 dan amoniak 0,27-0,48. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan daun katuk dengan kosentrasi berbeda, mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila, serta dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan luas sehingga memiliki hasil perikanan air tawar yang besar. Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya dan tepung daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan berukuran 3,2 cm. Parameter yang diukur, panjang mutlak, berat mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR), Feed Covertion Ratio (FCR) dan kualitas air seperti suhu, pH, DO, dan amoniak. Pada penelitian ini, dengan pengaruh pemberian tepung buah papaya dan tepung daun katuk memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila, pada perlakuan p4 dengan Pertumbuhan panjang 6,7 cm, berat 2,31 g, (SGR) 4,1 gr, (SR) 88,30% dan (FCR) 0,17 gr. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitas air suhu berkisar 25-310C, pH 7,15-7,80, DO 4,05-4,53 dan amoniak 0,27-0,48. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan daun katuk dengan kosentrasi berbeda, mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila, serta dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi peran yang menonjol dari guru bahasa Inggris dan respon siswa dalam pembelajaran online selama pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan. Peneliti menggunakan protokol wawancara, kuesioner, lembar observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Lima guru bahasa Inggris dan siswa dari XI Linat A (27 siswa) dari SMA negeri 1 Tarakan menjadi partisipan penelitian dalam penelitian ini. Informer, Organizer, Motivator, Director, Mediator, Evaluator, Advisor, Diagnostician, dan Fasilitator adalah posisi yang paling umum diidentifikasi oleh peneliti, dan respon siswa sesuai dengan sembilan fungsi yang dimainkan oleh guru. Selama kelas bahasa Inggris online mereka, para siswa mengungkapkan perasaan jujur mereka kepada guru mereka. Kesimpulannya, temuan penelitian ini telah memberikan jawaban atas masalah penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi peran yang menonjol dari guru bahasa Inggris dan respon siswa dalam pembelajaran online selama pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan. Peneliti menggunakan protokol wawancara, kuesioner, lembar observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Lima guru bahasa Inggris dan siswa dari XI Linat A (27 siswa) dari SMA negeri 1 Tarakan menjadi partisipan penelitian dalam penelitian ini. Informer, Organizer, Motivator, Director, Mediator, Evaluator, Advisor, Diagnostician, dan Fasilitator adalah posisi yang paling umum diidentifikasi oleh peneliti, dan respon siswa sesuai dengan sembilan fungsi yang dimainkan oleh guru. Selama kelas bahasa Inggris online mereka, para siswa mengungkapkan perasaan jujur mereka kepada guru mereka. Kesimpulannya, temuan penelitian ini telah memberikan jawaban atas masalah penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Hipertensi Urgensi suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningktanya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri, keadaan tersebut mengakibatkan jantung bekrja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Tujuan penulis gambaran dan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Ny.S. Metode penulisan deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evalusai. Sehingga dari hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur, perfusi perifer tidak efektif, resiko deficit nutrisi. Kesimpulan penulis menemukan 4 kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori dan dan pada saat pelaksanaan proses asuhan keperawatan semua intervensi telah dilakukan dan teratasi. Diharapkan perawat dapat memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan Hipertensi Urgensi dan pengobatan terhadap Hipertensi Urgensi. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Hipertensi Urgensi, Dipsnea.