BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Advances in digital technology have generated new opportunities for English language learning beyond formal classroom environments. This study explores university students' experiences in utilizing Instagram as an informal platform for English language learning, focusing on their speaking skills, self-confidence, perceptions, challenges, and the meanings they ascribe to these learning experiences. Employing a qualitative approach, this research adopted a netnographic method. The study collected data through observations, video content analysis, documentation, and semi-structured interviews with four university students. The data were interpretively analysed to understand the students' learning experiences, practices, perceptions, strategies, and challenges. The findings indicate that Instagram contributes positively to the development of students' speaking skills and self-confidence. Through authentic English content, observing pronunciation and expressions, and repeated speaking practice, students improved their pronunciation, fluency, vocabulary, grammar, and content organization. Students perceived Instagram as a user-friendly, flexible, engaging, and relevant learning medium. However, students faced several challenges, including difficulty understanding pronunciation variations and accents, limited vocabulary, distractions from entertainment content, information overload, and a lack of academic feedback. To overcome these hurdles, students employed self-regulated strategies such as rewatching videos, utilizing captions, taking notes on new vocabulary, following trusted educational accounts, and managing their study time. This study concludes that Instagram can serve as an effective informal learning environment that complements formal instruction. Crucially, speaking skills and self-confidence do not develop automatically through mere exposure to content; rather, they result from an active process involving content selection, observation, practice, evaluation, reflection, and interaction. These findings suggest that educators may consider integrating Instagram as a supplementary resource for authentic and contextual speaking activities.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Advances in digital technology have generated new opportunities for English language learning beyond formal classroom environments. This study explores university students' experiences in utilizing Instagram as an informal platform for English language learning, focusing on their speaking skills, self-confidence, perceptions, challenges, and the meanings they ascribe to these learning experiences. Employing a qualitative approach, this research adopted a netnographic method. The study collected data through observations, video content analysis, documentation, and semi-structured interviews with four university students. The data were interpretively analysed to understand the students' learning experiences, practices, perceptions, strategies, and challenges. The findings indicate that Instagram contributes positively to the development of students' speaking skills and self-confidence. Through authentic English content, observing pronunciation and expressions, and repeated speaking practice, students improved their pronunciation, fluency, vocabulary, grammar, and content organization. Students perceived Instagram as a user-friendly, flexible, engaging, and relevant learning medium. However, students faced several challenges, including difficulty understanding pronunciation variations and accents, limited vocabulary, distractions from entertainment content, information overload, and a lack of academic feedback. To overcome these hurdles, students employed self-regulated strategies such as rewatching videos, utilizing captions, taking notes on new vocabulary, following trusted educational accounts, and managing their study time. This study concludes that Instagram can serve as an effective informal learning environment that complements formal instruction. Crucially, speaking skills and self-confidence do not develop automatically through mere exposure to content; rather, they result from an active process involving content selection, observation, practice, evaluation, reflection, and interaction. These findings suggest that educators may consider integrating Instagram as a supplementary resource for authentic and contextual speaking activities.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fund flow, expense ratio, dan fund size terhadap kinerja reksa dana saham konvensional di Indonesia periode 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 25 produk reksa dana saham dari total populasi 306 produk yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui publikasi laporan statistik OJK, Bareksa, dan Pasardana. Kinerja reksa dana saham diukur menggunakan metode Sharpe Ratio. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fund flow berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Sebaliknya, expense ratio dan fund size tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham. Secara simultan, fund flow, expense ratio, dan fund size tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fund flow, expense ratio, dan fund size terhadap kinerja reksa dana saham konvensional di Indonesia periode 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 25 produk reksa dana saham dari total populasi 306 produk yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui publikasi laporan statistik OJK, Bareksa, dan Pasardana. Kinerja reksa dana saham diukur menggunakan metode Sharpe Ratio. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fund flow berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Sebaliknya, expense ratio dan fund size tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham. Secara simultan, fund flow, expense ratio, dan fund size tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS) pada materi konstitusi dan norma di masyarakat kelas IV di SDN 017 Tarakan ditinjau melalui validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi, serta angket respons siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analys, Design, Develop, Implement, Evaluate). Adapun data pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berupa hasil saran dan komentar dari validator ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS). Data kuantitatif diperoleh dari hasil skor penilaian pada lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian dan pengembangan meliputi hasil validasi media diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 100% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi materi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 93,3% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi bahasa diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 92,5% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi praktisi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 91,1% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil angket respons siswa terhadap ketertarikan siswa pada uji coba terbatas diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 83,05% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik, hasil ketertarikan siswa pada uji coba menyeluruh diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 90,8% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS).
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Fraud pada laporan keuangan merupakan persoalan penting karena dapat menurunkan integritas dan keandalan informasi keuangan. Dalam perkembangan pelaporan keuangan digital, blockchain dipandang berpotensi mendukung pencegahan fraud melalui karakteristik yang transparan, tertelusur, dan sulit diubah. Namun, literatur yang membahas posisi blockchain sebagai mekanisme pencegahan fraud pada laporan keuangan masih belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, struktur tema, dan pola hubungan ilmiah mengenai blockchain dalam pencegahan fraud pada laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik kuantitatif deskriptif dengan data 183 dokumen terindeks Scopus periode 2019–2025. Seleksi dokumen dilakukan menggunakan PRISMA, sedangkan analisis dilakukan menggunakan Bibliometrix pada RStudio melalui pemetaan tren publikasi, co-occurrence, thematic map, co-authorship, co-citation, dan bibliographic coupling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat signifikan terutama pada periode 2024–2025, tetapi perkembangan kajian belum menunjukkan kematangan dalam bidang akuntansi. Blockchain masih berada pada kategori basic themes, sehingga memiliki keterhubungan luas dengan berbagai tema lain, tetapi belum berkembang secara mendalam dalam konteks pelaporan keuangan. Selain itu, literatur masih terfragmentasi dan belum membentuk klaster utama yang secara khusus menghubungkan blockchain, pengendalian internal, audit, dan pencegahan fraud pada laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa blockchain memiliki potensi dalam mendukung transparansi dan integritas informasi keuangan, tetapi posisinya sebagai mekanisme preventif dalam literatur financial reporting fraud masih perlu dikembangkan lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS) pada materi konstitusi dan norma di masyarakat kelas IV di SDN 017 Tarakan ditinjau melalui validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi, serta angket respons siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analys, Design, Develop, Implement, Evaluate). Adapun data pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berupa hasil saran dan komentar dari validator ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS). Data kuantitatif diperoleh dari hasil skor penilaian pada lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian dan pengembangan meliputi hasil validasi media diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 100% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi materi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 93,3% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi bahasa diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 92,5% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi praktisi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 91,1% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil angket respons siswa terhadap ketertarikan siswa pada uji coba terbatas diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 83,05% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik, hasil ketertarikan siswa pada uji coba menyeluruh diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 90,8% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Fraud pada laporan keuangan merupakan persoalan penting karena dapat menurunkan integritas dan keandalan informasi keuangan. Dalam perkembangan pelaporan keuangan digital, blockchain dipandang berpotensi mendukung pencegahan fraud melalui karakteristik yang transparan, tertelusur, dan sulit diubah. Namun, literatur yang membahas posisi blockchain sebagai mekanisme pencegahan fraud pada laporan keuangan masih belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, struktur tema, dan pola hubungan ilmiah mengenai blockchain dalam pencegahan fraud pada laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik kuantitatif deskriptif dengan data 183 dokumen terindeks Scopus periode 2019–2025. Seleksi dokumen dilakukan menggunakan PRISMA, sedangkan analisis dilakukan menggunakan Bibliometrix pada RStudio melalui pemetaan tren publikasi, co-occurrence, thematic map, co-authorship, co-citation, dan bibliographic coupling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat signifikan terutama pada periode 2024–2025, tetapi perkembangan kajian belum menunjukkan kematangan dalam bidang akuntansi. Blockchain masih berada pada kategori basic themes, sehingga memiliki keterhubungan luas dengan berbagai tema lain, tetapi belum berkembang secara mendalam dalam konteks pelaporan keuangan. Selain itu, literatur masih terfragmentasi dan belum membentuk klaster utama yang secara khusus menghubungkan blockchain, pengendalian internal, audit, dan pencegahan fraud pada laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa blockchain memiliki potensi dalam mendukung transparansi dan integritas informasi keuangan, tetapi posisinya sebagai mekanisme preventif dalam literatur financial reporting fraud masih perlu dikembangkan lebih lanjut.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 terhadap kepastian hukum serta untuk mengetahui apa tantangan hukum yang dihadapi komisi pemilihan umum dalam implementasi putusan mahkamah konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024. Seluruh data diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer maupun skunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi konstitusional. Pada tahun 2024, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengeluarkan Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah dengan jeda waktu dua hingga dua setengah tahun. Putusan tersebut menimbulkan implikasi hukum dan administratif yang signifikan terhadap kepastian hukum serta kesiapan KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Berdasarkan hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi tersebut di satu sisi memberikan arah baru desain pemilu yang lebih terfokus dan berpotensi mengurangi beban penyelenggara, namun di sisi lain menimbulkan ketidakpastian hukum baru akibat ketiadaan pengaturan transisional, khususnya terkait masa jabatan kepala daerah dan anggota DPRD. Selain itu, KPU menghadapi tantangan hukum dan teknis berupa kekosongan regulasi, problem legitimasi, penyesuaian anggaran, serta potensi ketegangan politik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut legislasi yang komprehensif guna menjamin kepastian hukum dan stabilitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 terhadap kepastian hukum serta untuk mengetahui apa tantangan hukum yang dihadapi komisi pemilihan umum dalam implementasi putusan mahkamah konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024. Seluruh data diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer maupun skunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi konstitusional. Pada tahun 2024, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengeluarkan Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah dengan jeda waktu dua hingga dua setengah tahun. Putusan tersebut menimbulkan implikasi hukum dan administratif yang signifikan terhadap kepastian hukum serta kesiapan KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Berdasarkan hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi tersebut di satu sisi memberikan arah baru desain pemilu yang lebih terfokus dan berpotensi mengurangi beban penyelenggara, namun di sisi lain menimbulkan ketidakpastian hukum baru akibat ketiadaan pengaturan transisional, khususnya terkait masa jabatan kepala daerah dan anggota DPRD. Selain itu, KPU menghadapi tantangan hukum dan teknis berupa kekosongan regulasi, problem legitimasi, penyesuaian anggaran, serta potensi ketegangan politik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut legislasi yang komprehensif guna menjamin kepastian hukum dan stabilitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi terhadap kepuasan pelanggan produk kosmetik Maybelline (studi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 144 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline. Sedangkan promosi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi terhadap kepuasan pelanggan produk kosmetik Maybelline (studi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 144 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline. Sedangkan promosi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline.