ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak di butuhkan pada masyarakat sehingga perlu ditingkatkan cara budidaya nya, dalam buah mentimun terdapat kandungan gizi yang sangat melimpah. Tingkat produktivitas mentimun di Kota Tarakan hingga tahun 2020 tergolong rendah yaitu sebesar 39,416 kuintal. Peningkatan pertumbuhan dan produski mentimun dapat dilakukan dengan pemanfaatan mulsa alang-alang dengan waktu pemberian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : M0 = kontrol(tanpa mulsa), M1 = pemasangan mulsa saat tanam bersamaan, M2 = pemasangan mulsa 1 MST dan M3 = pemasangan mulsa 2 MST. Parameter yang di amati meliputi : Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah daun, Jumlah buah, Panjang buah, Diameter buah dan Berat buah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di uji lanjut menggunakan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian waktu pemasangan mulsa saat tanam bersamaan (M1) berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman 2 MST (8,25 cm), 3 MST (74,39 cm) dan 4 MST (112,37 cm). Peningkatan diameter batang diameter batang 2 MST (0,38 mm), 3 MST (0,68 mm) dan 4 MST (0,88 mm). Peningkatan jumlah daun 2 MST (4,00 helai), 3 MST (11,54 helai) dan 4 MST (17,83 helai). Pertambahan jumlah buah sebanyak 4,58. Peningkatan panjang buah sebanyak 28,88 cm. Peningkatan diameter buah sebesar 4,69 cm dan Peningkatan bobot buah sebesar 471,68 gram. Kata kunci: Waktu pemasangan mulsa,pertumbuhan dan produksi organik dan nonorganik, mentimun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman wijen (Sesamum indicum L.) merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi agroindustri sebagai bahan dasar penting produk pangan, minyak, farmasi, kosmetik, dan aneka industri. Tingkat produktivitas wijen di Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 465 kg/ha, padahal potensi produksinya dapat mencapai 1.600 kg/ha. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan pemenuhan nutrisi tanaman melalui pemupukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan pupuk terpadu organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wijen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor. PO kontrol (tanpa pemupukan), PI = 100 g/m, kotoran ayam + 10 g/m, pupuk NPK. P2100 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P3100 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P4200 g/m, kotoran ayam+10 g/m, pupuk NPK. P5200 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P6200 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P7300 g/m, kotoran ayam+10 g/m pupuk NPK. P8300 g/m, kotoran ayam+15 g/m, pupuk NPK. P9 - 300 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. Parameter yang diamati meliputi: Tinggi tanaman, Panjang dan jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, jumlah polong, Panjang polong, berat basah dan kering. Data dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut menggunkan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan. bahwa aplikasi pupuk organik kotoran ayam dan pupuk anorganik NPK berpengaruh nyata terhadap Panjang daun, jumlah daun, diameter batang pada umur 30 dan 100 HST dengan perlakuan P6 (Pupuk kotoran ayam 200g+20g Pupuk NPK), P7 (Pupuk kotoran ayam 300g+10g pupuk NPK) dan P9 (Pupuk kotoran ayam 300g+20g pupuk NPK).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PUPUK DAUN GREEN-TONIK DAN ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Oleh sebab itu perlu suatu alternatif ke arah peningkatan dengan cara penggunaan ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Dilaksanakan dilahan petani kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 2 faktor yaitu faktor petama ZPT Atonik notasi (K) memiliki 3 taraf dan faktor ke dua pupuk daun Green Tonik notasi (G) memiliki 4 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola faktorial, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata mengunakan Duncan’s Multiple range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ZPT Atonik tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter jumlah buah serta perlakuan pupuk daun Green Tonik tidak berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter berat buah pada perlakuan G1 dengan nilai terbaik 349.07 serta ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik menujukan adanya interaksi nyata pada parameter berat buah perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air) dengan nilai terbaik 379.24. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan ZPT Atonik K3 (4 ml ZPT Atonik/ 1 liter air) mampu membantu proses pertumbuhan tanaman tomat serta perlakuan pupuk daun Green Tonik G1 (1 ml Green Tonik/1 liter air) mampu membantu kebutuhan unsur hara produksi tanaman tomat. Hal ini diduga interaksi perlakuan terbaik dihasilkan pada perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengkombinasian antara ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik dengan menambahkan konsentrasi ZPT Atonik.