Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: Kultur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Ikan non Budidaya Pada Tambak Udang di Perairan Muara Sekatak Provinsi Kalimantan Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara Sekatak adalah salah satu daerah di Kalimantan Utara yang memiliki tambak tradisional monokultur. Pertukaran dan pemasukan air pada pengelolaan tambak menyebkan larva dan juvenil ikan ikut masuk dan berkembang di dalam tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman ikan non budidaya di dalam tambak tradisional Muara Sekatak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan menguraikan masing-masing jenis ikan yang didapakan. Hasil identifikasi ikan selama penelitian sebanyak 21 yaitu udang putih (Penaeus sp), udang shima (Parapenaopsis sp), kepiting keraca (Varuna litterata), kepiting bakau (Scylla serrata), ikan bandeng laki (Elops machnata), ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), ikan sumpit (Toxotes jaculatrix), ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus), ikan sangga langit (Tripodichthys blochii), ikan julung-julung (Strongylura leiura), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). ikan gulamah (Nibea soldado), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan sembilang (Plotosus canius), ikan buntal (Tetraodon nigroviridis), ikan belanak (Mugil cephalus), ikan serinding (Ambassis nalua), teri gepeng (Stolephorus sp), dan ikan bluncat (Exyrias Puntang).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDORONG PARTISIPASI PETANI HORTIKULTURA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antibakteri Kalsium Oksida (CaO) dari Cangkang Kapah Terhadap Bakteri Vibrio sp.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) menghadapi ancaman serius akibat infeksi bakteri Vibrio sp., yang dapat menyebabkan vibriosis dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) dengan tingkat mortalitas lebih dari 90%. Penggunaan antibiotik sintetis yang tidak terkontrol dapat memicu resistensi bakteri dan meninggalkan residu berbahaya pada produk perikanan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kalsium oksida (CaO) yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) sebagai agen antibakteri terhadap Vibrio sp. CaO diperoleh melalui kalsinasi tepung cangkang pada suhu 1000°C dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu kontrol positif amoksisilin, kontrol negatif etanol, CaO 5%, 10%, dan 15%, masing-masing tiga ulangan. Hasil karakterisasi FTIR mengkonfirmasi terbentuknya CaO yang ditandai munculnya puncak vibrasi ikatan Ca–O pada bilangan gelombang 551,64 cm⁻¹ dan 397,34 cm⁻¹. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi CaO mampu menghambat pertumbuhan Vibrio sp., dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 15% sebesar rata-rata 5,67 mm.Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p = 0,006; p 0,05), mengindikasikan bahwa aktivitas antibakteri CaO bersifat semakin tinggi konsentrasi, semakin kuat efeknya. Mekanisme kerja antibakteri melalui, pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS), denaturasi protein, dan kerusakan membran sel bakteri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CaO dari cangkang kerang kapah berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dan ramah lingkungan untuk mendukung budidaya udang yang berkelanjutan. Kata kunci: Akuakultur; Difusi cakram; Meretrix sp.; Vibrio sp.; Zona hambat. Abstract Tiger prawn (Penaeus monodon) aquaculture faces a serious threat from Vibrio sp. bacterial infections, which can cause vibriosis and Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), with a mortality rate exceeding 90%. The uncontrolled use of synthetic antibiotics can trigger bacterial resistance and leave harmful residues in fishery products, necessitating the development of effective and environmentally friendly antibacterial alternatives. This study aims to evaluate the effectiveness of calcium oxide (CaO) synthesized from waste shells of the kapah clam (Meretrix sp.) as an antibacterial agent against Vibrio sp. CaO was obtained through calcination of shell powder at 1000°C and characterized using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Antibacterial activity testing was conducted using the disc diffusion method with a Completely Randomized Design (CRD), comprising five treatments: a positive control of amoxicillin, a negative control of ethanol, and CaO at concentrations of 5%, 10%, and 15%, each replicated three times. FTIR characterization confirmed the formation of CaO, indicated by the appearance of Ca-O bond vibration peaks at wavenumbers of 551.64 cm¹ and 397.34 cm. The results show that all CaO concentrations were capable of inhibiting the growth of Vibrio sp., with the highest inhibition zone diameter recorded at the 15% concentration, yielding a mean of 5.67 mm. One-Way ANOVA revealed significant differences among treatments (p=0.006; p 0.05), indicating a concentration-dependent antibacterial activity, whereby higher concentrations produced stronger inhibitory effects. The antibacterial mechanism operates through the formation of Reactive Oxygen Species (ROS), protein denaturation, and bacterial cell membrane damage. This study concludes that CaO derived from kapah clam shells has potential for development as a natural and environmentally friendly antibacterial agent to support sustainable prawn aquaculture. Keywords: Aquaculture, Disc Diffusion, Meretrix sp., Vibeto sp., Inhibition Zone.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KULTUR AXENIC MIKROALGA LOKAL SEBAGAI SUMBER PAKAN ALAMI AKUAKULTUR

2025•

Mikroalga merupakan organisme penting yang berperan sebagai pakan alami dalam akuakultur karena kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan membudidayakan mikroalga lokal sebagai kandidat pakan alami dalam akuakultur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel menggunakan planton net (20 µm), isolasi mikroalga dengan teknik pengenceran bertingkat menggunakan air steril dilanjutkan dengan agar platting diperkaya nutrisi KW21, serta identifikasi jenis mikroalga berdasarkan pendekatan morfologi dan tudi literatur. Parameter pertumbuhan sel diukur berdasarkan nilai absorbansipada panjang gelombang 680 nm menggunakan spektrofortometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil diisolasi lima genus mikroalga, yaitu Pleurocapsa sp., Chlorella sp., Dunailella sp., dua isolat bertipe Chlorelloid, dan Chlamydomonas sp. Isolat Chlamydomonas sp. menunjukkan laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi. Dari ke 6 isolat diperoleh 5 isolat yang memiliki karakteristik dan potensi untuk dikembangkan sebagai pakan alami dalam akuakultur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L ) DI DESA BALANSIKU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Intensi Kewirausahaan Terhadap Perilaku Berwirausaha Petani Hortikultura Di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini menganalisis perilaku kewirausahaan dalam konteks petani dan usaha kecil, dengan penekanan pada petani hortikultura di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik kewirausahaan, kompetensi manajemen, dan faktor sosio-demografi terhadap intensi kewirausahaan petani dengan menggunakan Teori Perilaku Berencana (TPB). Data telah dikumpulkan dari 260 responden menggunakan metode angket, observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Analisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) mengindikasikan bahwa karakteristik kewirausahaan seperti percaya diri, kemandirian, dan kepemimpinan memiliki dampak yang signifikan terhadap intensi dan perilaku berwirausaha. Meskipun kompetensi manajemen dan teknis tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, dukungan lingkungan seperti pendidikan dan pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan dari pemerintah terbukti memiliki peranan yang penting. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam untuk pengembangan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kewirausahaan, serta berfungsi sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya di bidang ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Induksi kalus pisang barangan Musa acuminata Colla dengan kombinasi picloram dan BAP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan permintaan pisang untuk konsumsi rumah tangga dan ekspor ke negara- negara pengimpor pisang dari Indonesia memerlukan peningkatan produksi pisang Peningkatan produksi tentunya memerlukan bahan tanam dalam jumlah besar. Kemampuan indukan pisang untuk menghasilkan anakan tercatat hanya mencapai 5-10 anakan sehat setiap tahun. Kondisi ini menjadikan produksi pisang barangan menjadi sulit sehingga diperlukan teknologi di bidang pertanian untuk mendukung peningkatan produksi. Teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan langkah yang tepat, salah satunya yaitu melalui induksi kalus Keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan khususnya induksi kalus sangat dipengaruhi oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinası ZPT Picloram dan BAP dalam induksi kalus pisang barangan (Musa acuminata Colla). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dimana faktor 1 dan 2 memiliki 4 taraf yakni Picloram: 0 PPM, 1 PPM, 2 PPM dan 3 PPM, BAP: 0 PPM. 1 PPM. 2 PPM dan 3 PPM serta diulang sebanyak 3 kali. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa faktor tunggal tidak memberikan pengaruh nyata sementara perlakuan kombinasi Picloram dan BAP memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus yang terlihat terutama pada parameter persentase eksplan berkalus, umur munculnya kalus, tekstur kalus, berat kalus. Melalui penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa media yang mengandung picloram 0 PPM dengan konsentrasi BAP 1 PPM. 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait tunas sedangkan media yang mengandung BAP 0 PPM dengan konsentrasi Picloram 1 PPM, 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait kalus. Dalam penelitian diperoleh kombinasi terbaik dalam induksi kalus yaitu kombinasi perlakuan P2B2 (Picloram: 2 PPM, BAP: 2 PPM).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Dan Pemetaan Sebaran Hama Pada Tanaman Hortikultura Di Kota Tarakan Berbasis Sistem Informasi Geografis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman hortikultura merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian. Tanaman hortikultura dibagi menjadi empat jenis yaitu tanaman buah, tanaman sayur, tanaman hias dan tanaman obat. Komoditas hortikultura merupakan salah satu penyedia gizi berupa serat, vitamin, protein dan lain-lain yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data penyebaran dan populasi hama pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan serta membuat peta sebaran dari hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hama pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan tersebar tidak merata dan sangat dipengaruhi oleh faktor geografis seperti topografi, jenis tanah, kelembapan, curah hujan dan pasokan makanan. Daerah dengan kelembapan tinggi, tanah dengan drainase buruk, atau daerah dataran rendah cenderung memiliki tingkat infestasi hama yang lebih tinggi. Sehingan di kecamatan Tarakan Taimur, Tarakan Barat dan Tarakan Utara memiliki memiliki keanekaragaman yang berbeda. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti efektif dalam memetakan sebaran hama di berbagai wilayah Tarakan. SIG membantu mengidentifikasi lokasi atau area rawan serangan hama sehingga tindakan pencegahan dan pengendalian dapat lebih terfokus. Data spasial yang di dapatkan seperti titik koordinat, jenis tanaman, jenis hama dan gejala serangan. Diaman data yang di dapatkan merupakan data hasil penelitian langsung di lapangan dan wawancara kepada petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerapan Prinsip Ekologi Dalam Pertanian Berkelanjutan Pada Usahatani Sayuran Di Kecamatan Tarakan Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertanian merupakan salah satu sektor riil yang dapat berperan sangat nyata dalam meningkatkan pendapatan negara, dimana terdapat beberapa subsektor penunjang salah satunya subsektor tanaman hortikultura meliputi berbagai jenis tanaman hias, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan permintaan akan sayuran terus bertambah, menjadi peluang besar bagi petani sayuran untuk lebih meningkatkan usahataninya. Namun disadari betul bahwa petani pada umumnya masih dalam kondisi serba kekurangan sehingga pemenuhan kebutuhan jangka pendek lebih diprioritaskan dibandingkan jangka panjang. Tujuan penelitian ini, (1) untuk mengetahui karakteristik petani sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur dan (3) untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur pada bulan November 2023 sampai dengan selesai. Metode responden dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani di Kecamatan Tarakan Timur berdasarkan umur yaitu petani yang berumur 34-39 tahun sebanyak 24 orang, pendidikan yaitu petani yang berpendidikan selama 5-9 tahun sebanyak 29 orang, lama berusahatani yaitu 1-15 tahun sebanyak 28 orang dan luas lahan yaitu 100 m2-3399 m2 sebanyak 45 orang. Tingkat pengetahuan petani yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 87% sedangkan tingkat penerapan yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 100%. Faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur secara nyata adalah pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Insidensi Penyakit Virus pada Tanaman Hortikultura di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virus pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan serta insidensinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei lapangan, pengambilan sampel, dan uji kesesuaian inang. Survei dilakukan di setiap kecamatan yang berada di Kota Tarakan untuk mengumpulkan data tanaman hortikultura yang terinfeksi penyakit virus dan untuk memperoleh data tingkat insidensi penyakit virus dengan kriteria minimal 500 tanaman dalam satu lahan budidaya. Tanaman sampel yang menunjukkan adanya gejala infeksi penyakit virus di uji kesesuaian inangnya menggunakan metode pelukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa virus ditemukan menginfeksi tanaman hortikultura dengan insidensi yang bervariasi. Virus yang ditemukan Chilli yellow leaf curl virus (CYLCV), Tomatto yellow leaf curl virus (TYLCV), Eggplant yellow leaf virus (EYLV), Cucumber mosaic virus (CMV), dan Watermelon mosaic virus (WMV).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA JUAL KOMODITAS OLERIKULTURA DI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Olerikultura (tanaman sayur) adalah salah satu jenis tumbuhan yang dibudidayakan dengan metode pertanian modern holtikultura. Melalui metode ini petani bisa memproduksi sayuran dengan skala besar sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat secara nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik pembeli sayur komoditas olerikultura dan faktor apa yang mempengaruhi harga jual komoditas sayur olerikultura dengan menggunakan beberapa variabel yaitu penawaran, permintaan dan harga. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang dan konsumen, sampel penelitian berjumlah 30 orang. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan survei lapangan, wawancara dan pembagian kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Data yang diperoleh dilakukan Uji Asumsi Klasik yang meliputi Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas dan Uji Heterokedesitas kemudian dilakukan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden berada dalam rentang usia 28-43 tahun. Tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan SMA. Analisis jumlah tanggungan keluarga menunjukkan rentang 2-4 orang. Hasil regresi linier berganda menunjukkan variabel penawaran berpengaruh signifikan sebesar koefisien 0,636, variabel permintaan tidak signifikan (Sig 0,729 > 0,05), harga berpengaruh signifikan (0,026) dengan koefisien 0,043.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA Artemia salina UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI Vibrio parahaemolyticus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatan Produksi Usaha Tani Tanaman Hortikultura (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Sejahtera Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI USAHATANI TANAMAN HORTIKULTURA (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Sejahtera Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur) Abstrak Kelompok tani adalah salah satu kelembagaan pertanian yang memiliki peranan untuk mengembangkan unit usaha secara bersama. Peranan kelompok tani dalam hal ini berarti fungsi, penyesuaian diri dan proses dari suatu kelompok tani, untuk memenuhi kebutuhan dari anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam meningkatkan produksi usahatani tanaman hortikultura di kampung enam, kecamatan Tarakan timur. Responden dalam penelitian ini adalah ketua dan anggota kelompok tani sebanyak 29 petani. Adapun analisis data yang digunakan adalah menggunakam teknik analisis deskriptif dan pembobotan. Adapun hasil penelitian menunjukkan kelompok tani berperan sebagai media belajar melaksanakan pertemuan rutin, melaksanakan berbagai kursus dan kelompok tani dapat meningkatkan motivasi petani dalam usaha tani dengan total skor 237. Kelompok tani berperan sebagai media kerjasama dengan melakukan kerjasama dengan anggota lain, melaksanakan pengambilan keputusan bersama, meningkatkan minat antar petani untuk melakukan kegiatan usaha tani dan memperkuat komitmen antar petani dengan total skor 303. Peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan menjalin kerjasama kemitraan, mempermudah penjualan, melakukan penanaman bersama, kesepakatan bersama dan mempermudah akses informasi harga jual dengan total skor 300. Peran kelompok tani sebagai unit bisnis, dengan seluruh pertanyaan masuk dalam kategori berperan dengan total skor 365 dengan membantu modal usaha tanaman, pelatihan pengolahan produk hortikultura menjadi produk minuman atau makanan jadi, dan pelatihan tentang berusahatani,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Media Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Bkateri Probiotik

2023•

Probiotik adalah mikroba hidup yang mampu memberikan keuntungan bagi inang yaitu dengan mengatur keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, meningkatkan efesiensi dan pemanfaatan pakan, meningkatkan respon imun serta memperbaiki kualitas lingkungan. Penggunaan probiotik menjadi solusi internal untuk menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang optimal, mengurangi biaya produksi dan pada akhirnya dapat mengurangi beban lingkungan karena akumulasi limbah diperairan. Hal penting yang harus diperhatikan saat kultur berlangsung yaitu ketersediaan nutrisi yang menunjang kehidupan bakteri probiotik dengan media substrat yang komposisinya terdiri atas nutrisi tertentu yang diperlukan untuk menumbuhkan dan mempelajari sifat-sifat bakteri. Komposisi nutrisi media yang lengkap mengandung sumber karbon, nitrogen, belerang, fosfat, logam mikro, vitamin, penyubur, NaCl dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media yang paling efektif untuk menguji pertumbuhan bakteri probiotik dengan pemberian media yang berbeda. Rancangan percobaan menggunakam RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, perlakuan A merupakan yang paling efektif digunakan dalam kultur bakteri probiotik dengan nilai OD 2,155.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERENCANAAN DAN EVALUASI USAHA TANI BERDASARKAN KLASIFIKASINYA PADA TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan usaha tani dilakukan sebagai bentuk pengelolaan usaha tani, Meskipun secara eksplisit umumnya petani tidak melakukan perencanaan usaha tani, akan tetapi secara implisit mereka sudah melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kegiatan perencanaan usaha tani berdasarkan klafisikasi pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur, (2) mengevaluasi usaha tani pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Penetuan sampel ini menggunakan teknik non probality sampling secara kuota dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui perencanaan dan kendala dalam usaha tani. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan kelayakan finansial usaha tani dengan menganalisis nilai R/C ratio dan BEP (produksi, harga, penerimaan). Hasil penelitian perencanaan yang dilakukan petani berdasarkan klasifikasi usaha tani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur sebagai berikut berdasarkan coraknya dalam merencanakan usaha taninya petani menanam tanaman hortikultura sayuran bertujuan untuk dijual hasilnya (komersil), berdasarkan bentuk usaha tani petani berusaha tani secara individu bukan secara kelompok, berdasarkan pola usaha tani dikarenakan tanaman yang diusahakan adalah hortikultur sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, selada, daun bawang, seledri, kacang panjang, terong, timun, lombok, gambas, jagung, maka termasuk usaha tani lahan kering, dan berdasarkan tipe usaha taninya cara berbudi daya dilakukan dengan sistem monokultur. Adapun Kendala yang terjadi adalah ketidak mampuan dalam menyusun rencana secara tertulis dan kurangnya atau ketidaktahuan akses informasi terkait sumber daya yang akan digunakan dalam usaha tani. Hasil analisis kelayakan finansial usaha tani dari nilai R/C ratio sebesar 1,29. BEP produksi sebesar 31 Kg per Ha, BEP harga sebesar Rp.8.040 per Kg, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.835.121 per Ha. Nilai BEP produksi, BEP harga, dan BEP penerimaan semuanya dikatakan layak karena lebih kecil dari nilai produksi rata-rata per Ha yaitu 498 Kg, harga rata-rata per kg Rp 14.821, dan penerimaan per Ha Rp 5.171.791.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA VARIETAS BIBIT KULTUR JARINGAN LAMPUNG GENERASI KE 60 DENGAN PERBEDAAN MUSIM TANAM DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN.

2022•

Kappaphycus alvarezii merupakan tanaman thallus yang tumbuh diperairan bersalinitas asin dan mampu menghasilkan karaginan. Kultur jaringan merupakan alternatif yang dapat digunakan para petani rumput laut. Metode longline merupakan metode yang paling banyak digunakan petani rumput laut karena bersifat fleksibel dalam memilih lokasi dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut varietas bibit kultur jaringan lampung dengan perbedaan waktu triwulan penanaman untuk kegiatan budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai bulan Juni 2021. Rancangan penelitian kontruksi longline berbingkai, pengikatan dan penanaman serta uji pengamatan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, produksi, tingkat kelangsungan hidup, pengamatan kualitas air kemudian di analisis statistik menggunakan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan rumput laut terbaik terjadi pada bulan Juni dengan nilai rata-rata 3.082 gram. Berdasarkan produksi rumput laut menunjukkan hasil terbaik di bulan Juni yaitu 205.49 (g/m)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Wilayah Basis dan Trend Perkembangan Produksi Tanaman Hortikultura di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS WILAYAH BASIS DAN TREND PERKEMBANGAN PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Salah satu tanaman sektor pertanian yang banyak diusahakan oleh masyarakat adalah tanaman hortikultura yang berperan sebagai sumber gizi masyarakat, penyedia lapangan pekerjaan, dan penunjang kegiatan agrowisata dan agroindustri. Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui tanaman hortikultura basis di Kota Tarakan (2) Mengetahui trend perkembangan produksi tanaman hortikultura basis di Kota Tarakan (3) Mengetahui peramalan produksi tanaman hortikultura basis di Kota Tarakan pada tahun 2016-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis location quotient (LQ), trend linier, peramalan (Forecasting). Hasil analisis LQ menunjukan bahwa terdapat 6 tanaman hortikultura basis di Kecamatan Tarakan Timur, 6 tanaman hortikultura basis di Kecamatan Tarakan Tengah, 8 tanaman hortikultura basis di Kecamatan Tarakan Barat, dan 5 tanaman hortikultura basis di Kecamatan Tarakan Utara. Berdasarkan hasil analisis trend tanaman hortikultura di Kota Tarakan, tanaman hortikultura yang mengalami peningkatan diantaranya bawang daun, cabai besar, kangkung, dan bayam, tanaman hortikultura yang cenderung menurun diantaranya bawang merah, cabai rawit, tomat, terung, melon, dan tanaman hortikultura yang berfluktuasi yaitu petsai/sawi, kacang panjang, buncis, ketimun, semangka. Berdasarkan hasil peramalan produksi tanaman hortikultura di Kota Tarakan maka disimpulkan bahwa tanaman hortikultura yang akan mengalami peningakatan ditahun yang akan datang yaitu bawang merah, bawang daun, terung, ketimun, melon, semangka. Adapun saran penelitian ini Pemerintah Kota Tarakan melalui kebijakannya diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan tanaman hortikultura yang menjadi basis pada setiap kecamatan sebagai komoditas unggulan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih memperhatikan tanaman hortikultura yang di datangkan dari luar daerah atau non basis di Kota Tarakan yang masih bisa dikembangkan dalam wilayahnya sehingga tidak tergantung dengan wilayah lain.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail