ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN ADEKUASI DIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM V DI UNIT HEMODIALISA ABSTRAK Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang paling utama bagi pasien gagal ginjal kronik (GGK) stadium V, kualitas hidup pasien sangat bergantung pada tercapainya adekuasi dialisis yang optimal. Kenyataannya pasien yang mengalami penurunan kondisi meskipun rutin melakukan hemodialisa karena target adekuasi dialisisnya belum tercapai. Salah satu keberhasilan dalam terapi hemodialisa adalah adekuasi yang merupakan kecukupan atau pencapaian dosis dalam proses hemodialisa yang diharapkan menjadi adekuat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran adekuasi dialisis pada pasien gagal ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Total sampel terdiri dari 57 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa adekuasi hemodialisa menggunakan indikator Kt/V, sebagian besar responden belum mencapai target adekuasi yang selama 3 bulan pengamatan. Pada bulan November 2025, sebanyak 17 responden (29,8%) tergolong adekuasi, sedangkan 40 responden (70,2%) termasuk tidak adekuasi. Pada bulan Desember 2025 terjadi penurunan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 16 orang (28,1%), sementara responden yang tidak adekuasi meningkat menjadi 41 orang (71,9%). Selanjutnya, pada bulan Januari 2026 terjadi peningkatan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 20 orang (35,1%), namun kelompok tidak adekuasi masih mendominasi dengan jumlah 37 orang (64,9%). Kesimpulan responden penelitian didominasi oleh pasien usia dewasa, perempuan, berpendidikan SMA/sederajat, dan mayoritas bekerja. Mayoritas pasien telah menjalani hemodialisa 12-24 bulan serta mayoritas memiliki kadar hemoglobin anemia 35 responden (61,4%). Tingkat adekuasi hemodialisa selama periode November 2025 hingga Januari 2026 masih tergolong rendah karena sebagian besar pasien belum mencapai target Kt/V yang direkomendasikan (≥ 1,8), sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan hemodialisa dan pemantauan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi hemodialisa. Kata Kunci : Adekuasi, Hemodialisa, Penyakit Gagal Ginjal Kronik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diketahui berperan terhadap kejadian BBLR, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi sehingga diperlukan kajian pada berbagai karakteristik populasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor ibu, meliputi usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia, penyakit selama kehamilan, dan jarak anak terdahulu dengan kejadian BBLR serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif menggunakan data rekam medis persalinan periode Januari–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 154 responden yang terdiri atas 77 kelompok kasus (BBLR) dan 77 kelompok kontrol (BBLN). Sampel kasus ditentukan menggunakan teknik total sampling, sedangkan kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk menentukan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun), memiliki paritas tidak berisiko, usia kehamilan aterm, tidak mengalami anemia, tidak memiliki penyakit selama kehamilan, dan memiliki jarak anak terdahulu yang tidak berisiko. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0.004), usia kehamilan (p0.001), penyakit selama kehamilan (p=0.010), dan jarak anak terdahulu (p=0.002) berhubungan secara bermakna dengan kejadian BBLR, sedangkan usia ibu dan status anemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa paritas (OR=2.700), usia kehamilan (OR=36.576), dan penyakit selama kehamilan (OR=4.886) merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR, dengan usia kehamilan sebagai faktor yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko BBLR dipengaruhi terutama oleh usia kehamilan, paritas, dan penyakit selama kehamilan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, mencegah persalinan preterm, meningkatkan pemantauan ibu dengan paritas berisiko dan penyakit penyerta, serta mengoptimalkan pelayanan antenatal sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diketahui berperan terhadap kejadian BBLR, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi sehingga diperlukan kajian pada berbagai karakteristik populasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor ibu, meliputi usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia, penyakit selama kehamilan, dan jarak anak terdahulu dengan kejadian BBLR serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif menggunakan data rekam medis persalinan periode Januari–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 154 responden yang terdiri atas 77 kelompok kasus (BBLR) dan 77 kelompok kontrol (BBLN). Sampel kasus ditentukan menggunakan teknik total sampling, sedangkan kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk menentukan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun), memiliki paritas tidak berisiko, usia kehamilan aterm, tidak mengalami anemia, tidak memiliki penyakit selama kehamilan, dan memiliki jarak anak terdahulu yang tidak berisiko. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0.004), usia kehamilan (p0.001), penyakit selama kehamilan (p=0.010), dan jarak anak terdahulu (p=0.002) berhubungan secara bermakna dengan kejadian BBLR, sedangkan usia ibu dan status anemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa paritas (OR=2.700), usia kehamilan (OR=36.576), dan penyakit selama kehamilan (OR=4.886) merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian BBLR, dengan usia kehamilan sebagai faktor yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko BBLR dipengaruhi terutama oleh usia kehamilan, paritas, dan penyakit selama kehamilan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, mencegah persalinan preterm, meningkatkan pemantauan ibu dengan paritas berisiko dan penyakit penyerta, serta mengoptimalkan pelayanan antenatal sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker merupakan tantangan utama di wilayah pesisir karena adanya hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Perilaku pasien dalam mencari pengobatan sangat dipengaruhi oleh persepsi risiko, keterbatasan fasilitas medis, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menyoroti dinamika adaptasi emosional dan spiritual, serta strategi pasien dalam menavigasi sistem kesehatan untuk memahami perilaku pencarian kesehatan pasien kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perilaku pencarian kesehatan pasien kanker. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data. Partisipan pada penelitian berjumlah 12 partisipan yang diambil sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Lima tema utama muncul: (1) Respons awal gejala dan inisiatif pengobatan; (2) Menjelajahi labirin sistem kesehatan; (3) kekuatan dukungan di perjalanan pasien; (4) Adaptasi emosional dan spiritual; (5) Hidup dengan minum obat dan kemoterapi. Kesimpulan penelitian ini Perilaku mencari pengobatan pasien kanker di wilayah pesisir dipengaruhi oleh persepsi awal gejala, hambatan akses dan pembiayaan layanan kesehatan, serta dukungan dari keluarga dan petugas kesehatan. Pasien menunjukkan kemampuan beradaptasi emosional dan spiritual dalam menghadapi proses diagnosis dan pengobatan, dan melanjutkan pengobatan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang health seeking behavior pasien kanker di wilayah pesisir yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan program intervensi dan layanan kesehatan yang lebih baik untuk pasien kanker
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit daun jagung merupakan ancaman besar terhadap produksi jagung dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan di seluruh dunia. Diagnosis penyakit daun jagung yang tepat waktu dan akurat sangat penting untuk pengelolaan penyakit yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pendekatan baru untuk mengembangkan sistem klasifikasi penyakit daun jagung menggunakan analisis tekstur gambar daun dan metode K-Nearest Neighbor (KNN). Sistem ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit daun jagung ke dalam kategori berbeda berdasarkan fitur tekstur yang diekstraksi dari gambar daun menggunakan metode Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Local Binary Pattern (LBP). Dataset yang digunakan dalam penelitian ini merupakan dataset primer yang diperoleh dari lapangan dan sekunder yang diperoleh dari Kaggle, terdiri dari 560 citra daun jagung yang terbagi dalam empat kelas: hawar daun, bercak daun, karat daun, dan daun sehat. Dataset terdiri dari 504 citra untuk training dan 56 citra untuk testing, dengan perbandingan training 90% dan testing 10%. Sistem yang diusulkan melibatkan tiga tahap: akuisisi citra, ekstraksi fitur tekstur menggunakan GLCM dan LBP, dan klasifikasi penyakit menggunakan KNN. Evaluasi performa sistem dilakukan menggunakan confusion matrix dengan berbagai metrik, termasuk akurasi, presisi, recall, dan f-measure. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mencapai akurasi 93%, dengan rata-rata presisi, recall, dan f-measure 0,93 dalam mengklasifikasikan penyakit daun jagung. Meskipun hasilnya cukup baik, masih terdapat kesalahan dalam membedakan beberapa kategori penyakit tertentu. Dengan hasil ini, sistem mampu mendeteksi dini penyakit daun jagung guna membantu petani dalam pengelolaan tanaman secara lebih efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, ditandai dengan gejala seperti ruam, lepuh, keputihan, dan nyeri di area kelamin. Beragam jenis PMS, termasuk chlamydia, gonore, sifilis, herpes, HPV, dan HIV, menjadi ancaman kesehatan global. WHO memperkirakan sekitar 350 juta kasus baru PMS terjadi setiap tahun di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Kalimantan Utara pada tahun 2023, angka kumulatif HIV/AIDS mencapai 1.425 kasus, dengan 229 kasus baru, dan 488 kasus PMS lainnya. Kota Tarakan mencatat jumlah tertinggi, yaitu 653 kasus HIV/AIDS kumulatif, 109 kasus baru, dan 459 kasus PMS lainnya. Pencegahan PMS memerlukan informasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan generasi z tentang PMS. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel 115 mahasiswa. Kuesioner digunakan sebagai instrumen, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak, disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang PMS, yaitu 94 orang (81,7%). Mayoritas karakteristik responden berusia 21 tahun 48 orang (41,7%) dan berusia 22 tahun 47 orang (40,9%). Responden didominasi perempuan (86%) dan beragama Islam (67%). Pekerjaan orang tua responden sebagian besar adalah buruh (20,9%), dan sebagian besar responden tidak bekerja (88,7%). Mayoritas responden memperoleh informasi tentang PMS dari media elektronik yaitu sebanyak 68 orang. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan generasi z, khususnya mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, mengenai PMS berada dalam kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penyakit Vibriosis bersifat sangat akut serta ganas, karena dapat mengakibatkan kematian larva udang pada waktu yang singkat antara 1 hingga 3 hari sejak awal terinfeksi. Salah satu alternatif pencegahan terhadap penyakit Vibriosis adalah pemberian bakteri probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan probiotik dalam menghambat pertumbuhan bakteri V.parahaemolyticus yang akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup post larva udang windu (P. monodon). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan 1 pemberian probiotik kultur, perlakuan 2 pemberian probiotik komersil (EM4), dan perlakuan 3 tanpa pemberian probiotik. Penelitian dilakukan selama 66 hari dengan total masa pemeliharaan 51 hari, melakukan sampling 2 kali, kemudian di lanjut uji tantang selama 15 hari serta menghitung pengukuran panjang dan berat. Parameter kualitas air yang diukur pada penelitian ini meliputi suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Didapatkan perlakuan terbaik adalah pemberian probiotik kultur dengan nilai panjang mutlak 1,83 cm, berat mutlak 0,5 gr, SGR 3,86 %, dan SR 72,5 %, dimana hasil ini memberikan pengaruh yang signifikan dari pada perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hukum adalah pelindung bagi individu agar tidak diperlakukan semena-mena maka penerapan sanksi pemidanaan haruslah mengutamakan hak-hak narapidana sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Narapidana selaku orang tahanan, tetapi dihormati dan di hargai hak-haknya sebagai manusia, yang juga merupakan hak asasi yang dimilikinya seperti mendapatkan perawatan dan pengobatan, baik secara rawat inap maupun rawat jalan. Pasal 60 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menyatakan bahwa salah satu hak narapidana adalah mendapatkan perawatan dan pemeliharaan kesehatan Yang dimaksud dengan pemeliharaan kesehatan adalah meliputi penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit, perawatan kesehatan dasar, kelompok rentan, penyakit menular, paliatif, lingkungan dan sanitasi, dan perawatan rujukan. implementasi pemenuhan hak kesehatan bagi narapidana pengidap penyakit menular di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan dengan pendekatan penelitian empiris. Fokus utama penelitian adalah untuk melihat bagaimana hak kesehatan narapidana yang menderita penyakit menular seperti tuberculosis dan scabies yang tidak dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, mengatakan bahwa setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya Metode penelitian empiris digunakan untuk memperoleh data yang mendalam melalui wawancara dengan narapidana dan petugas medis, serta observasi langsung di lapangan. Penelitian ini juga mencakup analisis dokumen kebijakan kesehatan yang diterapkan di lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kebijakan resmi yang mendukung pemenuhan hak kesehatan narapidana, pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, fasilitas medis yang tidak memadai, dan kurangnya blok khusus bagi narapidana pengidap penyakit menular. Penelitian ini juga menemukan adanya ketidaksetaraan dalam akses terhadap layanan kesehatan bagi narapidana pengidap penyakit menular. Rekomendasi yang diusulkan meliputi peningkatan anggaran untuk fasilitas kesehatan, penambahan bangunan khusus narapidana pengidap penyakit menular, penambahan tenaga kesehatan, serta peningkatan kerjasama dengan lembaga kesehatan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut (K. alvarezii) memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan dan salah satu sentra pemanfataan rumput laut itu berada diwilayah Kota Tarakan. Permasalahan yang sering timbul pada usaha budidaya rumput laut yaitu adanya serangan penyakit ice-ice. Gejala penyakit ice-ice dapat menurunkan hasil panen hingga 70-80%. Gejala adanya hama terhadap serangan penyakit ice-ice umumnya hal tersebut ditandai dengan pemutihan pada bagian pangkal thallus, tengah dan ujung thallus muda, yang diawali dengan perubahan warna thallus menjadi putih bening atau transparan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis beberapa jenis bakteri patogen pada rumput laut (K. alvarezii) yang terinfeksi serangan penyakit ice-ice di Kota Tarakan. Menggunakan metode penelitian secara Deskriptif Kualitatif pengampilan sampel dilakukan pada 2 titik objek lokasi perairan yang berbeda yaitu diperairan Tanjung Pasir dan perairan Lingkas Ujung. Hasil pengujian gram menunjukkan bahwa terdapat bakteri gram negatif (-) dan gram positif (+) bakteri yang berhasil ditemukan yaitu terdapat 5 genus bakteri isolate berhasil terkontaminasi diantaranya yaitu genus bakteri Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio Sp, dan Bacillus Sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya maggots BSF (Black Soldier Fly) dikembangkan dengan menggunakan berbagai media wadah pertumbuhan, misalnya ember plastik, serta ditempatkan pada berbagai lokasi. Upaya pengembangan dalam upaya meningkatkan produksi BSF, berpotensi mengalami gangguan dari hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan; (1) menginventarisasi jenis hama dan penyakit, dan (2) membandingkan jenis hama dan penyakit pada budidaya BSF pada beberapa lokasi budidaya BSF di Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi pada 3 (tiga lokasi) yakni Mamburungan, Karungan, dan Gunung Amal di Pulau Tarakan dengan masing-masing lokasi sebanyak 10-unit pengambilan sampel. Jenis hama dan penyakit dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan untuk perbandingan populasi hama dan penyakit pada beberapa lokasi menggunakan Anova (Uji-F), dan uji Duncan (DMRT) untuk antar dua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) hama yakni jenis, semut merah, belatung, semut hitam, cicak, dan tikus. Selanjutnya, ditemukan 3 (tiga) gejala penyakit yakni berjamur, tubuh lembek, dan perubahan warna. Hama belatung Lucifera spp merupakan hama yang paling dominan dan populasi tertingginya di Lokasi Karungan, serta jumlah populasinya berbeda dengan lokasi lainnya pada fase budidaya larva. Sedangkan, pada fase pupa (panen) di lokasi Gunung Amal. Perubahan warna merupakan jenis gejala yang paling banyak ditemukan, khususnya pada fase pupa di lokasi budidaya Mamburungan. Namun, jumlah gejala yang ditemukan tidak berbeda dengan lokasi lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Penyakit yang sering didapat pada budidaya rumput laut adalah penyakit bakterial, yang dilakukan dengan penyakit ice-ice. Epifit merupakan hama yang menempel pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri dan epifit pada rumput laut K. alvarezii yang terserang penyakit ice-ice. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif sampel rumput lut di ambil di dua stasiun yaitu di tanjung batu kota tarakan, isolasi bakteri dan identifikasi bakteri dan epifit. Hasil identifikasi yang didapatkan ada empat bakteri ialah Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. Hasil Epifit yang ditemukan pada lokasi tanjung batu Tarakan banyak menempel pada thallus Rumput Laut K.alvarezii sebagian besar adalah alga yaitu; Chaetomorpha crassa, tiram. kutu laut, teritip, alga merah Kappaphycus alvarezii seaweed is a potential export commodity to be developed. Diseases that are often found in seaweed cultivation are bacterial diseases, namely ice-ice disease. Epiphytes are pests that attach to seaweed. This study aims to determine the types of bacteria and epiphytes in K. alvarezii seaweed which is attacked by ice-ice disease. Using quantitative descriptive methods and work procedures, this research carried out four stages, namely: preparation of tools and materials, sampling, isolation of bacteria and identification of bacteria and epiphytes. The identification results obtained were four bacteria, namely Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. The results of the Epiphytes found at the Tanjung Batu Tarakan location were mostly attached to the thallus of the Seaweed K.alvarezii, mostly algae, namely; Chaetomorpha crassa, oyster. sea lice, barnacles, red algae
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengetahuan tentang data hama dan penyakit tanaman padi merupakan bagian penting dari strategi pengendalian organisme pengganggu tersebut (OPT). Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui jenis hama dan penyakit yang dominan pada tanaman padi, serta upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi di wilayah DAS Sesayap, khususnya Kabupaten Tana Tidung. Lokasi pengambilan data di Tideng Pale, Gunawan, Sesayap Hilir, Rian, dan Tana Merah. Tiap-tiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 (lima) titik dengan menggunakan perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan wawancara. Serta, pengamatan langsung terhadap gejala penyakit dan pengelolaan OPT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 spesies hama kelompok insekta, 4 hama non insekta, dan 2 gejala penyakit. Nilai indeks kekayaan (R), kemerataan (E), dan keankeragaman (H’) hama insekta tertinggi di lokasi Gunawan (R=2.74., E=0.84, dan H’=2.27). Indeks kesamaan menunjukkan Tideng Pale dan Gunawan memiliki kesamaan komposisi spesies tertinggi (100%). Spesies Leptocorisa oratoria (walang sangit) dan Arphia conspersa (belalang) memiliki hubungan erat dengan habitat di Tideng Pale dan Gunawan. Penyakit tanaman bercak coklat tertinggi di Tana Merah, dengan nilai intensitas kerusakan tidak mutlak sebesar 79.2%. Selanjutnya, pengelolaan dilakukan dengan pemilihan benih, pemupukan, pengaturan jarak tanam, dan penggunaan pestisida yang masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik.