ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani bad words pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan. Peran guru BK diwujudkan melalui pembinaan kepribadian siswa, sehingga siswa diharapkan mampu menunjukkan perilaku yang baik, bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, serta berkembang menjadi individu yang mandiri. Guru BK juga berperan dalam memberikan layanan bimbingan agar siswa dapat memahami cara mencegah permasalahan, mengambil keputusan secara bijak, dan membentuk kemandirian diri.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Jalan Sungai Brantas, Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta triangulasi sumber.Hasil penelitian diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan mengacu pada tiga indikator utama, yaitu pengembangan pribadi dan sosial, penanganan masalah pribadi dan akademik, serta pembinaan etika dan moral. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words pada siswa. hal tersebut terlihat adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti berkurangnya perilaku bad words, adanya kesadaran dalam berkomunikasi secara sopan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dalam pergaulan sehari-hari. jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan kepribadian dan etika siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terkait kemampuan kepribadian dan sosial guru BK dalam melaksanakan layanan konseling di sekolah. Kemampuan ini sangat penting karena membantu dalam menciptakan hubungan konseling yang aman, nyaman, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis explanatory survey dan menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 siswa dari SMA Negeri di Kota Tarakan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengukur yang dipakai adalah skala Guttman, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kepribadian dan sosial berpengaruh signifikan secara bersamaan terhadap efektivitas layanan konseling, dengan nilai R² sebesar 0,230, yang menunjukkan bahwa kedua variabel ini memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap kualitas layanan konseling. Secara parsial, kemampuan sosial menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan kemampuan kepribadian, menandakan bahwa keterampilan guru BK dalam menjalin komunikasi yang positif dan empatik dengan siswa sangat penting. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa penguatan kemampuan kepribadian dan sosial guru BK adalah kunci untuk meningkatkan profesionalisme dan mempererat hubungan konseling serta meningkatkan keterbukaan dari siswa. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pelatihan yang berkelanjutan dan menguatkan sistem dukungan layanan sehingga efektivitas konseling dapat lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ilham Maulana, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan di SMA N 2 Tarakan kelas XII Bahasa. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkahlaku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan, adapaun upaya preventif yang dilakukan terkait dengan tindakan pengendalian untuk mencegah ketidakdisiplinan, dan upaya kuratif terkait tindakan yang dilakukan guru BK setelah pelanggaran kedisiplinan terjadi, serta tindakan berupa pemberian sanksi kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XII yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal konseling kelompok dan konseling individu kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dengan kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN ABSTRAK Friska,1840606063. ”Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Negeri 7 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ni Made Diah Padmi,S.Pd., M.Pd selaku pembimbing utama dan Nisa Ariantini, M.Pd sebagai pembimbing anggota. Dalam pergaulan dengan teman sebaya ada beberapa peserta didik yang takut berinteraksi dengan lawan jenis ada juga yang minder dengan keadaan fisik dan ada juga yang kurang percaya diri saat harus berinteraksi dengan teman yang belum dikenal. Beberapa permasalahan belum bisa mengaktualisasikan potensi dirinya dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMPN 7 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sejumlah satu orang guru bimbingan dan konseling dan tiga siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang diberikan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dengan tahapan yaitu persiapan. Guru bimbingan dan konseling mendapatkan jadwal masuk kelas, mempersiapkan materi, menyiapkan RPL, kemudian tahap pelaksanaan yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, tahap akhir dan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Metode guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan teknik diskusi, dengan melalui tahapan pada bimbingan klasikal sebagai upaya penangan masalah yang dialami siswa yang menggangu keefektifan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengurangi kejenuhan belajar siswa. Kejenuhan belajar adalah kondisi fisik dan emosional seseorang yang mengalami kelelahan atau keletihan sehingga merasakan kebosanan dan tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas belajar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tarakan. Informan penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung yaitu satu siswa kelas XI yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kejenuhan belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling telah berperan dengan melakukan pemberian layanan konseling individual dengan tujuan untuk meningkatkan minat belajar serta motivasi belajar siswa yang mengalami kejenuhan belajar. Setelah pemberian layanan konseling, guru bimbingan dan konseling melakukan evaluasi terhadap perubahan yang dialami siswa. Kata Kunci : Peran Guru BK, Kejenuhan Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku merokok siswa selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk membantu mengtasi permasalahan yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiptif dalam mencari bagaimana cara guru BK dalam mengatasi perlilaku merokok siswa. Penelitian ini menggunakan tiga informan yang menjadi sumber data dari penelitian, dimana terdiri dari guru BK sebagai informan utama, kemudian siswa dan guru Wali kelas sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dalam mendapatkan informasi dan dokumentasi dalam menguatkan data penelitian. Analisis data digunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah guru BK melakukan pelaksanaan bimbingan dan konseling berupa pelaksanaan sebagai pembimbing yaitu untuk membimbing dan mengarahkan perilaku siswa kearah yang lebih positif, pemberian contoh atau teladan adalah pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukkan kepada siswa dapat dipengaruhi oleh seorang guru yang menjadi patokan siswa dalam bertingkah laku atau berperilaku selama di lingkungan sekolah, selanjutnya sebagai pengendali, guru BK harus mampu mengendalikan seluruh perilaku siswa selama berada di lingkungan sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat siswa kelas XI. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun indikator kedisiplinan siswa adalah tata tertib. Peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat pada siswa yaitu melakukan tindakan pertama antisipasi seperti memberikan peringatan dasar, melakukan identifikasi masalah, memberikan pemahaman kepada siswa, dan memberikan layanan bimbingan klasikal, kedua melakukan penanganan seperti memberikan teguran dasar, pemberian surat peringatan, pemberian surat pemanggilan orangtua, pemberian konseling individu, pemantauan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XI yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal dan konseling individu kepada siswa yang melanggar aturan tata tertib. Dalam proses pemberian layanan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah RPP yang telah dibuat, setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dalam kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.