Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terkait kemampuan kepribadian dan sosial guru BK dalam melaksanakan layanan konseling di sekolah. Kemampuan ini sangat penting karena membantu dalam menciptakan hubungan konseling yang aman, nyaman, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis explanatory survey dan menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 siswa dari SMA Negeri di Kota Tarakan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengukur yang dipakai adalah skala Guttman, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kepribadian dan sosial berpengaruh signifikan secara bersamaan terhadap efektivitas layanan konseling, dengan nilai R² sebesar 0,230, yang menunjukkan bahwa kedua variabel ini memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap kualitas layanan konseling. Secara parsial, kemampuan sosial menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan kemampuan kepribadian, menandakan bahwa keterampilan guru BK dalam menjalin komunikasi yang positif dan empatik dengan siswa sangat penting. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa penguatan kemampuan kepribadian dan sosial guru BK adalah kunci untuk meningkatkan profesionalisme dan mempererat hubungan konseling serta meningkatkan keterbukaan dari siswa. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pelatihan yang berkelanjutan dan menguatkan sistem dukungan layanan sehingga efektivitas konseling dapat lebih optimal.