Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kesulitan Guru
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Di SMA Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi guru Biologi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Kota Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas pembelajaran, guru masih menghadapi hambatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tujuh guru Biologi di SMA Negeri dan Swasta Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun & Clarke (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perencanaan pembelajaran, guru kesulitan menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang terukur, menyesuaikan model dan metode pembelajaran dengan karakter siswa, serta menyusun modul ajar berdiferensiasi. Pada pelaksanaan pembelajaran, kendala meliputi penerapan model dan metode pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, keterbatasan sarana prasarana, tantangan pembelajaran berdiferensiasi, dan pengelolaan waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pada penilaian Pembelajaran, guru mengalami kesulitan dalam asesmen formatif, keterbatasan referensi instrumen penilaian, serta pelaksanaan remedial terkait kebijakan kenaikan kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor internal seperti pemahaman guru terhadap komponen kurikulum dan faktor eksternal seperti sarana prasarana serta kebijakan sekolah memengaruhi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN GURU KELAS IV DALAM MENYUSUN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI SDN 016 PANTAI AMAL TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pada pendidikan di Indonesia saat ini. Terdapat beberapa pembaharuan atau perubahan dari kurikulum sebelumnya yang membuat guru kesulitan dan memerlukan waktu untuk adaptasi pada kurikulum merdeka. Kesulitan guru dalam menyusun modul ajar adalah salah satu masalah yang sedang terjadi pada kurikulum merdeka ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami guru dalam penyusunan modul ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam penyusunan modul ajar. Letak kesulitan guru yang pertama adalah kesulitan memahami Profil Pelajar Pancasila yang mana faktor penyebabnya adalah keberagaman karakteristik siswa dan minimnya pengetahuan guru tentang profil pelajar Pancasila. Kedua yaitu kesulitan merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran dan faktor penyebabnya adalah kurangnya kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan model dan metode pembelajaran yang faktor penyebabnya adalah sarana dan prasarana yang terbatas dan minimnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Keempat adalah kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostic yang mana faktornya penyebabnya adalah tidak memiliki rubrik penilaian asesmen diagnostik. Selanjutnya asesmen formatif yang faktornya penyebabnya adalah keterbatasan waktu pembelajaran di kelas. Berikutnya asesmen sumatif yang mana kesulitannya terdapat pada pemberian nilai khususnya soal uraian. Oleh karna itu, diharapkan guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan kompentensi dalam menyusun modul ajar serta diharapkan pihak sekolah dapat memberi dukungan seperti mengadakan pelatihan dan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. The curriculum that is currently implemented in Indonesian schools is Merdeka curriculum. It takes time for teachers to adjust to Merdeka curriculum because of a number of updates or modifications from the latest curriculum. One of the issues with this autonomous curriculum at the moment is the challenge faced by teachers in creating lesson plans. The purpose of this study was to identify the challenges faced by teachers when designing the lesson plans. The method employed in this study was descriptive qualitative. The results of this study indicated that teachers experienced some challenges in compiling teaching modules. The first challenge of teachers was the difficulty in understanding the Pancasila Student Profile, the causative factors of which were the diversity of student characteristics and the lack of teacher knowledge about the Pancasila student profile. Second, the challenge in formulating learning outcomes into learning objectives and the causative factor was the lack of teacher competence in formulating learning objectives. Third, the challenge in determining learning models and methods, the causative factors of which were limited facilities and infrastructure and the lack of teacher competence in using technology. Fourth, the challenge in compiling diagnostic assessments, the causative factor of which was not having a diagnostic assessment rubric. Furthermore, formative assessments, the causative factor of which was the limited learning time in class. Next was the summative assessment where the challenge lied in giving marks, especially for descriptive questions. Therefore, the teachers are expected to continue to improve their understanding and competence in compiling teaching modules and it is expected that the school can provide support such as holding training and providing the facilities and infrastructure needed in the learning process.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NEGERI 003 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Guru memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam prakteknya, implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 003 Tarakan masih menghadapi berbagai kesulitan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Pancasila. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah tiga guru kelas pada fase B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga tahap pembelajaran pendahuluan, inti, dan penutup yaitu (1) Guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan tes diagnostik, karena adanya perbedaan pengetahuan, dan gaya belajar siswa, serta keterbatasan waktu (2) Guru menghadapi kesulitan dalam meningkatkan keaktifan siswa, akibat rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas (3) Guru mengalami kesulitan dalam mengevaluasi pembelajaran, terutama pada aspek penilaian kognitif, karena perbedaan pengetahuan dan karakteristik masing-masing siswa. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan dan pengembangan profesional guru agar mampu mengatasi kesulitan- kesulitan tersebut, serta meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif dan sesuai kebutuhan siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Guru Matematika Dalam Menerapkan Pembelajaran Daring MTs Negeri Malinau

2022•

Analisis Kesulitan Guru Matematika Dalam Menerapkan Pembelajaran Daring di MTs Negeri Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa yang dialami oleh guru matematika selama melakukan proses pembelajaran daring. Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer yakni wawancara dan sumber data sekunder yang dapat menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesulitan guru berupa gangguan jaringan, terbatasnya fasilitas HP dan kuota internet, kesulitan dalam penyampaian materi, kurangnya pemahaman siswa, beberapa siswa tidak aktif dan orang tua siswa tidak membimbing siswa dalam belajar. (2) Faktor kesulitan yang dialami oleh guru matematika MTs Negeri Malinau ialah faktor eksternal yakni sulitnya kondisi alam, biaya, tidak terbiasa belajar mandiri dan kesibukan orang tua; Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang ada selama pelaksanaan pembelajaran daring yaitu diantaranya dengan menyediakan tugas offline, guru rutin melakukan komunikasi dengan orang tua peserta didik dan pemberian fasilitas paket data kepada guru. Sehingga dapat disimpukan bahwa kesulitan yang dihadapi guru matematika selama pembelajaran daring adalah kendala umum yang dapat dialami oleh guru lain, tidak ada kesulitan khusus yang hanya dialami oleh guru matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Guru Matematika SMP Negeri 10 Tarakan Dalam Menerapkan Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi COVID-19

2022•

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru matematika dalam menerapkan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19, (2) untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi munculnya kesulitan yang dialami guru matematika dalam menerapkan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19, dan (3) untuk menghasilkan beberapa alternatif gunameminimalisir kesulitan yang dialami guru matematika dalam menerapkan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam melaksanakan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19, guru matematika mengalami kesulitan yang memuat tujuh aspek kompetensi pedagogik guru yaitu mengenal karakteristik siswa, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, mengembangkan kurikulum, melaksanakan pembelajaran yang mendidik, memahami dan mengembangkan potensi, berkomunikasi dengan siswa, serta melaksanakan penilaian dan evaluasi. (2) Faktor yang mempengaruhi munculnya kesulitan yang dialami guru matematika dalam pembelajaran daring yaitu rendahnya partisipasi dan keaktifan siswa mengikuti pembelajaran daring, kurangnya kemampuan siswa dalam pembelajaran daring, dan kurangnya sarana prasarana untuk mendukung pembelajaran daring. (3) Cara meminimalisir kesulitan yang dialami guru matematika dalam pembelajaran daring yaitu mengingatkan dan memberikan motivasi kepada siswa, melakukan koordinasi dengan wali kelas, menyampaikan kembali kepada siswa mengenai dasar materi prasyarat dari materi yang guru ajarkan, menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, mengarahkan siswa untuk melihat dan membaca buku paket atau LKS saat pembelajaran berlangsung, serta mengirimkan video dari youtube yang disesuaikan dengan materi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail