ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Strategi dapat dimaknai sebagai suatu acuan atau rencana sebelum melakukan sesuatu. Strategi banyak digunakan dalam berbagai macam hal tidak hanya dalam pembelajaran saja namun strategi juga dapat digunakan saat kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan tenaga dan pikiran, dengan demikian kata strategi berkaitan dengan cara-cara penyampaian pesan dalam hal ini materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai sasaran tujuan pendidikan yang tepat. Strategi pembelajaran ialah rencana-rencana yang ditentukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran agar semua proses pembelajaran bersama siswa dapat berjalan dengan efektif dan strategi yang telah ditentukan dapat digunakan agar proses pembelajaran tepat sasaran. Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran, pentingnya strategi guru dalam kegiatan pembelajaran yakni guru dapat mengatur kelas supaya tetap kondusif dan aktif, guru dapat lebih mudah mengajar sehingga siswa lebih mudah untuk paham materi yang diajar. Strategi dengan cara lama atau kurang kreatif dan monoton dapat menyebabkan siswa kurang aktif dalam belajar sehingga pada saat observasi terlihat ada beberapa siswa yang kurang aktif dan kurang memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui strategi apa saja yang dipakai guru IPA di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan instrumen lembar wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu yang diambil dalam penelitian ini yaitu 2 orang guru IPA. Data dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data berupa reduksi data, penyajian data , dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan strategi yang digunakan guru IPA kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan adalah strategi ekspositori, heuristik, kontekstual, dan kooperatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan analisis butir soal kognitif oleh guru mata pelajaran IPA di Kecamatan Bunyu dan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efekktivitas pengecoh (distraktor) soal kognitif oleh guru IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara guru dan didukung dengan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 1 Bunyu, SMP Negeri 2 Bunyu, dan SMP Negeri 3 Bunyu. Objek pada penelitian ini adalah tes butir soal Penilaian Akhir Semester yang dibuat oleh guru. Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun Ajaran (TA) 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA yang melaksanakan analisis butir soal adalah adalah SMP Negeri 1 Bunyu dan SMP Negeri 3 Bunyu. Hasil analisis soal kognitif guru IPA di SMP Negeri 1 Bunyu menunjukkan validitas yang baik (80%) dengan reliabilitas tinggi. Tingkat kesukaran soal tergolong sedang (67%), sukar (20%), dan mudah (13%). Daya pembeda soal terdistribusi dengan kategori jelek sekali (53%), jelek (27%), dan cukup (20%). Sebanyak (87%) pengecoh atau distraktor soal diterima. Pada SMP Negeri 3 Bunyu, hasil analisis soal kognitif juga positif dengan validitas 100%, namun reliabilitasnya tidak teruji. Tingkat kesukaran soal berada pada kategori sedang (50%) dan mudah (50%). Daya pembeda soal mencapai kategori baik sekali (100%). Sebanyak (63%) pengecoh atau distraktor soal diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui hambatan apa saja yang dirasakan guru IPA dalam pembelajaran daring; (2). Mengetahui alternatif yang dilakukan guru IPA untuk meminimalisir hambatan yang dialami. Subjek penelitian adalah Guru IPA di SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif kualitatif dengan mengunakan pendekatan studi kasus jenis observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki hambatan internal yang meliputi kemampuan menggunakan aplikasi, motivasi guru, kesiapan guru di kelas dan pengembangan diri yang lebih menekankan pada adaptasi dengan teknologi. Sedangkan hambatan eksternal berupa sarana dan prasarana Guru, sarana dan prasarana siswa, partisipasi siswa dan partisipasi orang tua. Cara menanggulangi hambatan yang ada yaitu guru-guru belajar lebih dalam untuk mengoprasikan aplikasi-aplikasi yang lebih efektif dalam menunjang pembelaran daring, guru melakukan pemilihan kegiatan siswa dalam melakukan praktikum, para guru lebih menekankan pada situasi yang di hadapi oleh siswa, guru mengaitkan praktikum dengan kegiatan pembelajaran, dan guru-guru juga belajar bagaimana cara mengirim video dari youtube ke grup kelas. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan mudah. Siswa diberikan izin ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas yang di berikan oleh guru. Hal tersebut dilaksanakan setelah meminta izin kepada dinas pendidikan untuk melakukan tatap muka dengan protokol yang ketat dan pertimbangan dilakukan secara hybrid.